Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

Kiat Menulis untuk Orang Sibuk

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
  • visibility 300
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Seringkali saya mendengar orang ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukannya. Jadi bukan karena tidak bisa menulis, tapi karena tidak punya waktu untuk menulis. Sebetulnya patut disayangkan orang seperti ini, karena kendalanya bukan tidak bisa menulis, tapi karena faktor lain, yakni kesibukan. Fenomena ini bukan satu dua orang yang pernah saya temui, tapi banyak sekali. Seolah menjadi “penyakit” yang sama yang dirasakan oleh kebanyakan orang. 

Lantas, adakah solusinya bagi yang terpapar “penyakit” seperti di atas, yakni ingin menulis tapi tidak punya waktu lantaran kesibukan? Tentu saja ada. Bahkan saya yakin sebenarnya mereka punya jawabannya. Tapi, baiklah akan saya coba memberikan solusi bagi orang yang model seperti ini. Setidaknya berdasarkan pengalaman sendiri, karena saya sendiri pernah berada di posisi seperti itu.

Sewaktu di Yogyakarta, saya pernah menjadi orang kantoran, berangkat pagi pulang sore selama senin sampai jumat. Praktis saya tidak bisa menulis. Padahal sebelum kerja kantoran saya sudah terbiasa menulis nyaris tanpa kendala. Tapi, begitu jadi orang kantoran, saya nyaris tidak bisa menulis. Awalnya saya pikir malam hari bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa. Pikiran dan badan sudah begitu letih, sulit untuk diajak berpikir. Inginnya tidur atau santai-santai saja, tidak mau memikirkan hal-hal berat, apalagi menulis. Sabtu dan minggu mestinya saya bisa menulis, tapi ternyata tidak bisa juga, karena bawaannya tetap ingin santai-santai, seperti olahraga dan jalan-jalan.

Saya tidak bisa seperti itu terus menerus. Pikiran dan tangan saya sudah gatal ingin menulis. Saya harus menyiasatinya. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Saya kemudian mendapatkan solusinya. Saya berpegang pada prinsip bahwa saya harus bisa menyempatkan diri untuk bisa menulis, kapan pun waktunya dan di mana pun tempatnya. Kalau tidak, saya tidak akan pernah menulis. Maka, dengan berpegang pada prinsip itulah saya mencari solusinya.

Akhirnya saya mendapatkan solusinya, yakni saya berangkat pagi sekali ke kantor. Biasanya pukul 7, kali ini berangkat pukul 6. Jalanan yang sepi membuat perjalanan begitu lancar dan durasi waktu sampai kantor tidak sampai setengah jam. Biasanya kalau berangkat pukul 7, sampai kantor bisa memakan waktu setengah jam lebih. Nah, karena berangkat pukul 6, aku sampai kantor pukul 6.30. Jam kerja pukul 8, jadi aku masih punya waktu 1,5 jam.

Saya tidak langsung ke kantor, tapi mencari warung makan atau warung kopi terlebih dahulu di sekitar kantor. Di situlah aku sarapan sambil menulis. Bagiku ini waktu terbaik untuk menulis, karena pagi hari pikiran masih fresh, dan badan masih segar bugar. Sekitar satu jam aku membaca, berpikir, dan menulis. Setidaknya aku bisa menghasilkan satu halaman spasi satu di MS Word. Lumayan. Ketika waktu sudah mendekati pukul 8, aku bergegas ke kantor.

Jadi kalau dirata-ratakan, aku menulis hanya 1 halaman setiap harinya. Memang sedikit, tapi kalau dilakukan setiap hari, itu bisa jadi berhalaman-halaman dan menjadi satu naskah buku. Itulah yang saya alami. Proses menulis setiap pagi berjalan berhari-hari, seolah menjadi SOP saya pas berangkat kerja. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Taraa… akhirnya tulisan itu menjadi satu naskah.

Naskah itu kemudian saya diamkan saja. Saya tidak ada niat untuk menawarkannya ke penerbit. Hingga setelah saya resign, saya teringat dengan naskah saya. Saya baca ulang naskahnya, dan saya perbaiki lagi dengan tambal sulam. Dengan optimistis, saya kirim naskah saya ke penerbit Gramedia Pustaka Utama. Tidak ada satu bulan naskah saya diterima. Alhamdulillah.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah saya di atas adalah pentingnya menyempatkan waktu untuk menulis. Terserah durasinya berapa. Jika memang sempatnya 10 menit, tidak masalah. Kemudian cari waktunya untuk menulis dan tepati. Pastikan waktunya tidak mengganggu waktu yang lain. Mungkin ada yang malam hari menjelang tidur, atau setelah bangun tidur. Atau bisa juga pas jam istirahat, yakni pukul dua belas siang, setelah shalat dan makan siang. Yang jelas, kita harus bisa menyempatkan waktu untuk menulis, kalau memang kita punya keinginan menulis.

Setelah itu, lakukanlah dengan istikamah. Tidak bisa tidak. Kalau hanya sesekali menulis, tulisan Anda tidak akan selesai-selesai. Walaupun sehari hanya satu paragraf, misalnya, tapi dilakukan setiap hari selama satu tahun, itu sudah menjadi banyak naskah buku. Jika tidak percaya, silakan praktikkan.

Kalau mau dibuat quote, bunyinya seperti ini:

“Jangan mencari waktu luang untuk menulis, karena belum tentu Anda gunakan dengan menulis. Tapi luangkanlah waktumu untuk menulis, niscaya waktu menulis akan selalu ada.” Seperti tulisan ini.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Lisensi Publik, LP Ma'arif Gelar Pelatihan Branding

    Kuatkan Lisensi Publik, LP Ma’arif Gelar Pelatihan Branding

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Brebes – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Brebes gelar Pelatihan dengan tajuk “Pelatihan Branding, Publikasi dan Pengelolaan Website” pada Rabu (22/11/2023). Pelatihan ini dilaksanakan di Gedung PCNU Kab. Brebes, dalam rangka memfasilitasi publikasi Madrasah dan Sekolah di Lingkungan Ma’arif Kab. Brebes. Lebih dari 60 orang dari berbagai lembaga se-Kab. Brebes menjadi peserta dalam pelatihan […]

  • PCNU-Pati Photo by Spenser Sembrat

    Sombong

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban ada sesuatu kejadian atau apa yang tersengaja atau tak di sengaja, saya seringkali menerima komentar atas tulisan saya selama ini. Ada yang mengemukakan apabila tulisan parodi yang sedang saya uraikan, banyak yang terindikasi sombong, arogan, sindiran dan kemudian kemudian yang lainnya. Dan pada akhirnya saya kemudian mengevaluasi satu persatu […]

  • Fenomena FOMO Ramadan

    Fenomena FOMO Ramadan

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*   Apa to sakjane FOMO kuwi? Fear of Missing Out atau FOMO pada intinya perasaan cemas ketinggalan pengalaman atau aktivitas tertentu yang sering muncul saat Rmadan. Fenomena Ramadan intinya perasaan cemas atau takut ketinggalan momen-momen berharga selama bulan Ramadan. Fenomena ini seringkali dipicu oleh media sosial, ya Facebook, Instagram, TikTok, X, di […]

  • Misteri Sumur Tua

    Misteri Sumur Tua

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

      Sumur  adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nomine Man Booker International Priza pada tahun 2016 dan peraih Prince claus laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planetsdengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020. Buku ini menceritakan tentang […]

  • Seribu Satu Rebana untuk Peringati Tahun Baru

    Seribu Satu Rebana untuk Peringati Tahun Baru

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PAC IPNU IPPNU Trangkil gelar kegiatan seribu satu rebana untuk memperingati tahun baru 1443 Hijriyah. PATI – PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Trangkil baru saja sukses menggelar kegiatan seribu satu rebana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pendopo Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati pada Selasa malam (10/8). Wahyu Putra, Ketua PAC IPNU Kecamatan Trangkil menuturkan bahwa […]

  • Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

    Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id SEMARANG – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Rembuk Merah Putih di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema mewujudkan pemuda cerdas, kritis dan cinta tanah air. Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan Rembuk Merah Putih merupakan program mandatori Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) melalui […]

expand_less