Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Ketika Cinta Over Protektif

Ketika Cinta Over Protektif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 193
  • comment 0 komentar

 

Cintailah cinta dengan sewajarnya, karena cinta yang berlebihan akan membuatmu buta, tak bisa membedakan mana hitam dan mana putih. Bisa jadi pula berlebihan dalam urusan cinta akan berbalik menjadi benci tak terobati. Meskipun kita semua tahu, cinta adalah fitrah manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tanpa adanya cinta dalam diri manusia kita tak ubahnya mayat hidup sebelum dikuburkan. Maka sewajarnya dalam bercinta dan memaknai cinta.

            Buku yang bertajuk dua wajah cinta ini, menceritakan kisah cinta yang berbeda. Jika dua perempuan rebutan satu laki-laki yang tidak ada hubungan kekeluargaan itu hal yang lumrah sekali, akan tetapi dalam novel ini seorang Ibu Aminah sangat mencintai anaknya Haikal sehingga berebut dengan menantunya. Naia istri Haikal.

            Haikal berprofesi sebagai Dokter yang baik hati dan suka menolong terhadap pasien yang sedang kebingungan soal biaya. Dia selalu menjadi penolong pertama ketika ada pasien tidak punya uang untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit. Bagi Haikal menolong seseorang yang sedang membutuhkan adalah soal kemanusiaan. Dia tidak bisa membiarkan orang-orang yang tidak mampu seperti mereka tidak mendapatkan tidak mendapat kesempatan mendapat perawatan yang layak di rumah sakit. (hal 42)

            Dari budi pekerti seperti itulah, kemungkinan sang Ibu tidak dapat membedakan cinta terhadap anak dan cinta terhadap suami. Sehingga meskipun Haikal anaknya sudah menikah akan tetapi tidak dapat memberikan kebebasan terhadapnya untuk sekedar mengungkapkan cinta terhadap istrinya yang baru sebulan di nikahi Haikal.

            Satu bulan telah berlalu, dan tak ada hal yang lebih menyakitkan dari pada merasa disia-siakan oleh suaminya sendiri. Selama satu bulan itu Naia belum pernah mendapatkan nafkah batin dari Haikal sejak kali pertama mereka menikah. Semua itu dipicu bukan lantaran keegoisan dan sikap dingin Haikal yang telah menelantarkan dirinya selaku istri yang sah dan berhak mendapatkan semuanya, termasuk cinta dan kasih sayang dari suami tercinta. Haikal sendiri juga merasa tersiksa dengan kondisi seperti itu dan Naia mengetahui semuanya.

            Ketidaksempatan mereka untuk menjali kemesraan berdua karena sang Ibu yang selalu hadir di setiap malam-malamnya bersama Naia. Entah sampai kapan keadaan itu akan berakhir. Menunggu Ibu Aminah menghentikan sikap posesifnya kepada anak satu-satunya, atau melakukan tindakan tegas atas semua sikap yang ditunjukan sang Ibu selama ini.(hal 51)

            Padahal sifat posesif itu sikap yang sering muncul dalam sebuah hubungan asmara. Dan sifat posesif merupakan kumpulan dari rasa tidak aman, tidak percaya diri, kesepian dan ketergantungan dan takut kehilangan karena rasa cinta yang berlebih. Novel ini menceritakan bagaimana cinta seharusnya, bagaimana cinta yang sebenarnya, cinta seorang Ibu terhadap anaknya berbeda dengan cinta seorang istri terhadap suaminya.

            Novel tentang wanita Ibu dan Istri ini, berusaha mengungkapkan dengan penuh perbedaan, apabila cinta Over Protektif itu bukan ke bahagian yang didapatkan melainkan kesedihan yang tak berujung. Selamat membaca. ( Niam At-Majha, Petani Kopi)

 

Judul               :  2 Wajah Cinta

Penulis             : Abhie Albahar

Penerbit           : Alvabet

Tahun Terbit   : Juli 2016

Tebal               : 258 hlm

ISBN               : 978-602-9193-90-9

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Nuzulul Quran (malam turunnya Al-Quran) diperingati setiap tanggal 17 Ramadan adalah momen bersejarah bagi umat Islam. Pada malam itu, Al-Quran, kitab suci yang menjadi pedoman hidup, diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar penurunan wahyu, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecerdasan […]

  • PCNU-PATI

    Aktualisasi dalam Nilai Aswaja

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Aswaja atau yang kita kenal dengan Ahlussunnah wal Jamaah merupakan paham keagamaan yang memiliki pengetahuan serta pengalaman dalam sejarah Islam. Ia sering disematkan sebagai alian (mazhab) dalam Islam yang berkaitan dengan konsep akidah, syariat, dan tasawuf dengan corak moderat. Salah satu ciri khas secara intrinsik paham ini adalah sebagai identitas dalam […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id -Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, para siswa MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, melakukan aksi nyata dengan menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Rabu (14/3/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Hidup Berkelanjutan”. Dalam pelaksanaannya, […]

  • Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    Antisipasi Banjir, LPBI-NU Ajak Warga Ikuti Sosialisasi Biopori

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 117
    • 0Komentar

    PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) Kabupaten Pati memiliki cara tersendiri untuk mengantisipasi musim penghujan ini. Edi Fitrianto, salah satu staf di LPBINU Pati menyatakan bahwa di musim hujan, potensi bencana semakin besar. Oleh sebab itu, perlu diadakan tindakan preventif serta respon yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Flyer Sosialisasi Biopori yang […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • Lakpesdam NU Pati Sukses Gelar Rapat Kerja di Gedung PCNU

    Lakpesdam NU Pati Sukses Gelar Rapat Kerja di Gedung PCNU

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka mensukseskan program kegiatan selama satu periode, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) resmi melakukan Rapat Kerja (Raker) di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, pada Sabtu, (08/02). Acara yang dimulai dengan menyayikan lagu Indonesia Raya dan dilanjut Syubbanul Wathon berjalan dengan hikmad dan lancar. Setelah itu, acara […]

expand_less