Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Ketika Cinta Over Protektif

Ketika Cinta Over Protektif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 241
  • comment 0 komentar

 

Cintailah cinta dengan sewajarnya, karena cinta yang berlebihan akan membuatmu buta, tak bisa membedakan mana hitam dan mana putih. Bisa jadi pula berlebihan dalam urusan cinta akan berbalik menjadi benci tak terobati. Meskipun kita semua tahu, cinta adalah fitrah manusia dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tanpa adanya cinta dalam diri manusia kita tak ubahnya mayat hidup sebelum dikuburkan. Maka sewajarnya dalam bercinta dan memaknai cinta.

            Buku yang bertajuk dua wajah cinta ini, menceritakan kisah cinta yang berbeda. Jika dua perempuan rebutan satu laki-laki yang tidak ada hubungan kekeluargaan itu hal yang lumrah sekali, akan tetapi dalam novel ini seorang Ibu Aminah sangat mencintai anaknya Haikal sehingga berebut dengan menantunya. Naia istri Haikal.

            Haikal berprofesi sebagai Dokter yang baik hati dan suka menolong terhadap pasien yang sedang kebingungan soal biaya. Dia selalu menjadi penolong pertama ketika ada pasien tidak punya uang untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit. Bagi Haikal menolong seseorang yang sedang membutuhkan adalah soal kemanusiaan. Dia tidak bisa membiarkan orang-orang yang tidak mampu seperti mereka tidak mendapatkan tidak mendapat kesempatan mendapat perawatan yang layak di rumah sakit. (hal 42)

            Dari budi pekerti seperti itulah, kemungkinan sang Ibu tidak dapat membedakan cinta terhadap anak dan cinta terhadap suami. Sehingga meskipun Haikal anaknya sudah menikah akan tetapi tidak dapat memberikan kebebasan terhadapnya untuk sekedar mengungkapkan cinta terhadap istrinya yang baru sebulan di nikahi Haikal.

            Satu bulan telah berlalu, dan tak ada hal yang lebih menyakitkan dari pada merasa disia-siakan oleh suaminya sendiri. Selama satu bulan itu Naia belum pernah mendapatkan nafkah batin dari Haikal sejak kali pertama mereka menikah. Semua itu dipicu bukan lantaran keegoisan dan sikap dingin Haikal yang telah menelantarkan dirinya selaku istri yang sah dan berhak mendapatkan semuanya, termasuk cinta dan kasih sayang dari suami tercinta. Haikal sendiri juga merasa tersiksa dengan kondisi seperti itu dan Naia mengetahui semuanya.

            Ketidaksempatan mereka untuk menjali kemesraan berdua karena sang Ibu yang selalu hadir di setiap malam-malamnya bersama Naia. Entah sampai kapan keadaan itu akan berakhir. Menunggu Ibu Aminah menghentikan sikap posesifnya kepada anak satu-satunya, atau melakukan tindakan tegas atas semua sikap yang ditunjukan sang Ibu selama ini.(hal 51)

            Padahal sifat posesif itu sikap yang sering muncul dalam sebuah hubungan asmara. Dan sifat posesif merupakan kumpulan dari rasa tidak aman, tidak percaya diri, kesepian dan ketergantungan dan takut kehilangan karena rasa cinta yang berlebih. Novel ini menceritakan bagaimana cinta seharusnya, bagaimana cinta yang sebenarnya, cinta seorang Ibu terhadap anaknya berbeda dengan cinta seorang istri terhadap suaminya.

            Novel tentang wanita Ibu dan Istri ini, berusaha mengungkapkan dengan penuh perbedaan, apabila cinta Over Protektif itu bukan ke bahagian yang didapatkan melainkan kesedihan yang tak berujung. Selamat membaca. ( Niam At-Majha, Petani Kopi)

 

Judul               :  2 Wajah Cinta

Penulis             : Abhie Albahar

Penerbit           : Alvabet

Tahun Terbit   : Juli 2016

Tebal               : 258 hlm

ISBN               : 978-602-9193-90-9

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Maimun Zubair Sarang

    Mbah Maimun Zubair Sarang

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    PCNU Kab Pati, [Cerita dalam Cerita…] #Mbah Maimun Zubair, Sarang.  Belum lama ini saya terlibat perbincangan dengan sodara saya di Kauman, Surakarta. Sambil menunggu tokonya, kami terhanyut dalam pembicaraan begitu hangat. Tiba-tiba, entah arah pembicaraannya kemana, lalu sodara saya ini bercerita tentang sosok Mbah Maimun Zubair, Sarang. Sodara saya mengatakan begini,  “Dulu ana sering bolak-balik […]

  • Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    Muskerwil-VI BEM PTNU Jateng-DIY Dibuka Hari Ini

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PURWOREJO-Pagi tadi, Jumat (2/8) Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi NU se-Jawa Tengah dan DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah-VI (Muslerwil). Kegiatan yang remcananya berlangsung hingga Minggu (4/8) ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Sebut saja KH. Ahmad Chalwani (Wakil Rois Syuriyah PW-NU Jawa tengah), Taj Yasin (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Abdul Kadir Karding (Anggota DPR RI), Dr. […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan bersama NU Online Pati

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Waktu saya membagikan tulisan berjudul “Puasa dari Media Sosial” yang tayang di https://pcnupati.or.id/ pada 15 Maret 2024 yang saya bagikan di beranda Facebook, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., mengomentari status itu dengan tulisan “Jihad Fikriyah”. Begitu. Saya tidak menginterpretasi apa yang disampaikan beliau, tapi […]

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

  • Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Ratusan karya siswa desain komunikasi visual (DKV) dan mutimedia, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Margoyoso, Pati, dipamerkan di aula sekolahan setempat. Kegiatan ini mulai Rabu 9 November sampai dengan Jumat 11 November 2022. Pada pameran yang bertajuk Semangat Berkarya (Sekar) ini, ratusan karya siswa ditampilkan. Seperti film, fotografi, hingga merchandise. Ketua Jurusan DKV […]

  • Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

    Kemenag Pati Antar FKUB Raih Peringkat III Harmony Award 2025

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.674
    • 0Komentar

    Jakarta (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mendampingi Ketua FKUB Kabupaten Pati, Manhajussidad, menerima penghargaan Peringkat III Kinerja Terbaik FKUB Tingkat Kabupaten dalam ajang bergengsi Harmony Award 2025 yang diselenggarakan Kementerian Agama RI. Penganugerahan berlangsung meriah di Hotel Double Tree Kemayoran, Jakarta, Jumat malam (28/11/2025). Penghargaan ini menegaskan bahwa Kabupaten Pati […]

expand_less