Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Masjid sebagai agen of change

Peran Masjid sebagai agen of change

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 473
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen bagi masyarakat.

Selain sebagai tempat beribadah fungsi lain masjid juga sebagai tempat untuk bermusyawarah dalam memecahkan problematika umat. Sedangkan fungsi masjid pada periode Nabi Muhammad Saw selain digunakan untuk bermusyawarah juga dijadikan sebagai tempat dalam menyebarkan Islam. Dimana pada waktu itu, beliau bersegera membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun hal-hal lain.  Hal ini dimaksud keberadaan masjid kala itu menjadi sangat urgen, baik untuk tempat beribadah maupun untuk bermusyawarah.

Jika ditilik secara mendalam, peranan masjid yang paling utama adalah untuk memotivasi dan membangkitkan kekuatan ruhaniyah dan keimanan umat Islam. Di samping itu juga untuk menjadi lem perekat internal umat Islam serta menunjang persatuan sosial. Bahkan jika mengacu pada lintasan sejarah umat Islam awal, kita melihat bahwa peranan dominan dari masjid adalah dalam pembangunan sosial masyarakat.

Karena kalau kita perhatikan keberadaan masjid baik di desa maupun di kota secara manajemen belum tertata secara baik dan belum ada program yang menyentuh riil di masyarakat. Oleh karena itu,penting sekali keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat, para pengurus masjid sudah sayogjanya membuat trobosan-trobosan baru dalam membuat program yang memberikan bentuk pelayanan terhadap jamaah, musafir, dan warga sekitar dalam hal yang positif.

Adapun bentuk program yang bisa diterapkan di masyarakat menurut Edi Suharto dalam bukunya membangun masyarakat dan memberdayakan mrakyat, setidaknya ada tiga program, antara lain yaitu.

Pertama, Pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pelatihan ketrampilan. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), yaitu antara lain pelatihan manajemen kelembagaan, dan pelatihan ketrampilan (komputer, menjahit, membuat kue, memasak, dan lain-lain).  

Itu semua bisa diterapkan dengan catatan sesuai dengan konteks di lapangan dan kebutuhan masyarakat sekitar masjid. Karena apapun program dan kegiatannya tanpa dilakukan kajian observasi dan musyawarah bersama masyarakat, tentunya program yang dijalankan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penting sekali ketika masjid yang digawangi oleh para pengurusnya harus benar-benar mengkaji ulang kegiatan dan harus ada evaluasi, agar program di lapangan terus berjalan.

Kedua, Penguatan lembaga pengelola program di masyarakat dengan dibentuk Unit Pembinaan Keluarga Miskin (UPKM) di setiap kelurahan yang bertugas untuk mengelola dan membina keluarga miskin. Dimana hal ini sangat penting, agar pola piker masyarakat tidak condong dan mengharap adanya bantuan. Maka, ketika ada bantuan tentunya diarahkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya dalam hal berwirausaha maupun bentuk entrepenurship lainnya. Hal ini dimaksud bentuk bantuan tidak disalahgunakan, melainkan benar-benar dimanfaatkan dalam hal yang positif dan membawa nilai tambah ekonomis bagi pelaku enterpenurship.

Oleh karena itu, bentuk pendampingan, fasilitator, dan konsultan harus benar-benar meluangkan waktu dan tenaganya. Agar masyarakat bisa merasakan dampak dari program masjid.

Ketiga, Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UMKM), pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk pengembangan usaha kecil menengah, membuka peluang/kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, meliputi antara lain pelatihan industri kecil dan pemberian kredit untuk modal usaha. Dimana kegiatan ini sifatnya adalah bentuk simpan pinjam dari masjid memberikan modal sosial bagi masyarakat atau jamaah yang membutuhkannya. Sehingga dari modal sosial tersebut bisa digunakan untuk wirausaha. Dan apabila dari jamaah tidak mampu mengembalikan modal sosial apabila di tenaah perjalananya, mengalami kendala, dari pengurus masjid sendiri tidak menuntut untuk dikembalikan.

Dengan demikian, dari adanya tiga program di atas tentunya sudah bisa menjadi barometer program pemberdayaan melalui masjid. Dan apabila semua masjid di Indonesia memiliki program seperti di atas, tentunya sangat membantu sekali terhadap masyarakat sekitar dan tentunya akan mengurai angka kemiskinan di masyarakat.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyemai Generasi Berkarakter

    Menyemai Generasi Berkarakter

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia […]

  • FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.775
    • 0Komentar

      Semarang — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut menyukseskan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang diikuti pengurus FKPT dari 36 provinsi se-Indonesia, Selasa (23/12/2025). Kegiatan nasional ini dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Jakarta dan diikuti daerah secara daring maupun luring. Di Jawa Tengah, Rakornas FKPT dipusatkan di Kantor Badan Kesatuan […]

  • Lembaga Falakiyah PCNU Gelar Palatihan Hisab Praktis Arah Kiblat

    Lembaga Falakiyah PCNU Pati Gelar Palatihan Hisab Praktis Arah Kiblat

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.298
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lambaga Falakiyah (LF) PCNU Pati mengadakan pelatihan ukur arah kiblat, di Madrasah Manabi’ul Falah, Margoyoso, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan bertajuk “Hisab Praktis Arah Kiblat” ini diikuti oleh puluhan siswa madrasah. Ketua LF PCNU Pati, Purwanto mengatakan, teori yang disampaikan meliputi fiqih kiblat, dasar-dasar pengoperasian kalkulator scientific, hisab arah kiblat, rashdul kiblat, dan kiblat […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Adakan Diklat Persidangan di 18 Kecamatan

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Pati melalui Departemen Organisasi sukses mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) persidangan kepada 18 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada di Kabupaten Pati, Selasa (12/7/2022). Kerja keras Departemen Organisasi PC berbuah positif. Sejak pembukaan, Minggu (29/5) hingga penutupan, (12/7), rangkain acara berjalan lancar sesuai dengan agenda yang telah direncanakan. […]

  • Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    • calendar_month Ming, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    PUCAKWANGI-Pelajar memang dituntut setba aktif dalam berbagai hal. Hadirnya IPNU-IPPNU merupakan spirit baru kaum pelajar, khususnya pelajar NU. Kegiatan demi kegiatan dilangsungkan untuk tidak memutus semangat berorganisasi. Dari tingkat Cabang hingga Komisariat, IPNU dan IPPNU selalu hadir di setiap moment yang melibatkan pelajar. Warkop Literasi, salah satu stand dalam acara Talkshow dan Bazar Pelajar NU […]

  • PCNU-PATI

    MA Walisongo Pecangaan Bekali Siswa Wawasan Studi Lanjut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara membekali peserta didik kelas XII dengan wawasan studi lanjut dan jenjang karir yang berlangsung di Laboratorium Multimedia, Ahad (21/1). Hadir dalam kegiatan Kepala MA Walisongo Ainun Najib, Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Adib Khoiruz Zaman, dan narasumber alumnus UGM Achmad Widiatmoko. Juga 37 peserta didik jurusan IPA […]

expand_less