Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
  • visibility 524
  • comment 0 komentar
Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah lembaga pondok pesantren, lembaga Banom NU, seperti Fatayat, IPNU dan IPPNU, masyarakat dan madrah-madrasah sekitar.  
Menurut ketua LAKPESDAM NU Pati R. Andi Irawan, acara ini diselenggarakan karena keprihatinan terhadap berbagai kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia, terutama akhir-akhir ini banyak kasus yang terjadi di lembaga pendidikan, seperti sekolah, dan di dalam rumah yang dilakukan oleh keluarganya sendiri atau tetangga si korban. Menurut data statistik, Pati merupakan daerah yang menduduki peringkat ke lima di Jawa Tengah dalam hal kasus kekerasan seksual, di bawah peringkat kota semarang yang menduduki peringkat pertama.
Selain itu, acara ini diselenggaran bertujuan untuk media edukasi dan sosialisasi kepada para masyarakat, santri, lembaga-lembaga NU, seperti Fatayat, IPNU dan IPPNU untuk dapat memenculkan kesadaran anti kekerasan seksual dan bersama-sama saling bahu membahu dalam mensosialisasikan kesadaran tersebut kepada masyarakat, keluarga termasuk anak, peserta didik di sekolahan dan kepada sesama teman. Ini merupakan langkah antisipatif yang harus dilakukan NU agar kasus semacam ini tidak terjadi di masyarakat nahdliyin, atau minimal meminimalisir munculnya kasus serupa.
Dalam acara ini, LAKPESDAM NU Pati menghadirkan dua nara sumber, yaitu KH. Abdullah Umar Fayumi salah satu Gus desa Kajen, dan  Dian Puspitasri dari LRC-KJHAM. KH. Abdullah Umar Fayumi yang akrab dipanggil dengan panggilan gus Umar menyampaikan materi kekerasan seksual dalam perspektif Islam yang merujuk pada Al-Quran dan Hadits. Ia menegaskan, bahwa kekerasan seksual disebabkan oleh kejiwaan pelaku yang tak seimbang. Artinya perilaku menyimpang dalam hal ini adalah kekerasan seksual muncul karena kondisi kejiwaan pelakunya yang bermasalah. Oleh karena itu, ia menawarkan cara bagaimana dapat menanggulangi perilaku menyimpang tersebut dengan menanamkan kecerdasan kosmik kepada masyarakat. Kecerdasan kosmik adalah keseluruhan kecerdasan pada diri manusia yang menuntunnya mendapatkan penghayatan rasa terdalam bahwa dirinya merupakan bagian tak terpisah dari keluarga besar alam semesta dan bertanggung jawab menebarkan kerahmatan bagi semua sesuai kapasitas dan tugas hidup masing-masing. Kesadaran demikian dilanjutkan dengan pengendalian dan penyeimbangan nafsu serta melakukan dzikir secara istiqomah. Dengan ini, niat untuk melakukan penyimpangan akan sirnar.
Berbeda dengan gus Umar, Dian Puspitasri memaparkan materi dari perspektif psikologi, sosiologi dan hukum. Ia menegaskan bahwa kekerasan biasanya dalam banyak bentuk, yaitu bisa kekerasan fisik (memukul, menampar, menendang, meninju dll), kekerasan psikis (mennghina, melecehkan, memaki, merendahkan, dll), kekerasan seksual (perkosaan, pencabulan), dan penelantaran. Menurutnya pelaku kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk orang-orang terdekat, seperti keluarga, guru, tetangga dan teman. Untuk menanggulangi psikis korban maka yang harus dilakukan adalah konseling dan pendampingan secara kontinyu dan intensif dengan mengedepankan prinsip-prinsip konseling.  Disamping itu, pelaku juga harus segera dilaporkan ke polisi agar dapat segera diadili atas perilaku penyimpangan yang dilakukan.
Dalam acara ini, LAKPESDAM NU Pati juga melaunching jurnar ilmiah dengan nama “Khittah: Berefleksi Memaknai Tradisi”. Nama khittah memiliki arti garis atau haluan yang diadopsi dari semangat khittah 1926, yaitu mengembalikan NU sebagai organisasi sosial keagamaan bukan sebagai partai politik praktis. Dengan nama ini diharapkan NU Pati ke depan lebih memaksimalkan perannya untuk mencerdaskan, mengayomi dan memberdayakan masyarakat nahdhiyin, tidak sibuk dengan persoalan politik praktis. (R. Andi Irawan)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Pati Kota Gelar PKD dan Diklatsar Banser

    GP Ansor Pati Kota Gelar PKD dan Diklatsar Banser

    • calendar_month Sab, 16 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 641
    • 0Komentar

    PATI-Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pati Kota menggelar Pelatihan Kader Dasar dan Diklatsar Banser di MTs. Alkholifah Desa Ngepungrojo Kecamatan Pati mulai hari Jum’at (15/11) hingga Ahad (17/11) pagi besok. Acara dibuka dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Itqonul Hakim dan Kasatkorcab Banser Arbain. Suasana Diklatsar Banser yang diselenggarakan oleh PAC Ansor […]

  • PCNU Pati Helat Pelatihan Dai Milenial

    PCNU Pati Helat Pelatihan Dai Milenial

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Dr. Jamal Makmur (paling kiri) menyampaikan materi dai milenial GEMBONG-Bertempat di PP Asmaul Husna Gembong Pati, Lembaga Dakwah PCNU Pati menggelar Pelatihan Dai Milenial yang dikuti lebih kurang 70 peserta dari perwakilan masing-masing kecamatan se-kabupaten Pati. Minggu, (16/08/2020) “Saya berharap semoga pelatihan ini dapat melahirkan dai-dai milenial yang profesional sehingga mampu mengisi ruang-ruang baik ruang […]

  • Ilustrasi Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam - PCNU PATI, Photo by Thirdman on Pexels

    Kisah Pencuri Sajadah Mbah Dullah Salam

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 734
    • 0Komentar

    KH. Abdullah Zain Salam merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan memiliki sifat dermawan kepada siapa pun. Sehingga banyak tamu dari segala penjuru daerah yang setiap harinya berdatangan ke ndalem (rumah) beliau untuk mendapatkan barokah atau sekedar bersilaturahim. Mereka meyakini kalau doa beliau mujarab dan dikabulkan Allah.  Di samping itu, Mbah Dullah panggilan akrabnya […]

  • PCNU-PATI Photo by JESUS ECA

    Empat Cara Bijak dalam Bermedia Sosial

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id Media sosial seakan menjadi sebuah hal pokok di berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang tua banyak yang berkecimpung di dalamanya. Dengan adanya Medsos, dunia seakan tanpa sekat jarak, ruang dan waktu. Semua peristiwa di belahan dunia bisa diketahui dengan cepat. Namun perlu diperhatikan, bahwa dalam bersosmed juga ada […]

  • Mahasiswa UMK Lakukan Penelitian dan Kembangkan Sistem Informasi Zakat di LAZISNU Kabupaten Pati

    Mahasiswa UMK Lakukan Penelitian dan Kembangkan Sistem Informasi Zakat di LAZISNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.934
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Seorang mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) melaksanakan penelitian skripsi di LAZISNU Kabupaten Pati sebagai bagian dari tugas akhir perkuliahan. Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem informasi zakat berbasis web yang ditujukan untuk mendukung pengelolaan dan monitoring zakat di lingkungan LAZISNU Kabupaten Pati. Penelitian tersebut mengangkat judul skripsi “Rancang Bangun Sistem Informasi Berbasis […]

  • Photo by Tim Mossholder

    Kodrat dalam Bingkai Gender

    • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini jadwal saya menulis. Rasa malas akibat kurang nyamannya perasaan sejak tadi malam membuat saya kurang bersemangat merangkai kata. Jadi mohon dimaklumi jika anda membaca tulisan ini menemui kejanggalan atau kurang terhubung satu kalimat dengan lainnya. Harap bersabar ini bukan ujian. Dan saya ingin menyampaikan terimakasih jika anda berkenan meluangkan […]

expand_less