Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Islam Ukhuwah Sebagai Ikhtiar Membangun Kesalehan Sosial

Islam Ukhuwah Sebagai Ikhtiar Membangun Kesalehan Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 2 Des 2023
  • visibility 483
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Manusia pada dasarnya adalah satu, tidak ada perbedaan satu sama lain, yang ada adalah hanyalah variasi dari kesatuannya. Namun sayangnya, manusia kini terpilah ke dalam banyak kelompok suku, kelompok, ras, etnik, adat-istiadat, agama, dan negara. Agama yang semula berniat menyatukan manusia yang telah terpilah dalam suku dan nafsu di bawah satu Tuhan dalam sejarahnya, kini memilah manusia dalam kategori mereka dan kami. Sehingga efeknya manusia akan saling menghina dan bertengkar, karena adanya perbedaan suku, adat-istiadat, budaya, dan kelompok.

Sedangkan manusia sebagai makhluk utama sebenarnya hanyalah idealisasi dari nilai agama. Pada esensinya manusia adalah makhluk yang paling lemah. Jika anak ayam begitu lahir langsung bisa melangkah dan berbicara, bahkan manusia sampai umur tertentu harus belajar untuk berbicara dan berjalan dengan tegak. Artinya keutamaan manusia tidak secara serta merta menjadi ciri manusiawi, keutamaan manusia harus diperjuangkan lewat sejumlah pembelajaran baik di ruang sosial maupun di ruang batin. Dengan begitu, keutamaan manusia berada dalam proses kemanusiaannya.

Dalam proses penyempurnaan diri, manusia mengalami banyak hal yang kemudia menentukan jenis kepribadiannya. Namun secara umum manusia mengalami hal yang sama, yaitu ketakutan. Manusia takut sendirian, karena itu dia berteman dan bertetangga. Manusia takut kehilangan apa yang dimilikinya, karena itu dia mempertahankan mati-matian apa yang dimilikinya. Ketakutan itu ditanggapi secara berbeda, ada yang diatasi dengan cara mengemukakan hal-hal yang sebaliknya, ada juga yang diatasi dengan cara mencari relasi-relasi yang menyelamatkan.

Dalam Islam, konsep ukhuwah atau persaudaraan menjadi pondasi utama dalam membangun kesalehan sosial. Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan seiman antara sesama muslim adalah nilai yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Konsep ini mengajarkan pentingnya solidaritas, tolong-menolong, dan kepedulian antara individu dalam masyarakat. Hal ini dimaksud untuk membentuk dan membangun solidaritas antar sesama umat dan terciptanya kesalehan sosial.

Pentingnya ukhuwah dalam Islam tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti saling menolong dalam kebaikan, menjaga persatuan dan kesatuan umat, serta berbagi beban dalam kesulitan. Hal ini juga dimaksud untuk membangun fondasi yang kuat dalam memperkuat hubungan sosial, menciptakan komunitas yang saling mendukung, dan meneguhkan nilai-nilai kebaikan serta kasih sayang di antara sesama.

Melalui ukhuwah, umat muslim diajak untuk mengutamakan kebaikan bersama, menyelesaikan konflik dengan damai, dan mengajak masyarakat untuk saling membantu kepada saudara kita yang membutuhkan baik seiman maupun beda agama dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Maka, dalam praktiknya, dapat tercermin dalam bermacam bentuk, seperti zakat (sumbangan), infaq, sedekah, gotong royong, saling tolong-menolong, dan melakukan bentuk kegiatan dukungan sosial lainnya.

Karena Islam mengajarkan agama dengan penuh kasih-sayang yang rahmatan lil-alamin, tanpa membeda-bedakan atas adat-istiadat, budaya, ras, etnik, suku,budaya, dan latar belakang agama. Hal ini tercermin pada surat al-hujarat ayat 13 yang artinya;

“wahai manusia, sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku, agar kamu saling  mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. (QS; Alhujarat; 13).

Dari terjemahan ayat di atas sangat jelas, bahwa untuk terciptanya suatu kebersamaan dan kesalehan social tentunya antara satu dengan yang lainnya untuk saling mengenal tanpa ada perbedaan latar belakang kesukuan. Dan tentunya akan terciptanya kohesi social Masyarakat yang kuat dan saling bahu-membahu satu sama lain.

Oleh karena itu, dengan memperkuat ikatan ukhuwah, umat muslim diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil, berempati, dan harmonis, serta menjadikan kesalehan sosial sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 0Komentar

    Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi. Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring […]

  • 7 Agenda Strategis

    7 Agenda Strategis

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Oleh : Jamal Makmur Asmani* Duet KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Chalil Tsaquf adalah duet fakih-intelektual. KH. Miftachul Akhyar adalah sosok ulama yang berpetualang dari pesantren ke pesantren. Beliau berkarir dari bawah. Rais Syuriyah PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Wakil Rais Am, Pejabat Sementara Rais Am, dan akhirnya menjadi Rais ‘Am PBNU. […]

  • PCNU - PATI

    Guruku Orang Orang Dari Pesantren

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Guruku Orang-orang dari Pesantren menceritakan perjalanan hidup KH. Saifuddin Zuhri, mulai periode awal pendidikannya di sekitar akhir dekade 1920-an, sampai sekitar tahun 1955, ketika ia telah menjadi salah satu tokoh NU.  Buku ini dibagi menjadi 10 bab, yakni: “Di Ambang Pintu Pesantren”, “Madrasahku cuma Langgar”, “Tokoh-tokoh Pengabdi tanpa Pamrih”, Apresiasi terhadap Rasa Seni”, “Memasuki Persiapan […]

  • Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.320
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama, Kader Pemggerak NU Pati menggelar temu kader di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Ahad (25/1) pagi. Agenda tersebut dihadiri sedikitnya oleh 400 kader penggerak NU. KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), KH. Amir Ma’ruf, (Wasekjen PBNU) dan KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jateng sekaligus […]

  • PCNU - PATI

    Butir-Butir Hikmah Sufi

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Buku ini berisi 200 cerita yang dikumpulkan dari hikmah-hikmah yang bertebaran di berbagai kitab klasik pesantren. Di dalamnya terdapat ratusan ceruta dari para sufi yang memuat nasihat dan petunjuk. Buku ini adalah seri pertama dari tiga seri yang diterbitkan. 

  • NU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    PCNU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menyikapi kondisi menjelang aksi demonstrasi masyrakat 13 Agustus, jajaran Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati mengeluarkan maklumat, Minggu (10/8). Terdapat lima poin maklumat yang ditujukan kepada masyarakat, aparat keamanan, hingga Bupati Pati Sudewo. Dalam pernyataannya, Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, maklumat merupakan hasil rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah di […]

expand_less