Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
  • visibility 976
  • comment 0 komentar

 

Maulana Karim Sholikhin*

Sebagian calon jama’ah haji Indonesia, telah menduduki kota Makkah. Jumlahnya pun tak main-main, tahun ini, 241 ribu kepala diberangkatkan ke tanah haramain. Itu baru lima persen dari jumlah total jama’ah haji seluruh dunia. Bisa dibayangkan betapa crowded-nya di sana.

Urusan ongkos pun tak bisa dibilang merakyat. Meski ‘hanya’ Rp 56 juta, nyatanya banyak muslimin Indonesia yang tidak kuasa membayarnya. Padahal, pemerintah sudah nyaris rugi bandar untuk memberi diskon ONH. Angka itu belum termasuk ongkos wara-wiri dan sangu, lhoh.

Berangkat dari sini, kita sadar bahwa ibadah haji memang ibadah yang melelahkan baik secara fisik, mental maupun finansial. Namun apakah ini menjadi alasan, bahwa semua alumni haramain wajib bergelar “haji” atau “hajjah” seperti yang menjadi tradisi kita.

Bahkan ada sebagian dari mereka (alumni haramain) yang manyun jika tidak diberi embel-embel “haji” atau “hajjah”. Rata-rata dalihnya adalah soal biaya. Sudah bayar mahal-mahal masak nggak dipanggil “haji”.

Benar memang gelar “haji” bisa menambah ‘damage’ di tengah Masyarakat. Namun jika alasannya hanya sebatas gengsi, penulis berani sejajarkan mereka dengan orang-orang rendahan yang membeli ijazah akademik biar kelihatan mentereng. Bedanya, mereka membeli ‘ijazah haji’. Tragis, bukan?

Pesan pamungkas! Pemberian label haji bukanlah keputusan tepat untuk kepentingan spiritual alumni haramain. Sebab, hal itu jelas bisa menyuburkan benih-benih riya dalam diri manusia. Toh apapun gelar kita—mau haji, mau raden, pangeran, professor, doktor—titel terakhir kita adalah Alm. Wallahu a’lam.

*Penulis adalah sekretaris LTN-NU Kabupaten Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri. Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung […]

  • Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    Porsema XII didukung Pemkab Semarang secara Penuh

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Dalam rangka menyambut peserta Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII, Bupati Kabupaten Semarang menggelar Welcom Party Porsema XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam (9/2/2023). Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. M. […]

  • Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

    Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.817
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Semarak bola Indonesia tengah gundah gulana. Kisah-kisah manis Shin Tae-yong terpaksa harus segera menjadi kenangan. Sedangkan nakhoda baru, Patrick Kluivert datang berlapis tuxedo dan berjalan diatas karpet merah bermerk PSSI dengan penuh kepercayaan diri. Self confident seorang Kluivert jelas nampak saat berhadapan dengan Najwa Shihab dalam sebuah wawancara. Meski sesekali […]

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi […]

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    • calendar_month Rab, 1 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Luthfi Karim* Foto : NU Online Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme. Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan […]

expand_less