Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
  • visibility 812
  • comment 0 komentar

Oleh :  Muhammad Rofiq

Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara sendiri merupakan salah satu penyair terkenal dari kalangan Khawarij pada masanya. Lalu seperti apakah kisah mereka berdua.

Alkisah, pada suatu hari Qaba’sara dan beberapa temannya sedang bercengkerama santai di kebun anggur. Mereka pun membahas berbagai hal tentang kehidupan mereka, sampai ketika salah satu temannya membahas tentang perilaku Hajjaj bin yusuf. Seketika itu Qaba’sara menimpali percakapannya seraya  berdoa, “ Ya Allah, Hitamkanlah wajahnya, Penggallah kepalanya dan berilah saya minuman dari darahnya,”. Namun saat itu Qaba’sara tidak tahu bahwa ada seseorang yang diam-diam yang melaporkan doanya ke Hajjaj bin yusuf. Sehingga doanya itu memancing amarah Hajjaj bin yusuf. Setelah berita itu sampai ke telinga Qaba’sara, Hajjaj memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap dan memenjarakan Qaba’sara. Sampai ketika Hajjaj ingin menyiksanya, Hajjaj berkata kepada Qaba’sara, “ Apakah kau, orang yang berdoa seperti yang ceritakan oleh prajuritku ? ”

Qaba’sara pun menjawab, “ Benar, memang akulah yang berdoa seperti itu. Tetapi yang aku kehendaki dari doa itu adalah perasan anggur bukan dirimu,”

Mendengar jawaban Qaba’sara, Hajjaj pun sudah tahu bahwa Qaba’sara hanya pura-pura memalingkan arti doanya itu agar ia tidak terkena hukuman darinya.

Lalu Hajjaj berkata,” Kalau begitu, akan kuikat kau dengan adham,”

Hajjaj menghendaki arti dari “ adham ” adalah tali besi yang sangat hitam. Namun Qaba’sara mencoba memalingkan arti “ adham ” dengan arti kuda hitam dan kuda putih

Qaba’sara pun menjawab ancaman Hajjaj bin yusuf dengan santai,“Kau baik sekali kepadaku, memang biasanya seorang pemimpin sepertiku akan diberi kendaraan berupa  kuda hitam dan kuda putih.

Hajjaj pun geram dengan permainan kata-kata Qaba’sara, Lalu dengan nada emosi Hajjaj berkata, “ Bukan adham yang seperti itu yang ku kehendaki. Namun “adham” yang berupa “hadid” yaitu rantai besi. Lagi-lagi dengan kecerdikan dalam memainkan kata-kata, Qaba’sara memalingkan arti “hadid” kemakna yang lain.Qaba’sara pun menjawaba ancaman Hajjaj, “Memang benar, memang kuda yang cepat larinya lebih bagus daripada kuda yang lambat larinya.

Hajjaj bingung mengahadapi Qaba’sara yang cerdik dalam memainkan kata-kata. Namun ia pun tahu bahwa itu semua hanya tipu muslihat dari Qaba’sara agar ia terbebas dari hukumannya. Hingga akhirnya Hajjaj memerintahkan prajuritnya agar tetap  membelenggu Qaaba’sara. Namun ketika prajutnya ingin membelunggunya Qaba’sara tiba-tiba ia berkata, “ Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya “

Lalu Hajjaj memerintahkan prajuritnya untuk melepaskan dan menghempaskan Qaba’sara ke tanah. Lagi-lagi ketika hendak dilepaskan,  Qaba’sara berkata lagi, “ Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu”. Melihat tingkah laku Qaba’sara, akhirnya Hajjaj pun memutuskan untuk mengampuni Qaba’sara. Setelah kejadian itu, terlihat bahwa Hajja bersikap baik kepada Qaba’sara.[i]


[i] Syekh Yasin Fadani, Husnu Syiyaghoh, (Rembang: Maktabah Al-Anwariyah, Th) hal, 129.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Naharul Ijtima’ merupakan forum silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus dan jama’ah Nahdlatul ‘Ulama yang dilaksanakan setiapsebulan sekali. Nahar artinya siang, sedangkan Ijtima’ artinya pertemuan. Pertemuan ini dilaksanakan pada waktu siang hari, biasanya waktunya ba’dal jum’at.  Kegiatan Naharul Ijtima’ ini sebagai pengganti tradisi Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan pada malam hari. Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai […]

  • Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika. Photo by Abdullah Mukadam on Unsplash.

    Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalihin* Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga bertahun-tahun setelahnya, penulis selalu dihinggapi kegelisahan ketika menjelang peringaan isra’ mi’raj. Hal ini berkaitan dengan rasionalitas para Sahabat Khususnya Abu Bakar RA. Mengapa Abu Bakar percaya begitu saja dengan cerita isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang di luar nalar. Padahal, dilihat dari latar belakang keilmuan, […]

  • PCNU-PATI Photo by ronymichaud

    Air Doa

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Masaru Emoto, profesor air asal Jepang pada tahun 1990-an mealukan uji coba memukau. Pak Prof ini memasukkan air ke dalam beberapa botol dan melabelinya dengan pesan positif dan negatif, lalu ia memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Botol air yang ditempel dengan pesan positif (terimakasih, cinta, wa akhowatiha) kristalnya menjadi lebih indah […]

  • PCNU-PATI

    Pj Bupati Pati Ajak Pelajar NU Teladani Rasulullah

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro berkesempatan menjadi pemateri wawasan kebangsaan pada kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Margoyoso, Selasa (27/12/2022). Acara yang berlangsung di SMK Cordova Kecamatan Margoyoso itu diikuti oleh para palajar NU […]

  • PCNU-PATI

    Daun Yang Jatuh Tak Membenci Angin

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Kehadirannya bagai seorang malaikat bagi keluargaku, dimana dia merengkuh ibu dan juga adikku dari kehidupan kelam hidup di jalanan yang miskin dan nestapa. Dia memberikan kebutuhan yang kami butuhkan baik itu makan, tempat berteduh, sekolah, dan juga janji-janji di masa depan yang lebih baik. Sungguh merupakan malaikat yang diberikan langit untukku, juga memberikan kami kasih […]

  • Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Pati. Serangkaian acara kegiatan Konferensi Cabang IPNU dan IPPNU salah satunya yaitu bedah buku bertajuk Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren, dengan menghadirkan dua narasumber Abdullah Hamid Pengurus IPNU Wilayah Jawa Tengah dan Farid Abbad Sekretari Lakpesdam NU Pati, 29/4 kemarin. Sudah tak diragukan lagi bahwa pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara […]

expand_less