Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Kemenangan dan Keuntungan

Kemenangan dan Keuntungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
  • visibility 437
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Sepekan lagi kita selesai menjalani ibadah puasa. Mengendalikan segala, memperbanyak ritual-ritual mulia dengan maksud dan tujuan agar saya dan Anda di ampuni segala dosa. Hampir sebulan penuh saya dan Anda berperang, melawan keinginan, mengedepankan kemuliaan dan memperbanyak berbagi rizki baik secara terang-terangan atau pun dengan sembunyi-sembunyi.

Biasanya sepekan menuju kemenangan ada sesuatu yang tak biasa; setiap orang telah menjadi sibuk, bahkan saya dan Anda pun mengalami hal serupa. Berlomba-lomba untuk menjadi dermawan kepada sanak famili atau pun kepada tetangga sekitar rumah, teman sekantor, kolega kerja dengan berburu diskonan kuker atau pun sirup dan minuman yang murah meriah. Ada yang dibungkus dengan kardus lebaran atau pun totebag yang bertulisankan menuju kemengan.

Saya pernah ditanya seorang teman, kenapa kita berubah dermawan dan loman ketika menjelang lebaran saja dan itu pun setahun sepisan; atau kah kita tersadarkan ketika di musim lebaran saja, yang sebelumnya telah bertirakat dengan berpuasa, baik puasa menahan lapar dan dahaga, menahan rasan-rasan dan keinginan.

Selain itu, pernah juga saat selepas melaksanakan berbuka bersama-rekan-rekan ada salah satu teman saya yang nyeletuk tepatnya bertanya dengan menggelitik hati dan pikiran saya dan Anda.

“Pernahkah kalian mengangan-angan kita berbuka puasa dan menyiapkan segala pernak-pernik menjelang lebaran, kita belanjanya bukan kepada orang yang se iman dengan kita, kepada orang yang tak menjalani ibadah puasa seperti kita,”

“Berarti kita yang berpuasa, mereka yang bahagia, kita yang menuju kemengana merayakan lebaran mereka yang mendapatkan keuntungan, bener begitu?”

Setelah saya menyimak apa yang telah diungkapkan oleh teman saya tersebut, memang benar adanya. Sebab selama ini yang terjadi begitu. Kita lebih bangga membeli kue bermerk atau pun dengan kemasan yang bagus dari pada membeli kue buatan tetangga kita, teman kita dan saudara kita. Toh apabila kita membeli kue buatan dari tetangga kita, jika ada keuntungannya adalah untuk biaya sekolah anak-anaknya dan buat kebutuhan harian, selain itu apabila ada kumpulan yasinan, tahlilan, iuran rukun tetangga atau pun rukun warga keuntungannya juga dari jualan tersebut.

“Mas…mulailah dari diri sendiri, jangan banyak menasehati, sebab saya dan Anda tentu sudah over nasihat, mulai hari jumat, kultum, dan pengajian-pengajian yang saat ini sangat dibutuhkan adalah suritauladan mempraktikkan dari pada khotbah-khotbah kebaikan”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Canda Tawa Rasulullah

    Canda Tawa Rasulullah

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Kita bisa bayangkan rumah yang lampu penerangnya redup dengan rumah yang terang, pasti akan mempengaruhi semangat hidup penghuninya. Maka, senyum dan sedikit tawa riang benar-benar menjadi sebuah kebutuhan bagi umumnya manusia. Para ulama mantiq mengatakan” Manusia adalah merupakan hewan yang bisa tertawa.”             Dari makolah di atas dapat di simpulkan tertawa adalah cirri khas manusia […]

  • Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dan masih banyak yang berfikiran bahwa masalah sosial adalah kehendak Tuhan atau dalam bahasa agamanya disebut taqdir. Kita tidak bisa menghindari istilah taqdir karena istilah tersebut sudah popular di kalangan umat Islam. Jika ada masalah muncul yang sulit untuk diatasi, maka itu kehendak Tuhan atau taqdir. Jadi, peran Tuhan […]

  • Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

    Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Soal Lailatulqadar atau Lailatul Qadar, telah saya tulis sejak dulu. Dimulai dari Lailatul Qadar Momentum Perubahan (2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (2018), dan Misteri Lailatul Qadar (2024). Namun, saya masih penasaran dan belum benar-benar merasakan dan mengetahui terjadinya Lailatul Qadar. Dalam berbagai kesempatan kita pasti sudah paham bahwa Lailatul Qadar adalah malam […]

  • Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Anak Cabang Fatayat Kecamatan Gembong melakukan konsolidasi rutin bertempat di rumah sahabat Siti Nur Aisyah Desa semirejo, Ahad 5/6 kemarin “Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PAC Gembong dan ketua Ranting sekretaris dan anggota Fatayat se kec. Gembong” jelas Munfarihah Ketua PAC Gembong Lanjutnya Kegiatan PAC Fatayat Gembong sudah berjalan ke sekian kalinya d […]

  • Photo by Nouman Younas

    KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 818
    • 0Komentar

    Oleh. Natasya Avnal Maulida Siapakah KH Sirodj Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen. Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. Photo by sam sul on Unsplash.

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan. Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren […]

expand_less