Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Melihat dengan Cinta

Melihat dengan Cinta

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
  • visibility 403
  • comment 0 komentar

Beberapa hari yang lalu saat saya pulang dari bekerja, ada notifikasi pesan whatsapp masuk. Sejenak saya diamkan karena harus mandi dan lainnya. Setelah agak luang, saya mencoba membuka pesan tersebut. Ternyata dari bulek (adiknya bapak) yang mengirimkan sebuah video.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang mubaligh tengah memberikan ceramah berupa nasihat agar tak menyimpan dendam sebab sakit hati. Saya mengamini apa yang disampaikan sang mubaligh tersebut. Kita sebagai manusia pasti pernah merasakan sakit hati. Entah karena cinta yang bertepuk sebelah tangan, didzolimi oleh orang-orang yang ingin mendapat jabatan atau karena dipaksa menurut perintah orang tua atau karena hal lainnya. 

Sakit hati adalah sebuah penyakit. Jika dibiarkan maka akan menggerogoti hati yang dapat menimbulkan rasa benci dan berkembang menjadi sebuah dendam. Saat sedang mengalami sakit hati, maka yang patut kita lakukan adalah menerima keadaan se-apa adanya dan belajar ikhlas serta legowo. Jika kita tak menyadari hal ini, maka yang terjadi adalah sengsara dikemudian hari.

Video yang berdurasi hampir satu menit tersebut, saya simak dengan seksama. Tampaknya materi yang disampaikan akan senantiasa relevan sepanjang masa. Penyebab sakit hati adalah kepercayaan yang terlalu tinggi akan angan yang kita ciptakan sendiri. Cobalah mengerti dan memahami bahwa manusia tercipta dengan berbagai macam rupa, karakter, dan kepribadian.

Saya teringat sebuah cerita. Waktu itu ibu tengah menasihati saudara saya yang beberapa hari terakhir ini menginap di rumah. Tak hanya ibu, paman, nenek semua ikut terlibat memberikan nasihat. Karena sudah jenuh dengan laporan tetangga tentang kelakuan saudara saya ini. Tampaknya nasihat yang diberikan hanyalah dianggap semacam angin semata. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sebab saking seringnya nasihat yang diutarakan, namun tindakan tak juga kunjung ada perubahan.

Diwaktu yang lain, ibu tengah berbicara saat saya dan adik tengah bersantai didepan televisi. Ibu bercerita panjang lebar tentang kenakalan-kenakalan yang dibuat oleh saudara kami tersebut. Meski menurut saya kenakalannya terlihat biasa saja, seperti pulang larut malam, sering menongkrong di warung kopi, tapi hal itu membuat ibu dan keluarga yang lain merasa tak nyaman sebab saban hari selalu ada tetangga yang melapor.

“Orang kalau sudah membenci sesuatu, sampai kapanpun akan tetap seperti itu. Tak ada kebaikan dalam pandangan orang yang membenci.”

Kurang lebih begitu terjemahan apa yang diucapkan adik. Jelas saya kagum padanya. Dia yang baru menginjak usia anak belas tahun sudah pandai dan lantang berucap seperti itu.

Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah pandanglah sesuatu dari kacamata cinta. Menyadari bahwa sakit hati adalah sebuah penyakit, maka untuk menyembuhkannya adalah dengan diobati. Saat sedang membenci sesuatu, usahakan hanya sementara waktu. Jangan biarkan berlarut-larut. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Gus Yahya Sebut Kongres IPNU XX - IPPNU XIX Kongres Traktiran

    Gus Yahya Sebut Kongres IPNU XX – IPPNU XIX Kongres Traktiran

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Pimpinan Pusat IPNU XX – IPPNU XIX bangga dengan adanya suport dari PBNU. Berdasarkan tutur Ketum IPMI Aswandi bimbingan dan suport sangat terasa dari Rapimnas, Prakongres, Kongres dari PBNU.Pimpinan Pusat Bangga, Kongres Ditraktir PBNU Pimpinan Pusat bangga dengan adanya suport dari PBNU. Berdasarkan tutur Aswandi bimbingan dan suport sangat terasa dari Rapimnas, Prakongres, Kongres dari […]

  • PCNU - PATI

    Fihi Ma Fihi

    • calendar_month Sen, 18 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Buku ini berisi 71 pasal, hasil terjemahan dari buku aslinya dalam bahasa arab yang berjudul “Kitab Fihi Ma Fihi”. Membaca buku ini membuat kita berfikir dengan jalan fikiran Rumi, yang Indah namun dalam untuk diselami. Rumi mengantar kita pada kebijaksanaan dengan melihat segala sesuatu mulai dari sebabnya, bukan dari apa yang ditimbulkan oleh sebab itu […]

  • Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Jumat (29/4) di Gedung NU, Pati. Laporan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima secara langsing juga oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim. “Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 baru saja kami serahkan kepada […]

  • Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19 GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini.  Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan […]

  • Kitab Idzonatun Nasyiin

    Kitab Idzonatun Nasyiin

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Kitab Idhotun Nasyiin berisi bimbingan yang masih relevan untuk generasi muda muslim ‘jaman now’. Berbagai nasehat ditulis dalam kitab ini. Dengan harapan menjadi manusia seutuhnya, berhiaskan akhlaq terpuji dan mengerti permasalahan yang dialami bangsa. Dalam menyajikan kajian kitab klasik ini, redaksi menggunakan panduan kitab yang sudah diterjemahkan oleh H.M. Fadlil Said An-Nadwi pada tahun 1421 […]

  • Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Fanspage atau halaman facebook NU Pati mampu mendapatkan 4,5 ribu penyuka hanya dalam waktu satu bulan. Halaman facebook milik PCNU Kabupaten Pati ini baru dibuat pada 16 Juli 2019 silam. Dan dalam waktu satu bulan saja telah mampu memikat 4500 lebih pengguna facebook untuk memberikan jempolnya. Halaman facebook PCNU Pati yang mengangkat title NU Pati […]

expand_less