Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kesalingan Bekerja di Rumah

Kesalingan Bekerja di Rumah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
  • visibility 337
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pagi ini saat saya menjemur pakaian, saya melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Tiga orang laki-laki beda generasi yang menjadi tetangga saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyapu dan mengepel. Mereka terlihat begitu enjoy mengerjakan pekerjaan yang selalu tersematkan hanya untuk perempuan itu.

Ketika menyaksikan itu saya mengulas senyum. Sebab dilingkungan tempat tinggal saya kesetaraan serta kesalingan antara perempuan dan laki-laki ternyata telah berjalan begitu baik. Memang belum semuanya menerapkan hal itu, tetapi beberapa orang yang telah memulai semoga kedepan semakin banyak yang mengikutinya.

Bapak saya sendiri juga telah melakukan hal demikian. Ketika itu saat bapak pulang dari kota batik untuk mengikuti kegiatan yang ada disana, bapak mencuci pakaiannya sendiri tanpa memerintah saya untuk mengerjakannya. Bahkan jauh hari sebelum kejadian itu bapak juga pernah menyapu halaman rumah saat saya mencuci pakaian dan ibu sedang memasak. Kami bertiga saling bekerjasama menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Namun pada saat bapak menyapu itu, ibu sempat menegur saya karena membiarkan bapak melakukannya. Saya dengan sedikit mengulas senyum berkata kepada ibu, saya malah bangga terhadap bapak yang mau turut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ini. Itu adalah keinginan bapak sendiri toh saya juga tak memintanya. Dan setelah saya mengatakan hal itu, ibu terdiam. Entah apa yang dipikirkannya.

Sebagian besar mungkin masih menganggap bahwa pekerjaan rumah adalah tupoksi yang dibebankan hanya kepada perempuan. Dan laki-laki yang mendapat jatah untuk bekerja diluar. Pembagian tugas tersebut masih melekat sampai sekarang. Dan ketika ada yang melawan perspektif tersebut justru malah pihak lain yang menjadi objek yang dikambinghitamkan. Seolah-olah jika laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah adalah hal yang salah dan menyalahi aturan.

Sebenarnya di sekitar kita sudah banyak yang menjelaskan tentang ketersalingan. Bahkan banyak juga keterangan yang tertera di buku-buku tentang pentingnya sikap ketersalingan didalam rumah tangga. Namun tak jarang orang-orang masih menganggap bahwa hal itu adalah sesuatu yang keliru dan tidak sesuai dengan adat. Padahal yang menciptakan adanya adat tersebut ya manusia itu sendiri.

Manusia yang tak mau belajar dari banyak referensi akan menganggap bahwa yang diyakininya selama ini adalah sesuatu yang benar dan yang lain salah. Memiliki keyakinan seperti itu juga tak salah. Tetapi jika keyakinan tersebut malah membuat pihak lain menjadi dilemahkan itu yang harus kita ubah. Salah satunya adalah soal ketersalingan mengerjakan pekerjaan rumah. Baik laki-laki maupun perempuan keduanya sama-sama berhak bertanggung jawab menciptakan lingkungan rumah yang asri, bersih dan nyaman.

Sekali lagi saya merasa bahagia diperlihatkan Tuhan bagaimana kesalingan yang terbentuk di lingkungan tempat tinggal saya. Dari lingkup keluarga saja bapak sudah memberikan contoh. Juga ditambah beberapa tetangga yang telah menerapkan sikap tersebut. Karena pada dasarnya menjalani kehidupan ini selain ingin meraih sakinah mawaddah warahmah, juga perlu menerapkan sikap mubadalah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    Mathali’ul Falah Raih 5 Mendali di MQK Nasional

    • calendar_month Jum, 8 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pati. Musabaqah Ditjen Pendis Kemenag RI di Balekambang Jepara, 1-5/12 kemarin. Qiraatil Kutub (MQK) tingkat nasional ke-VI 2017 yang diselenggarakan oleh Perguruan Islam Mathaliul Falah Kajen-Margoyoso-Pati ikut berpartisipasi pada event tersebut dengan menyumbangkan lima mendali yang diraih oleh Juara 1 Balaghah Wustha ( Nadilla),Juara 2 Balaghah ‘Ulya ( Basmah Nafisah),Juara 2 Tarikh ‘Ulya ( Moh. […]

  • Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi […]

  • Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    • calendar_month Sel, 3 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    TAYU-Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin Pati melakukan gerakkan penanaman mangrove, Senin (2/12). Penanaman ini dilakukan bersama dengan para petani tambah dan nelayan Desa Dororejo, Tayu. Pengurus PMII Komisariat Syeh Mutamakkin bersama dengan warga dan TNI-Polri usai penanaman 8000 bibit mangrove di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Senin (2/12). Sebanyak 8.000 bibit pohon […]

  • Siap Sukseskan 1 Abad NU Pati

    Siap Sukseskan 1 Abad NU Pati

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar
  • PCNU - PATI Photo by FRANCESCO TOMMASINI

    Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut. Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya […]

  • PCNU-PATI

    Inilah Sembilan Tren Tema Artikel yang Laku di Jurnal Scopus

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Tuban – Dalam rangka menguatkan keterampilan dosen dalam menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, LPPM Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban menggelar Workshop Academic Writing bertajuk “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Bereputasi” bertempat di Aula Lt.3 Gedung A Kampus Universitas Al Hikmah Indonesia (UAI) Tuban. Acara tersebut […]

expand_less