Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Mengeja Abjad

Mengeja Abjad

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
  • visibility 380
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran.

Saya kira awalnya dia sudah bisa membaca dan menulis. Ternyata belum. Dia baru bisa membaca abjad A sampai Z, itu saja kadang masih salah melafalkan. Dalam batin saya, wah harus ekstra mendampinginya ini. Pelan-pelan mengenalkan bagaimana caranya membaca dua huruf, tiga huruf, dan seterusnya.

Pada mulanya saya mencoba langsung memintanya membaca sebuah bacaan. Dengan amat pelan dan hati-hati ia begitu antusias. Meski pada kenyataannya bacaannya gandul-gandul. Metode yang saya terapkan rupanya kurang bagus. Ia malah semakin bingung, terlihat dari mimik wajah yang ia perlihatkan.

Malam berikutnya saya mencoba mengganti metode belajar. Saya memintanya menulis abjad A sampai dengan Z. Dilanjutkan dengan menulis angka-angka. Tujuan saya hanya agar tangannya segera luwes menulis, dan daya ingatnya mudah menyerap. Karena menurut saya, menulis sambil membaca akan memudahkan untuk diingat.

Tak ada kendala saat menulis angka 1 sampai 10 dan abjad A sampai Z. Namun karena masih tahap pengenalan dan pembelajaran, huruf-huruf yang ia tulis ada yang dibentuk kapital ada juga yang huruf kecil. Campur aduk. Tapi tak masalah. Saya percaya suatu saat nanti anak ini pasti bisa membedakan penggunaan huruf kapital, huruf kecil, dan lainnya.

Setelah itu saya mencoba memberikannya sebuah ucapan misalkan “BUKU”. Maka saya akan memintanya bagaimana menulis ejaan sehingga menjadi bunyi “BUKU” tersebut. Saya memberinya waktu dan dengan gaya main petak umpet, saya pejamkan mata. Setelah ia merasa menulisnya telah usai, maka saya akan melihatnya. Benar atau tak apa yang saya ucapkan bisa ia tulis.

Alhasil ia hanya menulis huruf B dan U. kemudian saya memintanya untuk membaca. Dengan polosnya ia membaca huruf itu dengan bacaan “BUKU”. Karena apa yang ia tulis masih kurang tepat, pelan-pelan saya tuntun. “BUKU” ejaannya adalah B, U, K, U sambil ia menuliskannya. Kemudian setelah empat huruf itu tersusun, ia mengeja dan tampaknya sudah mengerti dengan apa yang saya ajarkan.

Kedatangan anak-anak dirumah membuat saya jadi bisa merasakan bagaimana susah senangnya mendidik anak. Selain sabar kita juga diharuskan untuk selalu aktif serta kreatif. Jika tak begitu maka selama proses belajar tersebut akan terasa monoton dan membosankan. Dan yang harus dijadikan dasar bahwa dunia anak adalah bermain. Jadi bagaimana kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Bermain sambil belajar. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PCNU Kabupaten Pati; Selenggarakan Bahtsul Masail Wakaf Uang

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Hingga saat ini fenomena wakaf uang di Indonesia relatif masih sangat minim. Dilaporkan oleh BWI (Badan Wakaf Indonesia) pada tahun 2023, dari potensi nasional yang bisa mencapai Rp. 180 triliun baru terserap secara akumulatif sekitar Rp. 2,23 triliun, atau kurang dari 2%. Sejak dicanangkan pada tahun 2010 memang belum maksimal. Sebetulnya regulasi terkait zakat […]

  • Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    Harlah ke-30, MAN 2 Pati Tanam Ribuan Mangrove untuk Lestarikan Lingkungan

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.325
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-30, Madrasah Aliyan Megeri (MAN) 2 Pati, menanam ribuan mangrove di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Sabtu (8/11/2025). Kegiatan bertajuk “Ekoteologi dan Konservasi 3000 Bibit Mangrove” tersebut, melibatkan berbagai pihak, di antaranya sekolah binaan yaitu MTs Negeri 2 Pati, MTs Manbaul Falah, MTs Mambaul Hidayah serta SD […]

  • PCNU-PATI Photo by stevepb

    Resep Rahasia Simbok

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Oleh : Ismi Faizah “Bocah wadon kui kudu iso masak. Ora mung eroh e mangan tok. Iso-iso mbesok diclatu karo morotuo!” (anak perempuan itu harus bisa masak. Bukan cuma tahu makan saja. Bisa-bisa dimarahi mertua nanti). Kalimat yang sama. Diucap berulang kali. Entah kali keberapa sekarang, aku coba mengingat, kesepuluh jariku sampai habis ternyata belum […]

  • Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI-Melalui media outbound, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pengawasn partisipatif dengan organisasi Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah, Minggu (17/11). Kegiatan yang dilangsungkan di Hutan Kota Kalidoro Kabupaten Pati diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Fatayat NU dan sisanya dari Nasyiatul Aisyiyah. Semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti event […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • PCNU-PATI Photo by Muhammad Qayyum Abdul Rahman

    Rakyat

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Beberapa hari ini saya membaca berbagai postingan terkait matinya televisi analog. Hiburan sederhana untuk rakyat pun telah tiada, bergantikan dengan hiburan yang berbayar. Televisi analog telah tiada, tepatnya di tiadakan. Rakyat di paksa untuk berubah ke televisi digital, yang mana alat dan prasarananya belum mencukupi di pasaran. Kalau teman saya mengatakan. […]

expand_less