Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Jan 2023
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Chapter 4

“Suami?”

“Iya, dengar, Shanaya. Aku ….”

“Stop! Jangan berani mendekat!”

Kepala Shanaya tetiba terasa berdenyar. Tangannya terkulai lemas bagai pelepah daun pisang yang layu. Kakinya terasa meleot seperti karet gelang dan jantungnya menggelosor sampai ke ujung kaki. Wajahnya yang sepucat kapas masih beradu dengan wajah kusut dan kaku di depannya.

Sebentar … aku seperti tidak asing dengan lelaki ini. Nikhil?

Benak Shanaya berkecamuk. Hippocampus—bagian otak yang bekerja menyimpan memori dalam kepalanya segera bekerja cepat menemukan sebuah informasi. Informasi yang berhubungan dengan nama dan wajah yang tampak tak asing itu. Nikhil. Nikhil Kautsar. Kedua mata Shanaya melebar. Ia tak menyangka akan bertemu lelaki itu di sini. Parahnya lelaki itu mengaku sebagai suaminya. Berbagai pertanyaan terasa tumpang tindih dalam benaknya.

Apakah Ayahnya tak main-main ketika memintanya menikah segera?

Kenapa secepat ini?

Kenapa bisa lelaki ini yang menjadi suaminya?

Apakah ini mimpi?

Shanaya memegangi kepalanya yang terasa berputar seperti Bianglala. 

“Apa kamu Nikhil Kautsar?” tanyanya dengan sisa-sisa kekuatan.

Dahi lelaki itu sedikit berkerut sebelum bertanya balik, “Kamu sudah tahu aku sebelumnya?”

Shanaya masih mampu mengamati wajah itu beberapa detik dengan mulut menganga dan sklera membulat sempurna sebelum akhirnya tumbang. Stok kesadaran dan kekuatan itu akhirnya habis. Shanaya pingsan. Untung kedua tangan kokoh itu segera menangkapnya.

“Shanaya ….”

“Nduk Shanaya ….”

“Kenapa Mbak Sufu?”

————–

“Guanteng buanget, Sha. Dapet aja sih yang bening-bening.”

“Gue gitu loh,” sahut Shanaya jumawa. Tangannya bergerak lincah mengedit sebuah foto di salah satu aplikasi di handphonnya.

“Emang kamu dah izin nyomot foto orang begitu? Nanti kalau dia gak ikhlas kamu jadikan visual ceritamu gimana?”

Ya, selain sibuk sebagai mahasiswi semester akhir di Akademi Kebidanan, Shanaya juga sibuk sebagai penulis. Penulis wattpad dan facebook misterius dengan nama pena Princess Shiny—yang sudah menelurkan banyak novel bergenre romance. Dan sekarang merambah ke berbagai platform berbayar dengan puluhan ribu followers dan unlock minim seribu per buku setiap bulannya.

Menulis sudah menjadi passion yang tak bisa ia tinggalkan begitu saja. Buah dari menekuni hobi kecil itu, ia mendapat penghasilan sampingan untuk menambah uang saku. Dengan uang hasil menulis itu juga Shanaya bisa membantu keperluan sehari-hari Juan, pacarnya. Tak heran, jika Juan begitu berat melepas Shanaya meskipun ia sendiri tak tahu kapan akan menikahi gadis itu.

“Udah izin kok. Dan dia bolehin,” jawab Shanaya.

“Beneran?”

Shanaya mengangguk mantap.

“Dia bahkan udah folback aku.”

“Hah? Serius? Kok bisa? Siapa nama aslinya?”

“Kamu nanyea? Kamu bertanyea-tanyea? Ini rahasia yea?” jawab Shanaya tengil.

Bibir Magda mengerucut. Tapi antusiasnya tetap meletup-letup. Selain sebagai sahabat, ia juga menjabat sebagai reader militan setia Shanaya.

Senyum Shanaya tak henti-hentinya merekah. Ia yakin lelaki dalam foto yang ia download dari aplikasi Instagram akan senang melihat hasil editannya. Ia mengetuk-ngetukkan jari tak sabar menunggu aplikasi bernama “Cancut” itu bekerja.

Mengekspor.

Garis putih itu berjalan di satu persen hingga seratus persen. Lalu sebuah notif muncul. Siap untuk dibagikan. Shanaya beralih pada icon orange keunguan di pojok kiri. Lalu klik stories. Finish.

Dengan segera ratusan viewers nampang di story IG-nya. Ia memekik ketika sebuah nama muncul di sana.

“Dia lihat story aku, Daaaa.” Ia mengguncang bahu Magda. Shanaya histeris. Magda tak kalah histeris ketika melihat sebuah foto dengan sederet nama itu. Nikhil Kautsar. Ingin rasanya Shanaya melonjak-lonjak seperti anak Tk kalau tidak ingat sedang berada di serambi masjid kampus. Shanaya merasa ingin pingsan saat Nikhil mengomentari story-nya.

(Apa nih maksudnya?) tanya lelaki itu.

Jari Shanaya bergetar. Dahinya berkerut.

(Maaf, Kak. Ini supaya halunya readers saya makin lancar. Kakak kan visual tokoh utama saya. Hehe. Kemarin udah izin kan?) send. Tak lama jawaban Shanaya terbaca tapi tak sudah tak ada respon.

“Dia barusan komen. Aaaaaa ….”

“Aaaaaaa … Waaah … dia kepo sama kamu, Sha. Ayo dong kasih tahu aku siapa dia. Mau follow juga nih,” rayu Magda.

“Namanya Nikhil Kaustar. Bentar.”

Jari Shanaya dengan lincah menggulir layar handphone-nya. Lalu mengetik sebuah nama di kolom pencarian. Ada yang aneh. Nama itu tak juga ia temukan. Nikhil Kautsar. Seorang selebgram dengan puluhan ribu followers yang ia daulat sebagai visual tokoh utama dalam cerita yang ia tulis seperti lenyap ditelan bumi. Kemana dia? Shanaya mendadak disergap perasaan tak enak. Sudah berkali-kali ia ketik nama itu tapi tetap saja tak kunjung  ketemu. Ia beranikan mengirim pesan DM seperti sebelumnya.

(Kak Nikhil … gimana dengan kesediaan Kakak mengendorse novel saya?) send.

Tak ada tanda-tanda kehidupan. Shanaya semakin cemas. Benaknya diliputi berbagai syak wasangka.

“Kenapa? akunnya hilang?” tanya Magda seperti mengerti kebingungan sahabatnya. Shanaya mengangguk ragu.

“Coba aku pinjam handphone kamu.”

Shanaya menyambar ponsel milik Magda dan dengan cepat mencari akun sang selebgram di Instagram sahabatnya. Tak menunggu lama akun itu muncul. Foto-foto aesthetic Nikhil Kautsar segera terpampang di sana. Sederet foto terbaru dengan berbagai produk kosmetik ternama memenuhi beranda. Wajah rupawan dengan senyum mengembang saat  memamerkan Lightening Series B  Erl dengan caption “Jagalah hati, jangan kau kotori. Jagalah wajah dengan rangkaian terbaik ini. Bersama B Erl, Mengkilap di wajah dan hati”  menyita perhatian Shanaya. Terjawab sudah prasangka buruk yang sejak tadi menggayuti pikirannya. Tangan Shanaya lunglai. Darahnya serasa mendidih.

“Gue di blokir, Da,” desahnya kesal.

“Ha? Kok bisa? Apa gara-gara llihat foto di story kamu? Bukankah dia udah kasih izin?”

“Itulah, Da. Apa dia sebetulnya nggak paham dengan visual? Nyebelin banget tau. Dia kira aku nggak bisa bayar dia mahal kali ya untuk endorse novel aku kayak B Erl.”

“Emang nggak bisa, ‘kan?”

Magda segera menampar mulutnya sendiri ketika wajah Shanaya berubah murung.

“Aaaarrrggghhh … nyebelin! Dasar belagu. Selebgram sombong bin songong. Aku sumpahin di dapet istri bawel dan bego,” omel Shanaya.

“Amiiiin, Sha. Udah jangan sedih. Ntar ku bantuin download foto-fotonya. Oke?” hibur Magda.

“Bodo ah.”

“Udah ah, Bestieeee. Jangan hanya gara-gara di blokir selebgram itu mood menulismu jadi hancur. Aku sedih nanti kalau update bab-nya jadi lama.” Magda masih tak menyerah.

“Yuk makan siang. Laper nih,” ajaknya sambil memegangi perut yang sejak tadi sudah riuh berdendang. Dengan langkah gontai dan wajah tertekuk, Shanaya akhirnya menerima ajakan sahabatnya menuju Pumanisa.

———

Aroma therapy segera mengerubuti hidung Shanaya begitu matanya terbuka. Kesadarannya mulai terkumpul satu-satu. Awalnya hanya langit-langit berwarna putih yang menyapanya saat mata itu terbuka sempurna. Ia merayap lamban dari balik selimut lalu menemukan sosok itu. Ah, dia—yang tiba-tiba muncul bagai Alien dari luar angkasa.

“Sudah siuman?” Lelaki itu mendekat. 

Shanaya reflek meraba kepalanya. Kemana mukenanya? Untung saja Tita meninggalkan mukena Shanaya di atas meja samping tempat tidurnya. Lalu dengan cepat ia memakainya kembali.

“Kamu ngapain di sini?” tanyanya kesal.

Shanaya masih jengkel lantaran pernah di blokir Nikhil. Ingin rasanya menendang lelaki itu keluar. Ia juga kesal kenapa Bidan Eko membiarkan Alien itu masuk ke RB begitu saja.

Dasar Alien! Ayah, kenapa kau jadikan Alien ini suamiku? Huaaaa … aku benci diaaaa ….

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sebanyak 1.442 calon jemaah haji asal Kabupaten Pati mulai mengikuti manasik haji di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/2/2025). Mereka tampak khidmat mendengarkan arahan dan pembekalan dari para petugas. Wabup Pati, Risma Ardhi Chandra membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji 2025 di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa kegiatan manasik […]

  • PC Muslimat – Hidmat Gelontorkan Rp 42,6 Juta untuk Panti Asuhan di Waturoyo

    PC Muslimat – Hidmat Gelontorkan Rp 42,6 Juta untuk Panti Asuhan di Waturoyo

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pati gelontorkan dana senilai Rp 42.600.000. Uang tersebut diberikan kepada Panti Asuhan Darul Hadlanah, Waturoyo, Margoyoso Pati. Secara simbolis, penyerahan dilakukan sekaligus sebagai rangkaian acara HUT Muslimat NU ke-76 dan peringatan Nuzulul Qur’an, Kamis (21/4) malam tadi. Dengan menggandeng Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (Hidmat) Muslimat NU Pati, […]

  • IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengurus Cabang IPNU/IPPBU melakukan kegiatan sambung silaturrohim alumni. Acara ini dimaksudkan agar hubungan antara pengurus dengan para alumni IPNU/IPPNU senantiasa terhubung. Foto bersama PC IPNU/IPPNU Pati dengan Ummi Nadziroh, salah satu alumni IPPNU Hal ini sangat penting untuk memahami jejak pergerakan organisasi dari masa ke masa. Selain itu, agenda ini bertujuan agar para kader IPNU/IPPNU […]

  • PWNU Intruksikan Shalat Gaib untuk Gus Baqoh

    PWNU Intruksikan Shalat Gaib untuk Gus Baqoh

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengeluarkan Surat bernomor PW.11/228/C/VIII/2019. Surat tersebut meruapak inteuksi untuk melaksanakan sholat ghaib dan tahlil atas wafatnya salah satu ulama Jawa Tengah, KH. Baqoh Arifin Abdul Chamid Kajoran, Magelang. Surat intruksi shalat ghaib untuk Gus Baqoh yang diterbitkan oleh PWNU Jawa Tengah KH. Baqoh Arifin Abdul Chamid atau yang […]

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Jalin Kolaborasi Strategis dengan Unissula: Bahas Beasiswa Bagi Guru, Penguatan Pendidikan, dan Pengembangan SDM

    LP Ma’arif PWNU Jateng Jalin Kolaborasi Strategis dengan Unissula: Bahas Beasiswa Bagi Guru, Penguatan Pendidikan, dan Pengembangan SDM

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Prof. Gunarto, untuk membahas berbagai program strategis serta tantangan dunia pendidikan Ma’arif di Jawa Tengah. Pertemuan ini berlangsung di Kampus Unissula, Semarang, dan dihadiri oleh jajaran pengurus LP Ma’arif beserta pimpinan universitas. Dalam audiensi tersebut, Ketua LP Ma’arif […]

  • Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    Ketika Anak Merdeka Pada Dunianya

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini adalah jadwal saya menulis tentang celoteh yang menjadi rutinitas tiap minggunya. Tiap Jumat maka saya akan menulis tentang kisah yang berkaitan dengan anak-anak. Mengapa saya memilih anak-anak? Sebab mereka adalah makhluk kecil yang masih polos dan kita sebagai orang dewasa yang didekatnya sudah tentu memiliki kewajiban untuk menuntunnya sebagai […]

expand_less