Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Jika Kematian Menjadi Impian

Jika Kematian Menjadi Impian

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
  • visibility 236
  • comment 0 komentar
Kehidupan dan kematian adalah kepastian dan titah Allah bagi semua umat manusia di dunia ini. Kematian merupakan misteri dan momok bagi kebanyakan orang. Tak jarang dari mereka yang lari ketakutan dengan berbagai alasan karena menghindari kematian. Benarkah kematian itu menakutkan, atau justru kematian adalah kenikmatan?Buku karya Prof. Dr. M. Qurasy Shihab ini menjelaskan tentang hakikat hidup dan mati, mulai dari proses penciptaan manusia secara evolutif, bagaimana mewujudkan hidup di dunia ini menjadi bermakna, proses kematian terjadi, hari kiamat, sampai pada paparan bagaimana proses wafatnya nabi Muhammad SAW, dan Khulafa al-Rasyidin dengan wajah manis mereka.
Dalam melihat hakikat hidup dan mati, setiap manusia dan agama pasti berbeda. Nietzsche filosof Jerman kenamaan berpendapat, bahwa hidup di dunia adalah kesusahan, kesengsaraan dan beban yang sangat berat. Ia memandang hidup ini dengan pandangan buram dan pesimistis. Menurutnya, kematian adalah sebuah kegembiraan, karena dengan kematian kita terbebas dari beban hidup yang sangat berat (hal 45-46).Namun, bagi filosof optimistis, hidup di dunia adalah sesuatu yang sangat indah. Hidup adalah sekarang dan di sini, karena setelah mati tak ada kehidupan lagi. Pandangan optimistis seperti ini, menyebabkan mereka terlalu mencintai dan memuja dunia secara berlebihan. Mereka rela diperbudak oleh kehidupan duniawi. Impian hidup mereka adalah mengumpulkan kenikmatan dunia, walaupun mengorbankan nilai-nilai luhur. “ Setiap orang di antara mereka ingin hidup di dunia seribu tahun lamanya”(QS. al-Baqoroh[2]:96). “Mereka menduga bahwa harta yang dikumpulkan dan yang dihitung-hitungnya akan mengekalkan”(QS. al-Humazah [104]:3). Mereka larut dalam perlombaan pengumpulan harta dan kedudukan serta memperbanyak pengikut sehingga dunia melengahkannya (hal 52-53).
Berbeda dengan pendapat di atas, Islam memandang hidup di dunia sebagai lahan untuk beramal baik dan bersifat sementara. Hidup diciptakan agar manusia mampu berlomba beramal baik. Untuk mampu beramal baik dan menciptakan kehidupan berkualitas, Islam mengajarkan manusia untuk memperkaya diri dengan ilmu. Dengan ilmu kita mampu mensinergikan antara potensi  akal, perasaan dan emosi, sehingga mampu memperoleh kesempurnaan dan totalitas dalam hidup, terdorong kepada perbuatan baik, dan terbebas dari kerendahan dan kehinaan dalam hidup. Allah berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ilmuan” (QS. Fatir[35]:28). Rasa takut tersebut dapat mendorong seseorang untuk selalu berbuat baik, karena ia tahu mana yang baik dan mana yang buruk (hal 60-61). Setelah mati, manusia akan dibangkitkan dan memasuki kehidupan akhirat yang abadi. ”Sesungguhnya hari kiamat akan datang. Aku hampir saja menyembunyikannya. Kiamat Aku adakan agar tiap-tiap jiwa yang mukallaf dibalas dengan apa yang ia usahakan” (QS. Thaha [20]:15). Di akhirat, semua manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas amal baik dan buruknya yang telah mereka perbuat ketika di dunia (hal 176). Kehidupan yang berkualitas pada puncaknya akan mengantarkan kita pada proses kematian yang nikmat. Dengan suka hati kita menerima kematian, karena pada hakikatnya kematian adalah perjumpaan kita dengan Allah Sang kekasih sejati. Kematian yang terasa nikmat tercermin pada kematian nabi Muhammad SAW. Ketika akan wafat, Rasul berkata sambil mengarahkan pandangan ke langit-langit rumah: “ Ya Allah, menuju ar-Rafiq al-A’la (menuju Teman yang Tertinggi, Allah SWT)” Kematian yang nikmat juga dirasakan oleh para khulafa ar-Rashidin, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Mereka semuanya menghadapi kematian dengan senyum, penuh rasa cinta dan kerinduan pada Sang Kholiq (249-265). Buku setebal 288 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat muslim. Membaca buku ini, pembaca akan disadarkan bahwa kehidupan dan kematian adalah suatu kepastian. Dengan kesadaran demikian, pembaca terdorong untuk memaknai hidup dengan selalu berbuat amal baik, dan pada akhirnya mimpi untuk merasakan indah dan nikmanya mati akan terwujud ketika ajal telah menyapa.       
           
Judul buku        : Kematian Adalah Ni’mat
Penulis               : M. Quraish Syihab
Penerbit             : Lentera Hati
Tebal                 : 288 halaman
Tahun terbit       : Cetakan 1, April 2013
ISBN                 :978-602-7720-05-3
Peresensi          :R. Andi Irawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Jalin Kolaborasi Strategis dengan Unissula: Bahas Beasiswa Bagi Guru, Penguatan Pendidikan, dan Pengembangan SDM

    LP Ma’arif PWNU Jateng Jalin Kolaborasi Strategis dengan Unissula: Bahas Beasiswa Bagi Guru, Penguatan Pendidikan, dan Pengembangan SDM

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Prof. Gunarto, untuk membahas berbagai program strategis serta tantangan dunia pendidikan Ma’arif di Jawa Tengah. Pertemuan ini berlangsung di Kampus Unissula, Semarang, dan dihadiri oleh jajaran pengurus LP Ma’arif beserta pimpinan universitas. Dalam audiensi tersebut, Ketua LP Ma’arif […]

  • KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Para pememandu Konferensi MWC-NU Kecamatan Margoyoso. Dalam hal ini hadir langsung ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kedua dari kanan)  memimpin jalannya konferensi MARGOYOSO-Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati sukses menggelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru di Ma’had Aly Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen pada Ahad (16/08/2020) mulai pukul 07.30 […]

  • Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Walisongo Kayen mengadakan pemilihan ketua, Kamis (27/10/2022). Kegiatan yang dilangsungkan di halaman Madrasah Aliyah Walisongo Kayen ini mengusung tema “Keraton Mawaska”. Acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala MA Walisongo Kayen, Sunoto, M. Ag. Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah Sunoto menyampaikan bahwa selalu ada suka […]

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • PCNU-PATI

    Puasa setelah Puasa

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kebanyakan orang memandang, memahami, menginterpretasi bahwa puasa ya hanya puasa Ramadan. Ya, benar kalau itu puasa wajib sebagai bagian dari rukun Islam. Namun, sebenarnya banyak puasa setelah puasa, puasa di atas puasa, puasa pasca puasa. Realitasnya, setelah bulan Ramadan yang penuh berkah berlalu, umat muslim di seluruh dunia seringkali berpikir tentang bagaimana […]

  • PCNU-PATI

    Agama Versus Agama

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Dr. Ali Syariati adalah seorang Sosiolog dan Martir yang terbunuh atas perjuangannya menyalakan api revolusi di Kerajaan Syah Pahlevi di Tanah Persia. Api revolusi yang dikobarkannya menyala terang dan berhasil meruntuhkan tembok kerajaan Syah yang sudah berumur ribuan tahun. Namun beliau tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya tersebut dikarenakan kesyahidannya tepat 3 tahun sebelum revolusi. Meskipun […]

expand_less