Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Pasar

Pasar

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
  • visibility 298
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Saya kembali lagi menulis parodi setelah sekian kali berhenti. Kalau di hitung satu bulan lebih saya tak menulis parodi yang menggelitik dan unik. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan perihal pasar. Setelah kemarin teman saya bercerita tentang kondisi pasar, yang mana setiap orang berada di dalamnya mempunyai kepentingan berbeda-beda. Ada pula yang berkeinginan menjadi pahlawan kesiangan dan kemalaman. Selain itu, ada juga mempunyai niatan untung dan rugi seperti halnya sebuah dagangan.

Di pasar pula setiap orang berhak untuk berebut benar. Saling tikam menikam. Merasa paling bersih tanpa noda melekat. Bahkan, ada yang mengatakan berani kotor demi kebaikan; akan tetapi dalam hal ini jauh berbeda dengan iklan sabun cuci pakaian tersebut. Sedangkan konteks pasar kotor dengan noda yang berada pada sifat dan ke angkuhan diri sendiri.

“Namanya pasar semua punya kepentingan”

Begitulah celetuk teman saya beberapa waktu lalu. Ia menggabarkan sekaligus menceritakan dan memberikan contoh kondisi pasar secara umum. Tak ada teman atau pun lawan dan bahkan saudara yang ada adalah kepentingan dan kepentingan. Kepentingan mencari muka, kepentingan menjadi pahlawan meskipun bukan super hero. Dan lagi menjadi terbaik diantara sebelum sebelumnya.

“Kalau tak ada saya tak mungkin bisa seperti ini”

“Hanya saya yang bisa berbuat seperti ini”

“Inilah sebuah prestasi”

“Paling baik dalam pengelolaan. Infrastuktur management dan lain sebagaimanya.”

Kalau saya mengemukakan orang yang diceritakan oleh teman saya tersebut dapat dikatakan termasuk golongan orang-orang yang berani berbuat dan lari bersembunyi.  Merasa paling pintar akan tetapi saat diajak dialog berkelekar.

“Mas…mas..orang seperti itu banyak lainnya okeh tunggale”

Sehingga ketika dalam suatu perusahaan ketika di kelola seperti sebuah pasar, maka yang ada adalah kepentingan-kepentingan personal. Kemajuan personal yang direncanakan bukan perkembangan bersama yang di pikirkan. Adapun biasanya, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang tersendiri ketika pengelolaannya,  seperti sebuah pasar yaitu ada yang hobinya mencari sebuah kesalahan si A dan si B dan merasa sudah memberi upah hingga berbicara keji tak peduli. Berkali-kali rapat, akan tetapi hasil dari keputusan tak dijalani.

Apabila menemukan kondisi tersebut langkah yang tepat adalah berdoa kepada Tuhan semesta alam. Namanya berdoa tentu harus yang baik-baik,  sebab biar bagaimana pun kondisi dan orang-orang tersebut adalah mahluk Tuhan bertugas untuk pada yang negatif. Sekuat tenaga pun untuk menjelaskan ke hal positif tak akan bisa. Beda tugas tentu beda kelas.

“Tunggu-tunggu tulisan parodi kali ini kok kayaknya ada yang janggal ya mas…”

Maklum sebulan penuh tak menulis tentang parodi sehingga tulisannnya tak ubahnya hanya sebuah igauan belaka. Jadi jangan kaget apabila seperti orang ngelindur.

“Igauan kok rasanya nyata ya…”

“emmmm”

Lantas bagaimana apabila sebuah perusahaan dikelola tak ubahnya di pasar? Tentukan jawabannya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Teks Istighosah

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar
  • PCNU-PATI

    Kekuatan Iman dan Karakter

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Dalam buku “Maihendrasmi Rachman: Mengelola Diri dan Relasi dengan Karakter”, Dr. Edi Sutarto mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita tangguh bernama Maihendrasmi Rachman, yang akrab dipanggil Uni Emi. Uni Emi lahir dan besar di lingkungan keluarga yang penuh disiplin dan kerja keras. Semasa kecil, orang tuanya menanamkan nilai-nilai ketertiban dan kemandirian yang […]

  • PCNU PATI - Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum PP IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah dalam sambutanya di pembukaan Kongres IPNU XX – IPPNU XIX pada Jumat (12/8/2022) mengungkapkan bahwa kader IPNU IPPNU dapat menjadi kader yang berkualitas dan layak menjadi penerus generasi organisasi NU ke depan. Apalagi, dengan dibarengi dukungan pemerintah diharapkan IPNU IPPNU tidak menjadi duri sendiri sehingga menjadi […]

  • PCNU-PATI Photo by Yehezkiel Gulo

    Embun yang Hinggap di Dedaunan

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan… Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil […]

  • Ini Harapan PCNU untuk Pati Paska Hari Jadi Ke-696

    Ini Harapan PCNU untuk Pati Paska Hari Jadi Ke-696

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PATI-Siang ini, Rabu (7/8) pemandangan berbeda tampak di Kabupaten Pati. Orang-orang berduyun-duyun memadati alun-alun Kota Pati. Rupanya, hari ini merupakan puncak perayaan hari jadi Kabupaten Pati yang ke-696. K. Yusuf Hasyim memberika ucapan selamat atas hari jadi Kabupaten Pati yang ke-696 2019 menjadi istimewa karena pada tahun ini diadakan kirab boyongan. Kirab boyongan sendiri merupakan […]

  • Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah kalau ada orang meninggal biasanya dimandikan di sebelah rumah, kadang juga di halaman dengan diberi satir (penghalang). Biasanya sebagian dari pelayat berkerumun di dekat lokasi tersebut guna melihat si mayyit yang sedang dimandikan. Kata mereka, “Disamping hal tersebut termasuk suatu penghormatan kepada mayyit, itu juga akan mengingatkan kita kepada kematian”. […]

expand_less