Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kesalingan Bekerja di Rumah

Kesalingan Bekerja di Rumah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pagi ini saat saya menjemur pakaian, saya melihat pemandangan yang menyejukkan mata. Tiga orang laki-laki beda generasi yang menjadi tetangga saya sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Ada yang menyapu dan mengepel. Mereka terlihat begitu enjoy mengerjakan pekerjaan yang selalu tersematkan hanya untuk perempuan itu.

Ketika menyaksikan itu saya mengulas senyum. Sebab dilingkungan tempat tinggal saya kesetaraan serta kesalingan antara perempuan dan laki-laki ternyata telah berjalan begitu baik. Memang belum semuanya menerapkan hal itu, tetapi beberapa orang yang telah memulai semoga kedepan semakin banyak yang mengikutinya.

Bapak saya sendiri juga telah melakukan hal demikian. Ketika itu saat bapak pulang dari kota batik untuk mengikuti kegiatan yang ada disana, bapak mencuci pakaiannya sendiri tanpa memerintah saya untuk mengerjakannya. Bahkan jauh hari sebelum kejadian itu bapak juga pernah menyapu halaman rumah saat saya mencuci pakaian dan ibu sedang memasak. Kami bertiga saling bekerjasama menyelesaikan pekerjaan rumah tersebut.

Namun pada saat bapak menyapu itu, ibu sempat menegur saya karena membiarkan bapak melakukannya. Saya dengan sedikit mengulas senyum berkata kepada ibu, saya malah bangga terhadap bapak yang mau turut membantu menyelesaikan pekerjaan rumah ini. Itu adalah keinginan bapak sendiri toh saya juga tak memintanya. Dan setelah saya mengatakan hal itu, ibu terdiam. Entah apa yang dipikirkannya.

Sebagian besar mungkin masih menganggap bahwa pekerjaan rumah adalah tupoksi yang dibebankan hanya kepada perempuan. Dan laki-laki yang mendapat jatah untuk bekerja diluar. Pembagian tugas tersebut masih melekat sampai sekarang. Dan ketika ada yang melawan perspektif tersebut justru malah pihak lain yang menjadi objek yang dikambinghitamkan. Seolah-olah jika laki-laki mengerjakan pekerjaan rumah adalah hal yang salah dan menyalahi aturan.

Sebenarnya di sekitar kita sudah banyak yang menjelaskan tentang ketersalingan. Bahkan banyak juga keterangan yang tertera di buku-buku tentang pentingnya sikap ketersalingan didalam rumah tangga. Namun tak jarang orang-orang masih menganggap bahwa hal itu adalah sesuatu yang keliru dan tidak sesuai dengan adat. Padahal yang menciptakan adanya adat tersebut ya manusia itu sendiri.

Manusia yang tak mau belajar dari banyak referensi akan menganggap bahwa yang diyakininya selama ini adalah sesuatu yang benar dan yang lain salah. Memiliki keyakinan seperti itu juga tak salah. Tetapi jika keyakinan tersebut malah membuat pihak lain menjadi dilemahkan itu yang harus kita ubah. Salah satunya adalah soal ketersalingan mengerjakan pekerjaan rumah. Baik laki-laki maupun perempuan keduanya sama-sama berhak bertanggung jawab menciptakan lingkungan rumah yang asri, bersih dan nyaman.

Sekali lagi saya merasa bahagia diperlihatkan Tuhan bagaimana kesalingan yang terbentuk di lingkungan tempat tinggal saya. Dari lingkup keluarga saja bapak sudah memberikan contoh. Juga ditambah beberapa tetangga yang telah menerapkan sikap tersebut. Karena pada dasarnya menjalani kehidupan ini selain ingin meraih sakinah mawaddah warahmah, juga perlu menerapkan sikap mubadalah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Agenda Strategis

    7 Agenda Strategis

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Oleh : Jamal Makmur Asmani* Duet KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Chalil Tsaquf adalah duet fakih-intelektual. KH. Miftachul Akhyar adalah sosok ulama yang berpetualang dari pesantren ke pesantren. Beliau berkarir dari bawah. Rais Syuriyah PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Wakil Rais Am, Pejabat Sementara Rais Am, dan akhirnya menjadi Rais ‘Am PBNU. […]

  • Upacara Pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma'arif Jawa Tengah Tahun 2025

    Upacara Pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma’arif Jawa Tengah Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.111
    • 0Komentar

      SAKOMANU – Pada hari Senin, 15 Desember 2025 telah berlangsung dengan hikmat upacara pembukaan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian SAKO Pramuka Pandu Ma’arif Jawa Tengah Tahun 2025. Kegiatan dibuka oleh Ketua PBNU Jawa Tengah, Kakak KH. Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed. (Gus Rozin), selaku pembina upacara pembukaan. Dalam sambutannya, Gus Rozin menyampaikan harapan besar kepada para […]

  • PCNU-PATI

    Filantropi Ramadan

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Ramadan, bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, bukan hanya tentang ibadah dan puasa semata. Ramadan menjadi momentum untuk introspeksi, berbagi, dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin. Salah satu bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah filantropi, kedermawanan, cinta kasih, atau amal kebajikan kepada sesama. Mengapa? Ya, karena manusia tidak sekadar […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid Memakmurkan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.229
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Saya dulu sempat jengkel karena mau salat, tapi masjid digembok. Hal itulah yang melatarbelakangi saya menulis Ketika Masjid Digembok pada Alif.id terbit Kamis 17 Mei 2018. Pada 9 Juni 2018, sebenarnya saya juga sudah nulis di Islami.co berjudul Saatnya Masjid Memakmurkan Masyarakat. Pada tulisan kali ini bukan mengulang, tapi mencoba mengulik dari […]

  • PCNU-PATI

    Ujian Munaqosah MANU Gembong, Kitab Kuning Menu Wajib

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id GEMBONG – Madrasah memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh sekolah lain, yaitu pendidikan agama yang mendalam.  Terlebih, madrasah di bawah naungan NU. Muatan Lokal (Mulok) kitab kuning seperti hal wajib. Inilah yang disampaikan Ali Sholahuddin, Kepala MANU Gembong di sela-sela ujian Munaqosah MANU tahun 2023, Rabu (15/3) pagi.  Pihaknya membuat standarisasi kelulusan dengan mengadakan […]

  • Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    Zakat Produktif Ala Kiai Sahal Didiskusikan

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

     KH. MA. Sahal Mahfudh sebagai seorang ulama besar yang peduli terhadap kesejahteraan umat berpikir dan bertindak untuk umat. Salah satu buah pemikiran Kiai Sahal adalah zakat produktif, yakni zakat yang mampu mengubah orang-orang miskin menjadi sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Pusat Studi Zakat dan Wakaf Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati […]

expand_less