Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kodrat dalam Bingkai Gender

Kodrat dalam Bingkai Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
  • visibility 184
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Hari ini jadwal saya menulis. Rasa malas akibat kurang nyamannya perasaan sejak tadi malam membuat saya kurang bersemangat merangkai kata. Jadi mohon dimaklumi jika anda membaca tulisan ini menemui kejanggalan atau kurang terhubung satu kalimat dengan lainnya. Harap bersabar ini bukan ujian. Dan saya ingin menyampaikan terimakasih jika anda berkenan meluangkan waktu membaca tulisan saya. Saya harus menyampaikan ini diawal untuk berjaga-jaga ketika diakhir penutup nanti saya terlupa mengucapkannya. Akhir kata selamat menikmati tulisan yang amat sederhana ini.

Kali ini saya ingin menulis tentang laki-laki dan perempuan. Barangkali dalam tulisan saya yang sebelum-sebelumnya sudah saya singgung, namun tulisan ini hadir bermaksud untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Ibarat kata mengulang pelajaran yang lalu. Tulisan ini terinspirasi dari salah satu konten Youtube yang menghadirkan Mbak Najwa Shihab, Prilly Latuconsina, dan Enzy Storia. Mereka bertiga menjadi bintang tamu dalam menyoal perempuan dan segala isunya.

Saya jadi teringat ketika pertama kali mengikuti organisasi ekstra kampus yang sangat besar bahkan terbesar di Indonesia saat ini. Ketika itu dalam kegiatan pengenalan anggota baru, saya diperkenalkan dan dipahamkan tentang perbedaan kodrat dan gender. Menyapu, memasak, dan membereskan pekerjaan rumah lainnya yang kata sebagian orang adalah kodratnya perempuan, sedangkan bekerja adalah kodratnya laki-laki. Sejak kecil pemahaman saya ya hanya sebatas ini. Namun ternyata setelah belajar pada kegiatan tersebut saya sedikit paham bahwa menyapu, memasak, bahkan bekerja bukanlah sebuah kodrat.

Dalam pemaknaan saya mengenai kata kodrat ini adalah sesuatu yang mutlak diciptakan oleh Tuhan untuk setiap hambanya. Sesuatu ini dapat disebutkan berdasarkan sisi biologis. Perempuan itu menyusui karena memiliki kelenjar untuk menghasilkan asi. Perempuan juga menstruasi, hamil, dan melahirkan karena memiliki rahim dan alat reproduksi lainnya. Sedangkan laki-laki memiliki jakun, penis dan itu tidak ada pada perempuan.

Tapi terkadang kita juga salah memaknai bahwa laki-laki dan perempuan adalah gender itu sendiri. Padahal menurut Ilmu Sosiologi dan Antropologi, Gender adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. Ini saya kutip berdasarkan pencarian di Mbah Google. Garis bawahnya adalah perilaku dan pembagian peran. Bukan sisi biologis atau jenis kelamin. Dari sini sudah sangat terlihat jika memasak, menyapu dan bekerja itu tadi masuk kategori gender (pembagian peran).

Begitu pula soal pengasuhan anak. Ia bukan merupakan kewajiban perempuan saja melainkan tanggungjawab dan tugas laki-laki juga. Jika pun dalam hal ini ada pembagian tugas yang telah disepakati bersama misal untuk urusan domestik adalah perempuan sedangkan selainnya adalah laki-laki, maka tidak masalah. Asal tidak ada pemaksaan apalagi mengatasnamakan sesuatu yang keliru itu tadi. “Lho ini kan kodratmu. Sudah seharusnya kamu melakukan ini.”

Big No. Kamu salah besar jika masih terkungkung oleh pemikiran patriarki seperti itu. Seperti kalimat yang baru saja kamu baca diatas bahwa kodrat dan gender itu berbeda. Laki-laki dan perempuan itu juga tidak sama. Mengutip kata Mbak Najwa dalam podcast yang tadi saya sebutkan, bahwa yang diperjuangkan perempuan bukanlah kesamaan; akan tetapi kesetaraan. Sama itu plek ketiplek. Jika setara itu sepadan.

Perempuan tidak akan sama dengan laki-laki. Wong dalam al-Qur’an dan ilmu sains pun telah menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Kesetaraan yang diperjuangkan teman-teman perempuan adalah soal keadilan. Adil dalam setiap lini kehidupan.

Jadi begitu yang saya tuliskan hari ini. Tak perlu panjang-panjang. Karena siklus berfikirnya orang sekarang ini lebih suka yang pendek dan singkat. Semoga setelah kamu membaca tulisan sederhana ini mampu membuka tabir yang menutup akan pemaknaan tentang kodrat dan gender. Jika ada saran minggu depan menulis tentang apa atau ingin menanggapi isi tulisan ini, tinggalkanlah komentar. Terimakasih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Literasi dan Numerasi

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selain menjadi bulan suci, bulan Ramadan dapat dianggap sebagai bulan yang mempromosikan literasi dan numerasi di antara umat muslim di seluruh dunia. Di tengah praktik ibadah puasa dan doa yang intens, terdapat peluang untuk memperdalam pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang aspek literasi dan numerasi. Kita perlu menjelajahi […]

  • NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Penyaluran Bantuan untuk korban Semeru secara simbolis diserahkan oleh ketua PC Lazisnu Pati, KH. Niam Sutaman (pegang kardus, kanan) kepada pengurus PCNU Lumajang LUMAJANG – Bantuan untuk Semeru masih terus berdatangan. Kali ini datang dari NU Kabupaten Pati Jawa Tengah yang membawa satu Truck bantuan pada Jum’at, (17/12) ke Posko utama NU Lumajang Peduli Gedung […]

  • Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    WEDARUJAKSA-Momen Hari Santri Nasional yang berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan oleh para peserta didik Yayasan Pendidikan Bustanul Ulum, Pagerharjo, Wedarijaksa. Peserta didik yang tergabung dalam Himpunan Siswa Bustanul Ulum ini menggelar diskusi publik pada Senin (28/10) kemarin. Acara bertajuk Forum Diskusi Santri (Santri Indonesia untuk Perdamaian Bangsa) tersebut menghadirkan para praktisi dari berbagai latar […]

  • Traning Jurnalistik Bersama Kataba Group

    Traning Jurnalistik Bersama Kataba Group

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pati: Jajaran Pengurus Kominfo-HSM Perguruan Islam Mathali’ul Falah mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Team Kataba Group terdiri dari Andi Syarqowi, Taufiq Zubaidi dan Niam At-Majha, pelatihan tersebut bertempat di Gedung Lil Banat Mathali’ul Falah Kajen Pati, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yaitu 16-18 Oktober 2017 “Salah satu media berproses terpenting di Mathale’ yang membentuk […]

  • PCNU PATI - Maksum dan Nadhiroh Ditunjuk Jadi Presidium Alumni PC IPNU IPPNU Pati

    Maksum dan Nadhiroh Ditunjuk Jadi Presidium Alumni PC IPNU IPPNU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Pati sukses menyelengarakan acara halal bihalal sekaligus pemilihan Presidium Majelis Alumni PC IPNU IPPNU Pati pada Minggu (22/5/2022). Dalam kesempatan itu, Muhammad Maksum dan Umi Nadhiroh terpilih sebagai Presidium Majelis Alumni. Sementara Mohammad Salman dan Khusnul Hidayah terpilih sebagai sekretaris […]

  • Sinergi Kankemenag dan Pemerintah Daerah: Akselerasi Pemenuhan Akomodasi yang Layak Melalui Gebyar Pendidikan Inklusif 2026

    Sinergi Kankemenag dan Pemerintah Daerah: Akselerasi Pemenuhan Akomodasi yang Layak Melalui Gebyar Pendidikan Inklusif 2026

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.335
    • 0Komentar

      UNGARAN – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang mengukuhkan langkah strategis dalam mewujudkan ekosistem pendidikan ramah disabilitas. Melalui helat “Gebyar Pendidikan Inklusif Kabupaten Semarang 2026” di Pendopo Kabupaten Semarang (14/2), kegiatan ini secara resmi menjadi bagian dari rangkaian FGD dan pengisian Profil Belajar Siswa (PBS) yang diinisiasi oleh Direktorat KSKK Madrasah […]

expand_less