Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar

 

Maulana Karim Sholikhin*

Sebagian calon jama’ah haji Indonesia, telah menduduki kota Makkah. Jumlahnya pun tak main-main, tahun ini, 241 ribu kepala diberangkatkan ke tanah haramain. Itu baru lima persen dari jumlah total jama’ah haji seluruh dunia. Bisa dibayangkan betapa crowded-nya di sana.

Urusan ongkos pun tak bisa dibilang merakyat. Meski ‘hanya’ Rp 56 juta, nyatanya banyak muslimin Indonesia yang tidak kuasa membayarnya. Padahal, pemerintah sudah nyaris rugi bandar untuk memberi diskon ONH. Angka itu belum termasuk ongkos wara-wiri dan sangu, lhoh.

Berangkat dari sini, kita sadar bahwa ibadah haji memang ibadah yang melelahkan baik secara fisik, mental maupun finansial. Namun apakah ini menjadi alasan, bahwa semua alumni haramain wajib bergelar “haji” atau “hajjah” seperti yang menjadi tradisi kita.

Bahkan ada sebagian dari mereka (alumni haramain) yang manyun jika tidak diberi embel-embel “haji” atau “hajjah”. Rata-rata dalihnya adalah soal biaya. Sudah bayar mahal-mahal masak nggak dipanggil “haji”.

Benar memang gelar “haji” bisa menambah ‘damage’ di tengah Masyarakat. Namun jika alasannya hanya sebatas gengsi, penulis berani sejajarkan mereka dengan orang-orang rendahan yang membeli ijazah akademik biar kelihatan mentereng. Bedanya, mereka membeli ‘ijazah haji’. Tragis, bukan?

Pesan pamungkas! Pemberian label haji bukanlah keputusan tepat untuk kepentingan spiritual alumni haramain. Sebab, hal itu jelas bisa menyuburkan benih-benih riya dalam diri manusia. Toh apapun gelar kita—mau haji, mau raden, pangeran, professor, doktor—titel terakhir kita adalah Alm. Wallahu a’lam.

*Penulis adalah sekretaris LTN-NU Kabupaten Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    Corp Drumband MI Hidayatul Islam Buka Kemah Bhakti Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.560
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyyah (KKMI) Kecamatan Gembong menyambut Hari Santri 2025 dengan Kemah Bhakti. Kegiatan yang dihelat di Lapangan Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati tersebut berlangsung selama dua hari. Dibuka pada Selasa (21/10) siang, ratusan peserta didik dari 17 MI peserta kemah memadati lapangan. Meski cuaca gerimis, namun antusiasme para santri […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi 500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati. Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

    500 Pemudik dari Jobodetabek Disiapi 10 Bus Gratis oleh Pemkab Pati

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    PATI – Para perantau dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang hendak pulang ke Pati, rencananya akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Mereka rencananya difasilitas mudik gratis menggunakan 10 bus. Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pati, Abdul Kharis menjelaskan, mudik gratis ini diperuntukkan bagi 500 perantau.  “Rencanannya tanggal 27 April bus sudah […]

  • Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    Harap Kesuksesan PORSEMA XIII Jateng, Panitia Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Wonosobo – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, panitia penyelenggara bersama pengurus LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo menggelar kegiatan ziarah dan doa bersama pada Selasa (9/9/2025) di Wonosobo. Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para ulama dan tokoh pendidik NU […]

  • Helat Pelatihan Ekonomi Kreatif, Pemdes Bakaran Wetan Rangkul Ansor Pati

    Helat Pelatihan Ekonomi Kreatif, Pemdes Bakaran Wetan Rangkul Ansor Pati

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Penyampaian materi dalam Pelatihan Ekonomi Kreatif Desa Bakaran Wetan bersama Pemdes setempat dan GP Ansor Kabupaten Pati JUWANA. – Pemerintah Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana gelar pelatihan ekonomi kreatif, Jumat (13/8) malam, di Aula balai desa setempat. Pelatihan dengan tema “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Pemuda Bakaran Wetan Berbasis Ekonomi Kreatif” itu dilaksanakan sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah […]

  • PCNU-PATI

    Peringati 1 Abad NU, Ribuan Warga NU Pati Sholawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

    • calendar_month Kam, 23 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Ribuan warga nahdliyin padati Alun-alun Kabupaten Pati, Rabu (22/2/2023) malam. Mereka menghadiri selawatan bareng Habib Ali Zainal Abidin dalam rangkaian peringatan 1 Abad NU yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati. Selawatan itu juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU K.H Zulfa Mustofa, jajaran Forkopimda, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.392
    • 0Komentar

      Semarang – Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural. Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI. Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi […]

expand_less