Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dunia dalam Genggaman

Dunia dalam Genggaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 4 Nov 2022
  • visibility 243
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Gadget adalah hal yang tak asing lagi ditelinga kita. Benda berbentuk kotak yang bisa dibawa kemana-mana ini, sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup kita. Kita bisa berkomunikasi dengan kawan jauh melalui gadget. Kita mengetahui informasi apapun, dimanapun, dan kapanpun juga melalui gadget.

Dari bangun tidur hingga tidur lagi, yang selalu kita pegang adalah gadget. Mau diakui atau tak, rasanya kita ini sudah kecanduan akan kecanggihan yang diberikan gadget tersebut. Bahkan tak hanya manfaat saja yang bisa kita dapatkan. Keburukan dan bahaya juga turut serta mendampingi jika kita tak waspada dan hati-hati. Karena tak dipungkiri, setiap hal akan selalu diwarnai dengan dua sisi tersebut.

Begitu juga saat kita sedang berada pada posisi ingin menyeimbangkan antara mengasuh anak dan menjalankan aktivitas lainnya seperti membereskan pekerjaan rumah dan semacamnya. Kebanyakan dari kita pasti akan menyodorkan gadget kepada anak. Dengan harapan mereka akan diam dan tak rewel. Pekerjaan kita juga dapat teratasi tanpa ada gangguan si kecil.

Namun seringkali kita melupakan satu hal. Menyodorkan gadget tanpa mendampingi si anak itu termasuk hal yang keliru. Mengapa. Karena anak-anak akan bebas mencari sesuatu yang membuat mereka penasaran. Karena rasa penasaran anak kecil masih tinggi dibandingkan orang dewasa.

Bayangkan jika kita tak turut mendampingi, mereka akan bebas berselancar kemana-mana, bahkan bisa jadi sampai mengunjungi situs yang belum boleh mereka jamah. Alih-alih kita merasa tenang karena anak bisa anteng, justru lambat laun mereka akan semakin liar, jika kita tanpa mengawasi dan mendampinginya.

Sepintas lalu ada cerita saat saya kemarin menemani putri salah satu senior di tempat kerja. Ia disuguhkan gadget oleh ibunya, sedangkan ibunya sedang membahas hal penting bersama dengan koleganya yang lain. Tentu dengan harapan agar anaknya bisa anteng dan tak mengganggu ibunya.

Karena saya sedang tak ada kerjaan apapun, saya mencoba menemaninya berselancar di youtube untuk melihat hal-hal yang membuatnya bahagia. Sesekali saya menggodanya dengan ikut mengusapkan jari dilayar ponsel tersebut. Saya gemas melihat wajahnya yang mungil itu. Kemudian saya mencoba memancingnya dengan berpura-pura tak tau gambar apa yang tengah ia tonton tersebut.

Alhasil dia bercerita panjang dan tak lebar tentang gambar tersebut. Waktu itu ia sedang asyik melihat beberapa video short youtube yang tayang disertai musik. Dia sangat antusias dan begitu fokus menyimak setiap videonya. Dan telah lupa dengan kondisi sekelilingnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Pati.  Dalam memeriyahkan Hari Santri Nasional Kampus IPMAFA mengadakan bedah buku Biografi Intelektual KH MA Sahal Mahfudh, di Auditorium IPMAFA Pati, Sabtu, 21 Oktober 2017 dalam rangka ikut memeriahkan Hari Santri Nasional 2017. “Tantangan santri sekarang dan di masa depan sangat kompleks, lebih berat dari zaman sekarang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meluluhlantakan batas […]

  • 14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    14 Pendekar Wedarijaksa Lolos UKT

    • calendar_month Sen, 23 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Suasana tasyakuran dan wisuda pelatih PAC Pagar Nusa Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pengurus Anak Cabang Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Kecamatan Wedarijaksa menggelar tasyakuran, Minggu (22/8) malam tadi. Kegiatan yang berlangsung di Aula MA Bustanul Ulum Pagerharjo ini dilaksanakan dalam rangka wisuda 14 siswa Pagar Nusa yang telah lolos Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) pelatih.  “Mereka […]

  • PCNU-PATI

    Baru Jalani Diklatsar, Fatimah Langsung Diterjunkan ke Cianjur

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    CIANJUR – Kader Garda Fatayat NU (Garfa) Pati turut serta dalam tim relawan NU Care Lazisnu Jateng. Dia adalah Fatimah, lader Garfa dari Juwana yang diberangkatkan ke Cianjur untuk membantu penanganan bencana gempa bumi.  Fatimah beserta relawan Jateng lainnya berangkat pada Senin (28/11) malam dan mendarat di Cianjur pada Selasa (29/11) pagi.  Padahal, dia beserta […]

  • Twibons Latihan Kader Lanjutan Fatayat NU Kab. Pati

    Twibons Latihan Kader Lanjutan Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 25 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

       1. Klik Link   https://twb.nz/twibonlklfatayatnu 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • Photo by Andrew varnum

    Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan […]

  • Peradaban Minus Manusia

    Peradaban Minus Manusia

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya. “Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman […]

expand_less