Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Pasar

Pasar

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 31 Jan 2024
  • visibility 237
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Saya kembali lagi menulis parodi setelah sekian kali berhenti. Kalau di hitung satu bulan lebih saya tak menulis parodi yang menggelitik dan unik. Pada kesempatan kali ini saya akan menguraikan perihal pasar. Setelah kemarin teman saya bercerita tentang kondisi pasar, yang mana setiap orang berada di dalamnya mempunyai kepentingan berbeda-beda. Ada pula yang berkeinginan menjadi pahlawan kesiangan dan kemalaman. Selain itu, ada juga mempunyai niatan untung dan rugi seperti halnya sebuah dagangan.

Di pasar pula setiap orang berhak untuk berebut benar. Saling tikam menikam. Merasa paling bersih tanpa noda melekat. Bahkan, ada yang mengatakan berani kotor demi kebaikan; akan tetapi dalam hal ini jauh berbeda dengan iklan sabun cuci pakaian tersebut. Sedangkan konteks pasar kotor dengan noda yang berada pada sifat dan ke angkuhan diri sendiri.

“Namanya pasar semua punya kepentingan”

Begitulah celetuk teman saya beberapa waktu lalu. Ia menggabarkan sekaligus menceritakan dan memberikan contoh kondisi pasar secara umum. Tak ada teman atau pun lawan dan bahkan saudara yang ada adalah kepentingan dan kepentingan. Kepentingan mencari muka, kepentingan menjadi pahlawan meskipun bukan super hero. Dan lagi menjadi terbaik diantara sebelum sebelumnya.

“Kalau tak ada saya tak mungkin bisa seperti ini”

“Hanya saya yang bisa berbuat seperti ini”

“Inilah sebuah prestasi”

“Paling baik dalam pengelolaan. Infrastuktur management dan lain sebagaimanya.”

Kalau saya mengemukakan orang yang diceritakan oleh teman saya tersebut dapat dikatakan termasuk golongan orang-orang yang berani berbuat dan lari bersembunyi.  Merasa paling pintar akan tetapi saat diajak dialog berkelekar.

“Mas…mas..orang seperti itu banyak lainnya okeh tunggale”

Sehingga ketika dalam suatu perusahaan ketika di kelola seperti sebuah pasar, maka yang ada adalah kepentingan-kepentingan personal. Kemajuan personal yang direncanakan bukan perkembangan bersama yang di pikirkan. Adapun biasanya, dapat dilihat dari berbagai sudut pandang tersendiri ketika pengelolaannya,  seperti sebuah pasar yaitu ada yang hobinya mencari sebuah kesalahan si A dan si B dan merasa sudah memberi upah hingga berbicara keji tak peduli. Berkali-kali rapat, akan tetapi hasil dari keputusan tak dijalani.

Apabila menemukan kondisi tersebut langkah yang tepat adalah berdoa kepada Tuhan semesta alam. Namanya berdoa tentu harus yang baik-baik,  sebab biar bagaimana pun kondisi dan orang-orang tersebut adalah mahluk Tuhan bertugas untuk pada yang negatif. Sekuat tenaga pun untuk menjelaskan ke hal positif tak akan bisa. Beda tugas tentu beda kelas.

“Tunggu-tunggu tulisan parodi kali ini kok kayaknya ada yang janggal ya mas…”

Maklum sebulan penuh tak menulis tentang parodi sehingga tulisannnya tak ubahnya hanya sebuah igauan belaka. Jadi jangan kaget apabila seperti orang ngelindur.

“Igauan kok rasanya nyata ya…”

“emmmm”

Lantas bagaimana apabila sebuah perusahaan dikelola tak ubahnya di pasar? Tentukan jawabannya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sekretaris PC GP Ansor Singgung Prinsip Menolong Kaum Anshor Yatsrib

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gembong dilaksanakan pada Jumat (30/9) siang. Pelaksanaannya dilakukan di Gedung MWC NU Kecamatan Gembong.  Dalam proses sakral tersebut, Sekretaris PC GP Ansor  Kabupaten Pati, Gus Muammar, memberikan sambutan singkat dan mendalam. Ia menyamakan GP Ansor dengan Kaum Anshor Yatsrib (Madinah).  “Prinsip utamanya adalah menolong,” tegas dia.  […]

  • Ketua PCNU Sebut INISNU Harus Jadi Tempat Perkaderan Intelektual NU

    Ketua PCNU Sebut INISNU Harus Jadi Tempat Perkaderan Intelektual NU

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.163
    • 0Komentar

      Temanggung – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) berharap agar Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menjadi tempat perkaderan intelektual Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu diungkapkan dalam Pembinaan Ke-NU-an dan Ke-INISNU-an kepada para pejabat INISNU Temanggung masa khidmat 2025-2029 di aula lantai 3 kampus setempat […]

  • PCNU - PATI

    Pengurus PAC IPNU IPPNU Resmi Dilantik

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    KAYEN – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Tlogowungu Periode 2022–2024 telah resmi dilantik pada Ahad (3/7/2022), di Gedung Serbaguna Balai Desa Trimulyo Kecamatan Kayen. Sebanyak 80 Pengurus telah berikrar pada kesempatan tersebut, 34 IPNU dan 46 IPPNU. Acara tersebut dihadiri oleh MWC NU Kayen, Camat, Anggota Polsek Tlogowungu, Fatayat dan Muslimat sekitar. Tema […]

  • Peringati Hari Santri, MWC Ajak Warga Ikut Upacara

    Peringati Hari Santri, MWC Ajak Warga Ikut Upacara

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    GEMBONG-MWC NU Kecamatan Gembong menggelar rapat persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Para pengurus MWC, Ranting, Banom dan lembaga serta beberapa pimpinan majelis tahlil memenuhi undangan teraebut. Berlokasi di Gedung MTs Al Ma’arif Gembong, rapat berlangsung Jumat (11/10) siang. Sebelum memulai rapat, K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong memberikan pengantar berupa sejarah resolusi jihad […]

  • PCNU-PATI

    My Lovely Chan

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Bertemu denganmu hanya selalu lewat mimpi. Tak terhitung lagi berapa kali aku memimpikanmu. Kapan lagi aku akan bertemu denganmu. Aku berpikir, tak akan bertemu denganmu lagi. Meski dalam mimpi setidaknya telah melegakan hati. Masih menjadi misteri. Kenapa kamu. Padahal kita hanya bertemu sekali saat seminar bahasa Mandarin. Kamu bersama Aldo. Temanku […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian II)

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.193
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Sebenarnya, tulisan ini selesai pada bagian pertama, yaitu berjudul Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I). Namun, karena saya kesel, ya saya lanjutkan di bagian kedua ini. Agar ada jeda. Ambegan disit. Idiom gandulan sarunge kiai dalam wacana populer sering dipahami sebagai simbol kebergantungan atau bahkan kultus individu. Dekonstruksi atas idiom tersebut tentu […]

expand_less