Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
  • visibility 468
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Ribuan Santri Ponpes Anak-Anak Tahfidhul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah Bermi Gembong menggelar shalat ghaib. Shalat ghaib kali ini ditujukan untuk KH. Maimun Zubair yang tutup usia di Makkah Selasa (6/8) pagi waktu setempat.

Sholat ghaib bersama di PPATQ Raudlatul Falah Bermi yang diikuti oleh santri PPATQ

Shola ghoib yang diikuti oleh segenap santru dan asatidz PPATQ tersebut dilaksanakan di aula PPATQ Raudlatul Falah Bermi pada Hari Selasa (6/8) pagi. Sholat diimami langsung oleh pengasuh PPATQ, Ustadz Noor Shohib. Bukan hanya shalat ghaib para dantri yang masih duduk di bangku MI juga diajak tahlil dan khataman bersama.

PPATQ sendiri secara garis keilmuan memiliki hubungan erat dengan Mbah Moen. Beberapa ustadz yang mengajar di PPATQ merupakan hasil didikan Ponpes Al Anwar yang diasuh oleh Mbah Moen. Salah satunya adalah Pengasuh PPATQ, Ustadz Noor Shohib.

Atas kepergian gurunya, Ustadz Shohib menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Dia mengenang ucapan Mbah Moen saat masih hidup yang begitu mengena justru setelah Mbah Moen wafat.

“Selasa itu hari Allah menciptakan gunung. Gunung itu, kata Allah adalah pasak-pasak bumi, begitu pula orang-orang alim, menjadi paku bumi bagi agama dan masyarakat” tutur Ustadz Shohib menirukan Mbah Moen.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    PC Fatayat NU Pati, mengadakan Festival Rebana Se Kab Pati

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati mengadakan Fastival Rebana Se Kab Pati, atas kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Pati, bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Ahad 3/7 Festival Rebana ini bertujuan untuk melestarikan budaya Islam serta ajang silaturahmi. “Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian dalam harlah Fatayat […]

  • Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    • calendar_month Sab, 5 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan budi pekerti manusia. Lewat pribadi dan sikap yang menawan Muhammad berhasil menyampaikan risalah dari Tuhannya dengan damai. Selain seorang nabi, ia adalah pemimpin yang bijaksana, pengatur strategi perang yang handal, politikus sejati, pebisnis yang sukses dan sebagainya. Sampai-sampai dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pembaca menyelami […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Disiplin dari Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Kiai Sahal Mahfudh yang kita ketahui merupakan sosok ulama yang ‘alim dan faqih dari pelbagai fan keilmuan. Hal ini bisa dilihat dari kiprah beliau selama menjadi Rais ‘Aam PBNU, menjadi Direktur Pengururuan Islam Mathali’ul Falah (PIM), dan menjadi pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Margoyoso Pati. Menunjukkan kalau beliau ‘alim dari pelbagai […]

  • Majalah LTN PCNU Pati Akhirnya Terbit

    Majalah LTN PCNU Pati Akhirnya Terbit

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2014
    • account_circle admin
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Ketika melihat proses pemilihan presiden 9 Juli 2014, kita bisa menyaksikan bagaimana media menjadi alat efektif bagi masing-masing kandidat untuk mensosialisasikan visi-misi dan program-program yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang. Di sisi lain, media juga menjadi alat efektif bagi masing-masing kandidat untuk menyerang, memfitnah dan memprovokasi satu sama lain. Bahkan, bila kita bergeser dalam […]

  • Berkat Koin NU, Ratusan Warga Purwokerto Tayu Dapatkan Kartu Sehat dan Pengobatan Gratis

    Berkat Koin NU, Ratusan Warga Purwokerto Tayu Dapatkan Kartu Sehat dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.224
    • 0Komentar

    PATI — Pengurus Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Purwokerto Timur, Kecamatan Tayu, Pati, menyediakan program khusus pelayanan kesehatan gratis bagi warga setempat. ​Bekerja sama dengan Klinik Pusat Perawatan Luka dan Sunat Modern Anak Sholeh, program tersebut diwujudkan dalam bentuk Kartu Sehat yang praktis. Hingga saat ini, lebih dari 300 warga telah […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

expand_less