Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Masjid sebagai agen of change

Peran Masjid sebagai agen of change

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 351
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen bagi masyarakat.

Selain sebagai tempat beribadah fungsi lain masjid juga sebagai tempat untuk bermusyawarah dalam memecahkan problematika umat. Sedangkan fungsi masjid pada periode Nabi Muhammad Saw selain digunakan untuk bermusyawarah juga dijadikan sebagai tempat dalam menyebarkan Islam. Dimana pada waktu itu, beliau bersegera membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun hal-hal lain.  Hal ini dimaksud keberadaan masjid kala itu menjadi sangat urgen, baik untuk tempat beribadah maupun untuk bermusyawarah.

Jika ditilik secara mendalam, peranan masjid yang paling utama adalah untuk memotivasi dan membangkitkan kekuatan ruhaniyah dan keimanan umat Islam. Di samping itu juga untuk menjadi lem perekat internal umat Islam serta menunjang persatuan sosial. Bahkan jika mengacu pada lintasan sejarah umat Islam awal, kita melihat bahwa peranan dominan dari masjid adalah dalam pembangunan sosial masyarakat.

Karena kalau kita perhatikan keberadaan masjid baik di desa maupun di kota secara manajemen belum tertata secara baik dan belum ada program yang menyentuh riil di masyarakat. Oleh karena itu,penting sekali keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat, para pengurus masjid sudah sayogjanya membuat trobosan-trobosan baru dalam membuat program yang memberikan bentuk pelayanan terhadap jamaah, musafir, dan warga sekitar dalam hal yang positif.

Adapun bentuk program yang bisa diterapkan di masyarakat menurut Edi Suharto dalam bukunya membangun masyarakat dan memberdayakan mrakyat, setidaknya ada tiga program, antara lain yaitu.

Pertama, Pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pelatihan ketrampilan. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), yaitu antara lain pelatihan manajemen kelembagaan, dan pelatihan ketrampilan (komputer, menjahit, membuat kue, memasak, dan lain-lain).  

Itu semua bisa diterapkan dengan catatan sesuai dengan konteks di lapangan dan kebutuhan masyarakat sekitar masjid. Karena apapun program dan kegiatannya tanpa dilakukan kajian observasi dan musyawarah bersama masyarakat, tentunya program yang dijalankan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penting sekali ketika masjid yang digawangi oleh para pengurusnya harus benar-benar mengkaji ulang kegiatan dan harus ada evaluasi, agar program di lapangan terus berjalan.

Kedua, Penguatan lembaga pengelola program di masyarakat dengan dibentuk Unit Pembinaan Keluarga Miskin (UPKM) di setiap kelurahan yang bertugas untuk mengelola dan membina keluarga miskin. Dimana hal ini sangat penting, agar pola piker masyarakat tidak condong dan mengharap adanya bantuan. Maka, ketika ada bantuan tentunya diarahkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya dalam hal berwirausaha maupun bentuk entrepenurship lainnya. Hal ini dimaksud bentuk bantuan tidak disalahgunakan, melainkan benar-benar dimanfaatkan dalam hal yang positif dan membawa nilai tambah ekonomis bagi pelaku enterpenurship.

Oleh karena itu, bentuk pendampingan, fasilitator, dan konsultan harus benar-benar meluangkan waktu dan tenaganya. Agar masyarakat bisa merasakan dampak dari program masjid.

Ketiga, Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UMKM), pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk pengembangan usaha kecil menengah, membuka peluang/kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, meliputi antara lain pelatihan industri kecil dan pemberian kredit untuk modal usaha. Dimana kegiatan ini sifatnya adalah bentuk simpan pinjam dari masjid memberikan modal sosial bagi masyarakat atau jamaah yang membutuhkannya. Sehingga dari modal sosial tersebut bisa digunakan untuk wirausaha. Dan apabila dari jamaah tidak mampu mengembalikan modal sosial apabila di tenaah perjalananya, mengalami kendala, dari pengurus masjid sendiri tidak menuntut untuk dikembalikan.

Dengan demikian, dari adanya tiga program di atas tentunya sudah bisa menjadi barometer program pemberdayaan melalui masjid. Dan apabila semua masjid di Indonesia memiliki program seperti di atas, tentunya sangat membantu sekali terhadap masyarakat sekitar dan tentunya akan mengurai angka kemiskinan di masyarakat.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Haris Terpilih Menjadi Ketua PMII Kota Semarang Periode 2023/2024

    • calendar_month Rab, 27 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC. PMII) Kota Semarang menggelar konferensi cabang (Konfercab) XLI dengan tema “Anglaras Ilining Banyu, Angeli Ananging Ora Keli” yang diselenggarakan di Auditorium Pemda Jateng, 21-23 September 2023. Andre Bahtiar Ketua PC PMII Kota Semarang menyampaikan bahwa Konfercab adalah forum tertinggi di tingkat PC serta merupakan forum bertemunya harapan […]

  • AKSI GERAK CEPAT GALANG DANA PELAJAR NU KAYEN

    Aksi gerak cepat galang dana Pelajar NU Kayen

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Kayen (1/12) Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ Kecamatan Kayen (PAC IPNU IPPNU KAYEN) Melaksanakan aksi gerak cepat Galang Dana Peduli Korban Bencana Alam di Pati. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang di lakukan atas dasar rasa kemanusiaan. PAC IPNU IPPNU kecamatan Kayen sukses melaksanakan Kegiatan Galang […]

  • PCNU-PATI

    Puluhan Pelajar Dukung Palestina dengan Ikut Lomba Gambar Semangka

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Konflik Palestina dan Israel menimbulkan beragam reaksi. Di Indonesia sendiri, aksi pro Palestine diwujudkan dalam berbagai bentuk.  Salah satunya adalah yang dilakukan oleh siswa-siswa MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong pada Senin (6/11). Mereka melakukan aksi protes dalam bentuk seni rupa.  Kompetisi Menggambar semangka yang diadakan oleh pihak madrasah, memperoleh antusiasme tinggi dari para […]

  • Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

    Lakpesdam PWNU Jateng dan UIN Sunan Kudus Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan IV, Soroti Peran Strategis NU di Era Demokrasi

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.179
    • 0Komentar

    RILIS PERS – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, berkerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, akan menyelenggarakan Muktamar Ilmu Pengetahuan IV pada 26–27 Juni 2026 di Kudus. Dengan mengusung tema “Nahdlatul Ulama sebagai Masyarakat Sipil Keagamaan: Konsolidasi Gerakan, Kemandirian Organisasi, dan Transformasi Sosial”, kegiatan […]

  • Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

      Perwakilan PW IPNU Jateng sedang melakukan penghitungan suara bakal calon ketua IPNU-IPPNU Pati PATI – Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Pati ke XIII mengahasilkan Mastna Zakiyatus Salwa dan Melisa Yusrina sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut diadakan di Pendopo Desa […]

  • Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    GABUS-Kejuaraan pencak silat Pandawa Championship 2019 resmi dibuka Jumat (4/10) malam tadi. Kompetisi ini merupakan gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) Kabupaten Pati. Kejuaraan ini akan mempertemukan para pelajar dari tingkat MI/SD hingga SLTA. Para peserta ajang Pandawa Championship 2019 memekikkan mars Syubbanul Wathon dalam acara pembukaan perhelatan teraebut di […]

expand_less