Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu yang dibahas tak ada yang disembunyikan, saya bisa tertawa terbahak-bahak, leluasa mengingau apa saja. bahkan membahas kesejahteraan rakyat meski tak sesuai dengan kapasitasnya.

Kami bertemu berempat di tempat yang nyaman, sekaligus banyak keramaian. Sebab ini bulan ramdhan tentu semua tempat makan sudah mempunyai pelanggannya masig-masing. Baik yang lesahan, restoran, sekedar warung makan serba ada sudah pasti banyak orang yang berjubel untuk mencari makan dikarenan seharian sudah menahan lapar dan dahaga.

“Kita milih tempat yang ramai dengan fasilitas lengkap ada musholanya menunya serba lengkap sekaligus yang paling penting adalah tempatnya nyaman”

“Harus itu, soalnya kita jarang ketemu tentu milih tempat yang nyaman untuk mengobrol dan lain sebagaianya. Bercerita perihal aktifitas kita sendiri-sendiri”

Tanpa kita sadari sirine yang menandakan sudah waktunya untuk berbuka puasa sudah berbunyai saling saut menyauti. Saya dan teman karib saya tersebut langsung saja mengambil air minum; sekaligus memakan ta’jil yang sudah disediakan oleh pihak restoran yang saya tempati. Selasai makan ta’jil saya lanjut berbuka dengan menu yang sudah ada. Menu spesial dengan berbagai ragam rasa dan pilihan.

Saya dan Anda tentu pernah mengalami hal yang sama, berbuka bersama dengan teman karib karena sangking asyiknya hingga meninggalkan sholat magrib. Saya pun mengalami hal yang sama; mau beranjak sholat duluan nanti dikira sok suci, atau apalah. Akan tetapi yang pasti bukan itu; melainkan iman saya saja yang masih lemah dan kumat-kumatan.

Sebenarnya perihal kisah tersebut saya mendapatkan cerita dari kebanyakan teman pun seperti itu. Banyak yang buka bersama akan tetapi tak sedikit yang meninggalkan sholat magrib. Bahkan saya ada teman saya dia tak pernah sholat wajib lima waktu akan tetapi ketika puasa dia rutin mengikuti dari mulai dari tanggal satu hingga tiga puluh. Dan itu berlebaran pula; menuju hari kemenangan katanya.

“Mas…mas biar bagaimana pun begitu orang-orang tersebut adalah mahluk Tuhan dan umatnya Nabi Muhammad”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Karakteristik komunitas NU adalah menjadikan Ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) sebagai paham keagamaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Secara simplistik, aswaja mempunyai tiga dimensti, yaitu dalam aqidah mengikuti salah satu dari Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, dalam syari’ah mengikuti salah satu dari empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, dalam […]

  • PCNU-PATI

    Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren […]

  • Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    Kepala Desa Wonosekar Sah Jadi Ketua Ranting NU

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Kabar menggembirakan datang dari Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pasalnya, Muhammad Zaenuri, Kepala Desa Wonosekar terpilih sebagai Ketua Ranting NU desa tersebut melalui musyawarah ranting beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Nur Kholis, ketua ranting periode sebelumnya, naik sebagai Wakil Ketua MWC-NU Gembong. Sedangkan tampuk kepemimpinan dipegang oleh wakilnya. Namun, dalam pemilihan ketua Ranting […]

  • Doa Bersama Sebelum Belajar

    Doa Bersama Sebelum Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Ibtidaiyah Khoiriyah Sitiluhur yang beralamat di Jln. Raya Pati – Gunung Rowo Km.14 Sitiluhur Gembong Pati, setiap kali akan melakukan kegiatan belajar mengajar, setiap murid dan guru-guru dianjurkan untuk doa bersama, membaca shalawat, asma’ul Husna.             “Kami selaku guru akan memberikan sulitauladan yang baik, untuk anak didik kami, terutama dalam menuntut ilmu, maka […]

  • Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    Ansor Pati Mantapkan Kader Penggerak

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Pati, NU Online Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Ahad (19/4). Kegiatan dilaksanakan di Wisma PTPN Jolong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Menurut Ketua PC GP Ansor Pati, Imam Rifa’i, PKL bertema “Membangun Kader Militan yang Berwawasan Kebangsaan” itu bertujuan mempersiapkan kader militan ditingkat pengurus […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

expand_less