Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Memahami Bahasa Anak

Memahami Bahasa Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
  • visibility 366
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pada minggu yang lalu, saya membantu ibu mempersiapkan hidangan untuk menyambut teman-teman bapak yang hendak singgah ke rumah. Mereka datang dari kota seribu candi, berniat ziarah ke makam salah satu wali yang ada di kota kelahiran saya ini. Dibalik kesibukan didapur, keponakan saya Tsania tiba-tiba merengek minta ditemani belajar membaca. Maklum semenjak saya perkenalkan pada buku yang diberikan cuma-cuma oleh seseorang yang saya cintai, ia lebih sering datang ke rumah untuk sekedar dibacakan cerita. Ia begitu antusias dan sesekali ia akan menirukan apa yang saya baca.

Namun berbeda dengan minggu kemarin. Saya telah mengecewakannya. Saya dihadapkan pada dua pilihan yang keduanya sama-sama penting. Janji saya untuk senantiasa sigap saat ia menginginkan sesuatu, telah saya ingkari. Saya mengesampingkan keinginannya dengan memilih membantu ibu. Tampak raut kekecewaan pada wajah mungilnya. Sebab tak hanya sekali ia menghampiri saya dengan maksud untuk dibacakan sebuah cerita.

Sampai tulisan ini dibuat, saya menyadari pada saat itu saya telah melupakan satu hal. Bahwa anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Tsania tak seharusnya saya paksa untuk memahami kondisi dan situasi yang sedang terjadi. Andai saya punya mesin waktu seperti miliknya doraemon, pasti saya akan memutar waktu itu kembali. Mengiyakan ajakannya dan menemaninya belajar. Meski saya menolak dengan memberikannya alasan yang sangat logis, tetapi baginya penolakan adalah sebuah penolakan.

Setelah kesibukan didapur selesai, saya mendekatinya dengan maksud ingin meminta maaf dan mengajaknya bercerita.  Namun diluar dugaan saya, ia mengalihkan pandangan dan memilih untuk tetap bermain dengan sepupu yang lain. Saya memaklumi sikapnya yang berubah menjadi dingin itu. Lantas saya membiarkannya terlebih dahulu agar kembali pulih pada kondisi normal. Kemudian setelah ia selesai bermain, saya mengajaknya kembali berbicara.

Saya menjabarkan perihal kesibukan tadi dan ia hanya berdiam diri. Setelah saya selesai berbicara, rupanya ia tertidur. Barangkali apa yang telah saya sampaikan baginya adalah sebuah dongeng pengantar menuju alam mimpi. Bagi saya semua anak-anak memang begitu. Jika ia menginginkan sesuatu, maka hal itu akan selalu diutamakan. Hanya setelah ia merasa jenuh dan bosan, maka sesuatu itu akan dilepaskannya. Tak melulu soal mainan. Makanan dan berbagai hal lainnya pun juga begitu.

Kita yang dianggap sudah dewasa sebaiknya mampu menempatkan posisi sebagai teman sekaligus orang tua untuk anak. Menjadi teman saat anak butuh lawan main untuk bermain dan belajar, sedang menjadi orang tua saat anak butuh bimbingan dan pendampingan. Sebab dari kedua hal ini bukanlah menjadi sebuah pilihan yang harus dipilih salah satu dan meninggalkan yang satunya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

    Alumni Haramain yang Membeli ‘Ijazah Haji’

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

      Maulana Karim Sholikhin* Sebagian calon jama’ah haji Indonesia, telah menduduki kota Makkah. Jumlahnya pun tak main-main, tahun ini, 241 ribu kepala diberangkatkan ke tanah haramain. Itu baru lima persen dari jumlah total jama’ah haji seluruh dunia. Bisa dibayangkan betapa crowded-nya di sana. Urusan ongkos pun tak bisa dibilang merakyat. Meski ‘hanya’ Rp 56 juta, […]

  • Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    Mengenal Lebih Dekat Sosok KH Maimoen Zubair

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    KH. Maimoen Zubair merupakan sosok kiai yang ‘alim, faqih, relegius, dan pemersatu bangsa. Kiai Maimoen Zubair juga merupakan mata air keteladanan. Ulama karismatik ini membaktikan seluruh hidupnya untuk santri dan pesantren. Mbah Maimoen, demikian sapaan akrabnya beliau, begitu telaten dalam mendidik santri-santri yang datang dari berbagai penjuru negeri. Ia tak sekedar mengajar, tetapi juga menjadi […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Nga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,” ucap lelaki berkacamata terbata—santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • PCNU-PATI

    MA Salafiyah Kajen Gelar Unjuk Kinerja dan Kreativitas Peserta Didik

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Peserta didik MA Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, gelar unjuk kinerja dan kreativitas dengan menampilkan silat Pagar Nusa, Karya Ilmiah, riset, bahasa Arab, bahasa Inggris, baca Kitab, tata boga, tahfiz, pramuka, dan puisi.  Kegiatan dilaksanakan setelah Penilai Akhir Tahun (PAT) semester genap tahun ajaran 2022/2023 selama sembilan hari mulai tanggal 12-21 Juni 2023 […]

  • PCNU-PATI

    Sekolah sebagai Parenting Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sekolah pada dasaranya merupakan tempat untuk belajar-mngajar antara guru dan murid. Sehingga sekolah identik dengan tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, sudah semestinya sekolah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan mengekspresikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran peserta didik. Sedangkan proses pendidikan baik formal maupun non-formal pada dasarnya memiliki […]

  • Pesantren Mislakhul Muta'allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    Pesantren Mislakhul Muta’allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Pemalang – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 3 terlaksana di Pesantren Mislakhul Muta’allimin Karangtengah, Warungpring, Kabupaten Pemalang, Ahad (9/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pemalang Abdul Khalim mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pemantik untuk memajukan Lembaga […]

expand_less