Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

 Oleh: Siswanto


Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban.

Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jamaah NU saja, melainkan juga kontribusinya dialamatkan kepada bangsa dan negara. Itu sebabnya eksistensi NU terhadap bangsa dan negara sudah tidak diragukan lagi.

Sudah sangat jelas, bahwa NU merupakan kekayaan bangsa yang tidak ternilai harganya. Pandangan keagamaannya menjadi pilar yang dapat mengukuhkan berdirinya bangsa ini. Tidak melebih-lebihkan pula bila NU dalam sejarahnya yang panjang mampu berperan sebagai kekuatan sosial berbasis agama dengan visi kebangsaan yang kukuh. Salah satu momentumnya adalah pada saat tahun 1984 NU menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final dan Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia. 

Sehingga komitme NU dalam menjaga eksistensi NKRI sudah tidak diragukan lagi, bahkan NU selalu di garda paling depan dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Hal ini tidak berlebihan, mengingat NU dalam sejarah panjangnya selalu konsisten dan mengabdi demi bangsa Indonesia tercinta.

Oleh sebab itu, agar pembangunan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia bisa terbangun dengan baik dan bentuk keharmonisasian masyarakat Indonesia yang majemuk saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain yaitu;

Pertama, secara kodrati manusia diciptakan dengan penuh keberagaman yang tentu akan memantik keberagaman-keberagaman yang lain dalam kehidupannya. Sehingga wawasan akan kemajemukan harus diberlakukan dalam fenomena seperti ini. Dengan demikian, pembangunan manusia di Indonesia harus berdasarkan pada kesadaran kemajemukan karena keberagaman yang dimilikinya.

Kedua, dalam banyak kasus konflik sosial yang bernuansa SARA (suku, agama dan ras) di Indonesia pada dasawarsa belakangan ini disinyalir berhubungan dengan masalah rendahnya penghargaan nilai-nilai kemanusiaan (human values) dan dangkalnya pemahaman terhadapa kemajemukan multikultural.

Ketiga, berdasarkan dari kedua hal tersebut, kesadaran kebangsaan adalah sebentuk perwujudan politik yang diilhami sama cita dan sama cinta terhadap apa yang dimiliki oleh bangsanya untuk tetap senantiasa menjaga keutuhan kehidupan sosial di dalamnya.

 

 Dalam Qanun Asasi Nahdlatul Ulama, Hadharatu Syaikh Hasyim Asy’ari menyatakan:

“Manusia harus bersatu… agar tercipta kebaikan dan kesejahteraan dan terhindar dari bahaya… Persatuan telah mendorong kesejahteraan negara, meningkatkan status rakyat, dan mencapai kemajuan, kekuatan dan kesempurnaan pemerintah.”

Kutipan di atas adalah pesan kemanusiaan atas keprihatinan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari terhadap kondisi masyarakat pada zamannya yang terpecah belah sebab kemajemukan tidak dipahami sebagai anugerah Tuhan. Perbedaan yang merupakan bukti keabsahan kalam Tuhan ditafsirkan dengan serampangan sehingga memantik ketegangan-ketegangan sosial antar sesama anak bangsa. Tidak adanya persatuan dalam tubuh jiwa-jiwa muda Indonesia, telah mengakibatkan bangsa Indonesia semakin sengsara di bawah bendera kolonialisme. Parahnya, saat kolonialisme semakin menancapkan akarnya di bumi Ibu Pertiwi ini, bangsa Indonesia justru terpecah belah dan sibuk sendiri dengan fanatisme suku, golongan, stratifikasi sosial dan pengamalan ajaran-ajaran keagamaan yang semakin memperkeruh keadaan bangsa Indonesia.

Selain konflik eksternal antar sesama anak bangsa, umat Islam sendiri mengalami konflik internal. Rentang konflik keagamaan umat Islam sendiri merupakan dalil ketidakdewasaan pemuka agama sekaligus masyarakat keagamaannya dalam menyikapi ragam penafsiran dan aneka praktik kebudayaan. Perdeaan masalah-masalah parsial (al-masâil al-furû’iyyah) selalu menjadi alasan di balik setiap konflik internal keagamaan umat Islam. Kesadaran akan perlunya persatuan umat Islam, kemudian dilanjutkan dengan pesatuan kebangsaan antar sesama umat beragama di Indonesia, menjadi titik kepekaan Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari untuk mengingatkan bahwa:

“Janganlah hal-hal yang sepele menyebabkan kamu bercerai-berai, bertengkar dan bermusuhan… Serta jangan kamu meneruskan budaya saling bertikai dan mencacai…”

Dari padepokan yang sederhana, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari senantiasa memperhatikan dan mengingatkan para pemimpin dan masyarakat mengenai pentinganya kesadaran kebangsaan sebagi pupuk untuk mewujudkan persatuan. Tidak hanya sebatas kata, Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari juga senantiasa memahat jiwa-jiwa generasi muda dengan tempaan-tempaan kebangsaan agar bangkit dan bersatu melawan praktik-praktik kolonialisme di tanah Ibu Pertiwi.

*Siswanto Alumnus Interdisclipinary iIslamic Studies dan Founder Taman Baca ABATA

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Suasana Rapat Anggita dan Pembukaan Konferensi I IPNU-IPPNU Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. GEMBONG – Pengurus Ranting IPNU IPPNU Wonosekar Gelar Rapat Anggota dan Konferensi I, pada Minggu (23/1). Dalam acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di TK Mekar Sari Desa Wonosekar. Kegiatan tersebut juga serta dihadiri oleh pengurus serta anggota PR IPNU […]

  • PCNU-PATI

    Ratusan Kepala Sekolah Rembug Pendidikan, Ketua PCNU Pati: Madrasah Harus Dapat Perhatian Khusus

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ratusan kepala sekolah dan madrasah di Kabupaten Pati berkumpul dalam kegiatan rembug pendidikan dan penyerapan aspirasi di Aula Hotel Gitrary Pati, Jumat (16/11/2023) siang. Acara ini dihadiri oleh Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Muh Zen. Pada kesempatan itu, Muh Zen mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meminta kepada pemerintah agar […]

  • PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Ketua PCNU Kabupaten Pati K. Yusuf Hasyim menyebut adanya dua kekuatan utama yang dimiliki oleh NU. Dua daya ini jika dimaksimalkan mampu untuk mewujudkan kemandirian umat.  Pertama jamaah dan kedua jam’iyyah (organisasi). Dua komponen ini saling berkaitan erat, sebab, menurut K. Yusuf, jamiyyah tidak akan berjalan tanpa jama’ah. […]

  • Konferensi MWCNU Kec Wedarijaksa

    Konferensi MWCNU Kec Wedarijaksa

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Wedarijaksa menggelar konferensi pergantian pengurus. Penyusunan pengurus baru itu, agar bersama-sama memajukan Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan mampu mengikuti tantangan Zaman. Acara konferensi bertempat di Gedung MWC NU Wedarijaksa,(6/8) Selain itu, MWC Wedarijaksa diharapkan menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik dalam bidang wirausaha, karena di kecamatan tersebut banyak usaha […]

  • FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.717
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang — Upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Tengah semakin diperkuat melalui rencana kolaborasi antara Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Duta Damai Dunia Maya Jawa Tengah. Hal itu terungkap di sela-sela kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melalui FKPT Jawa Tengah Tahun […]

  • LPBI NU salurkan Air Bersih

    LPBI NU salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama menyalurkan Bantuan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan, meliputi kecamatan, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Pucakwangi. Imam Rifa’i mengemukakan meskipun bantuan air bersih ini belum mencakup keseluruhan akan tetapi sedikit banyak sudah berusaha membantu, kami dari Pengurus LPBI NU akan berusaha semaksimal mungkin agar warga Nahdliyin […]

expand_less