Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menyemai Generasi Berkarakter

Menyemai Generasi Berkarakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
  • visibility 374
  • comment 0 komentar
Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Namun, justru akan menjadi bencana demografi (demographicdisaster) jika mutu pendidikan tidak kunjung berkualitas. Untuk itu, tugas bersama adalah menyiapkan momentum dan kesempatan tersebut untuk menjadi bonus demografi melalui pembenahan sistem pendidikan nasional, mencakup kurikulum, SDM guru, fasilitas dan sebagainya.
Menurut Mohammad Nuh dalam bukunya yang bertajuk “Menyemai Kreator Peradaban” hal krusial yang harus segera dipersiapkan dan dibenahi adalah perihal kurikulum. Selama ini, kurikulum yang ada lebih menekankan kompetensi intelektual peserta didik, sehingga hasil atau out put dari lembaga pendidikan dirasa miskin moralitas dan nilai spiritualitas. Oleh karena itu, ia menekankan, bahwa seharusnya kurikulum yang menjadi dasar pembelajaran harus mengembangkan tiga kompetensi pada peserta didik, yaitu kompetensi intelektual (pengetahuan), kompetensi sikap (afektif), dan kompetensi keterampilan (psikomotor.
Ketiga kompetensi di atas menurut Mohammad Nuh memiliki dasar keagamaan yang jelas, dan sesuai dengan trilogi pembelajaran tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Tilawah merupakan domain indrawi, yaitu memberikan bekal kepada peserta didik kemampuan membaca ayat-ayat Allah, termasuk fenomena alam dan sosial yang kasatmata (keterampilan). 
Tazkiyah merupakan domain hati nurani, yaitu membekali peserta didik dengan kepekaan akan nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan kemulian (sikap). Dan ta’lim adalah domain rasio, yaitu membekali peserta didik dengan kemampuan melihat sebab akibat yang bersifat fisik atau non fisik dengan menumbuhkan logika berfikir berdasarkan kaidah keilmuan (pengetahuan). Trilogi pembelajaran ini selaras dengan 4 konsep dasar pembelajaran Jacques Delors, ketua komisi internasional UNESCO untuk pendidikan abad 21, yaitu Learning to know denganta’lim, lerarning to do dengan tilawah, dan learning to live dan learning to be dengantazkiyah. Dengan internalisasi tiga kompetensi tersebut peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi yang berkarakter.
Menurut Mohammad Nuh nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada peserta didik adalah nilai kejujuran, sabar dan kerja keras, kasih sayang dan kepekaan sosial, syukur, cinta ilmu, zuhud, optimisme, toleransi, kepekaan sosial, entrepreneur, kemandirian, nasionalisme, dan ketaatan kepada agama. Internalisasi nilai-nilai karakter tersebut dapat dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation). Lebih dalam lagi penulis buku ini memberikan lima langkah agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan efektif. Pertama, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai transfer of knowled, tetapi juga meliputitransmission of cultural values and social norms. Kedua, peran guru dan dosen harus berfungsi sebagai rule model. Ketiga,perlunya meleburkan nilai-nilai moral yang relevan di semua mata pelajaran dan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kulikuler. Keempat,membangun kultur sekolah yang bersumber dari budaya yang ada sebagai media yang kondusif untuk membentuk karakter. Kelima, perlunya kerja sama sekolah, rumah, media massa, dan lembaga-lembaga social lainnya untuk sama-sama berperan membendung arus karakter negatife dan membangun karakter positif bagi semua anak bangsa.
Dengan melakukan revolusi sistem pendidikan nasional melalui kurikulum berbasis pada trilogi pembelajaran, nilai-nilai karakter, dan kerja sama antar pihak, ke depan (100 tahun Indonesia merdeka) bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan cerdas, sebab memiliki generasi-generasi yang unggul dan berkarakter. Menurut Mohammad Nuh, bangsa yang cerdas memiliki beberapa ciri. Pertama, masyarakatnya memiliki cara berfikir terbuka (open mind). Kedua, efektif dalam pembiayaan (cost effectiveness), yaitu biaya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah sangat murah, baik biaya ekonomi, sosial, dan politik. Ketiga, selalu menjaga harkat, martabat, dan patuh dengan pranata hukum. Keempat, kebiasaan tepat waktu, sebab keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada bagaimana seseorang menghargai waktu.
Melalui bukunya ini, Mohammad Nuh mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama bahu membahu membenahi sistem pendidikan nasional yang selama ini dirasa belum berhasil mencerdaskan generasi bangsa. Melalui renungan-renungannya perihal tawaran konsep pendidikan karakter, penulis berharap semua elemen masyarakat sadar dan mau bergerak secara massif untuk berupaya secara sistematis mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter. Oleh karena itu, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca, dikaji dan direnungkan oleh siapapun, terutama warga nahdliyin.  
Judul               : Menyemai Kreator Peradaban
Penulis             : Mohammad Nuh
Penerbit           : Penerbit Zaman
Terbit               : 2013
Halaman          : 300 hlm
ISBN               : 978-602-17919-3-6
Harga              : Rp. 40.000
Peresensi         : Andi As Syarqowy

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    Pemkab – PCNU Gelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, memberikan sambutan dalam Istighosah Bersama Ulama Umaro Kab. Pati (dok. ltnnu) PATI-Pemerintah Kabupaten Pati bersama PCNU Kabupaten Pati kembali menggelar Istighosah Bersama Ulama dan Umaro. Kegiatan yang dilaksanakan rutinan setiap dua bulan sekali ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (22/08/2019) malam. Dari unsur ulama, hadir kiai dan ulama dari seluruh […]

  • Pelantikan PAC Fatayat NU Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Winong

    • calendar_month Jum, 27 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Pati.Pelantikan Pimpinan Ranting dan Rapat kerja Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Winong  Masa Khidmad 2017-2021, acara tersebut bertempat di Aula  Madrasah Tarbiyatul Banin Pekalongan Winong, 21/9 kemarin. Dengan menghadirkan tamu undangan yang meliputi Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati, Camat Winong, Kapolsek Danranil, Ketua MWCNU Winong beserta Banom-banomnya, total keseluran yang menghadiri 185 orang. Sedangkan […]

  • Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

      Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis Pati 9 Maret 2021 Dalam rangka memperingati harlah ke 71 thn Fatayat NU  Pati. ajak kader Fatayat Pelatihan desain grafis untuk meningkatkan publikasi Fatayat. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 berlokasi di gedung PCNU Pati  lt 3 di bimbing langsung oleh […]

  • Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.306
    • 0Komentar

      PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menanggapi beredarnya video viral yang menunjukkan aksi tidak terpuji sekelompok anak-anak dan remaja saat pelaksanaan ibadah salat di masjid. ​Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat. Mirisnya, imam salat pun tak luput dari aksi jahil tersebut. ​Video […]

  • MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 811
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025). Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa […]

  • PCNU PATI - Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    Ketum IPPNU: Indonesia Patut Berbangga Memiliki IPNU IPPNU

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketua Umum PP IPPNU, Nurul Hidayatul Ummah dalam sambutanya di pembukaan Kongres IPNU XX – IPPNU XIX pada Jumat (12/8/2022) mengungkapkan bahwa kader IPNU IPPNU dapat menjadi kader yang berkualitas dan layak menjadi penerus generasi organisasi NU ke depan. Apalagi, dengan dibarengi dukungan pemerintah diharapkan IPNU IPPNU tidak menjadi duri sendiri sehingga menjadi […]

expand_less