Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Mengeja Abjad

Mengeja Abjad

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
  • visibility 384
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran.

Saya kira awalnya dia sudah bisa membaca dan menulis. Ternyata belum. Dia baru bisa membaca abjad A sampai Z, itu saja kadang masih salah melafalkan. Dalam batin saya, wah harus ekstra mendampinginya ini. Pelan-pelan mengenalkan bagaimana caranya membaca dua huruf, tiga huruf, dan seterusnya.

Pada mulanya saya mencoba langsung memintanya membaca sebuah bacaan. Dengan amat pelan dan hati-hati ia begitu antusias. Meski pada kenyataannya bacaannya gandul-gandul. Metode yang saya terapkan rupanya kurang bagus. Ia malah semakin bingung, terlihat dari mimik wajah yang ia perlihatkan.

Malam berikutnya saya mencoba mengganti metode belajar. Saya memintanya menulis abjad A sampai dengan Z. Dilanjutkan dengan menulis angka-angka. Tujuan saya hanya agar tangannya segera luwes menulis, dan daya ingatnya mudah menyerap. Karena menurut saya, menulis sambil membaca akan memudahkan untuk diingat.

Tak ada kendala saat menulis angka 1 sampai 10 dan abjad A sampai Z. Namun karena masih tahap pengenalan dan pembelajaran, huruf-huruf yang ia tulis ada yang dibentuk kapital ada juga yang huruf kecil. Campur aduk. Tapi tak masalah. Saya percaya suatu saat nanti anak ini pasti bisa membedakan penggunaan huruf kapital, huruf kecil, dan lainnya.

Setelah itu saya mencoba memberikannya sebuah ucapan misalkan “BUKU”. Maka saya akan memintanya bagaimana menulis ejaan sehingga menjadi bunyi “BUKU” tersebut. Saya memberinya waktu dan dengan gaya main petak umpet, saya pejamkan mata. Setelah ia merasa menulisnya telah usai, maka saya akan melihatnya. Benar atau tak apa yang saya ucapkan bisa ia tulis.

Alhasil ia hanya menulis huruf B dan U. kemudian saya memintanya untuk membaca. Dengan polosnya ia membaca huruf itu dengan bacaan “BUKU”. Karena apa yang ia tulis masih kurang tepat, pelan-pelan saya tuntun. “BUKU” ejaannya adalah B, U, K, U sambil ia menuliskannya. Kemudian setelah empat huruf itu tersusun, ia mengeja dan tampaknya sudah mengerti dengan apa yang saya ajarkan.

Kedatangan anak-anak dirumah membuat saya jadi bisa merasakan bagaimana susah senangnya mendidik anak. Selain sabar kita juga diharuskan untuk selalu aktif serta kreatif. Jika tak begitu maka selama proses belajar tersebut akan terasa monoton dan membosankan. Dan yang harus dijadikan dasar bahwa dunia anak adalah bermain. Jadi bagaimana kita harus bisa mengkombinasikan keduanya. Bermain sambil belajar. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    LAZISNU Pati Akan Adakan Santunan

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus LAZISNU mengadakan rapat untuk mempersiapkan santunan di bulan ramadhan 8/6 kemarin di kantor NU Pati dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. LAZISNUseperti  orang ketahui sebagai Lembaga Amil Zakat dan Infak yang identik dengan santunan kepada yatama dan dhuhafa’ pada bulan Ramadlan dan Suro. Maka persepsi demikian adalah salah karena banyak dari program LAZISNU […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Takbiran: Suara Tak Bersuara

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selama ini, budaya takbiran, takbir keliling di malam hari Lebaran Idulfitri selalu menggema. Namun, teknologi menggesernya. Jika dulu takbirannya adalah suara manusia, anak-anak, ibu dan bapak, kini digantikan dengan suara sound system, bahkan takbiran koplo dengan versi DJ. Ini kan Namanya “suara tak bersuara”. Rodo angel iki. Tradisi takbiran menyambut Lebaran Idulfitri […]

  • PCNU - PATI Photo by RyanMcGuire

    Ke (IRI) an

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sepulang dari bekerja. Perjalanan pulang dengan santai. Sebab kemarin saat saya berusaha pulang lebih cepat, pada akhirnya saya terjatuh dengan kaki lecet dan tangan masih terasa linu linu hingga saat ini; bahkan saat saya menulis parodi ini, kaki, tangan dan badan masih terasa pegel linu bahkan sedikit meriang. Setelah melakukan aktifitas rutinan, saya mendapatkan pesan […]

  • Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Syamsul Ma’arif, dengan penuh semangat memaparkan materi dalam acara Expo Kampus Formasu PATI – Forum Silaturahmi Mahasiswa Silahul Ulum (FORSIMASU) menggelar kegiatan expo kampus bagi para siswa MA Silahul Ulum, Minggu (23/1). Expo Kampus tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para siswa dalam memperoleh informasi terkait dunia kampus. Imam Sholikin, Ketua FORSIMASU menuturkan, bahwa kegiatan […]

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • NU dan Peran Sosial-Keagamaan

    NU dan Peran Sosial-Keagamaan

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kenyataan sosial yang semakin berkembang pesat, Nahdlatul Ulama (NU) perlu berperan secara efektif dan optimal dalam menjalankan berbagai fungsinya. Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh besar di Indonesia, NU harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang sudah terbentuk. Globalisasi yang […]

expand_less