Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menyemai Generasi Berkarakter

Menyemai Generasi Berkarakter

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
  • visibility 328
  • comment 0 komentar
Di tengah berbagai krisis multidimensi yang melanda, bangsa Indonesia wajib bersyukur, sebab pada periode 2005-2035 telah dikaruniai Allah populasi usia produktif yang luar biasa besar dan belum pernah dialaminya sejak Indonesia merdeka. Jumlah populasi produktif tersebut akan menjadi nikmat berupa bonus demografi (demographic dividend), dan dapat menjadi momentum serta peluang untuk menyongsong 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045. Namun, justru akan menjadi bencana demografi (demographicdisaster) jika mutu pendidikan tidak kunjung berkualitas. Untuk itu, tugas bersama adalah menyiapkan momentum dan kesempatan tersebut untuk menjadi bonus demografi melalui pembenahan sistem pendidikan nasional, mencakup kurikulum, SDM guru, fasilitas dan sebagainya.
Menurut Mohammad Nuh dalam bukunya yang bertajuk “Menyemai Kreator Peradaban” hal krusial yang harus segera dipersiapkan dan dibenahi adalah perihal kurikulum. Selama ini, kurikulum yang ada lebih menekankan kompetensi intelektual peserta didik, sehingga hasil atau out put dari lembaga pendidikan dirasa miskin moralitas dan nilai spiritualitas. Oleh karena itu, ia menekankan, bahwa seharusnya kurikulum yang menjadi dasar pembelajaran harus mengembangkan tiga kompetensi pada peserta didik, yaitu kompetensi intelektual (pengetahuan), kompetensi sikap (afektif), dan kompetensi keterampilan (psikomotor.
Ketiga kompetensi di atas menurut Mohammad Nuh memiliki dasar keagamaan yang jelas, dan sesuai dengan trilogi pembelajaran tilawah, tazkiyah dan ta’lim. Tilawah merupakan domain indrawi, yaitu memberikan bekal kepada peserta didik kemampuan membaca ayat-ayat Allah, termasuk fenomena alam dan sosial yang kasatmata (keterampilan). 
Tazkiyah merupakan domain hati nurani, yaitu membekali peserta didik dengan kepekaan akan nilai-nilai kebaikan, kebenaran dan kemulian (sikap). Dan ta’lim adalah domain rasio, yaitu membekali peserta didik dengan kemampuan melihat sebab akibat yang bersifat fisik atau non fisik dengan menumbuhkan logika berfikir berdasarkan kaidah keilmuan (pengetahuan). Trilogi pembelajaran ini selaras dengan 4 konsep dasar pembelajaran Jacques Delors, ketua komisi internasional UNESCO untuk pendidikan abad 21, yaitu Learning to know denganta’limlerarning to do dengan tilawah, dan learning to live dan learning to be dengantazkiyah. Dengan internalisasi tiga kompetensi tersebut peserta didik diharapkan dapat menjadi generasi yang berkarakter.
Menurut Mohammad Nuh nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada peserta didik adalah nilai kejujuran, sabar dan kerja keras, kasih sayang dan kepekaan sosial, syukur, cinta ilmu, zuhud, optimisme, toleransi, kepekaan sosial, entrepreneur, kemandirian, nasionalisme, dan ketaatan kepada agama. Internalisasi nilai-nilai karakter tersebut dapat dilakukan dengan dengan dua cara, yaitu keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation). Lebih dalam lagi penulis buku ini memberikan lima langkah agar pendidikan karakter dapat berjalan dengan efektif. Pertama, perubahan paradigma dalam sistem pendidikan. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai transfer of knowled, tetapi juga meliputitransmission of cultural values and social normsKedua, peran guru dan dosen harus berfungsi sebagai rule model. Ketiga,perlunya meleburkan nilai-nilai moral yang relevan di semua mata pelajaran dan kegiatan kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra-kulikuler. Keempat,membangun kultur sekolah yang bersumber dari budaya yang ada sebagai media yang kondusif untuk membentuk karakter. Kelima, perlunya kerja sama sekolah, rumah, media massa, dan lembaga-lembaga social lainnya untuk sama-sama berperan membendung arus karakter negatife dan membangun karakter positif bagi semua anak bangsa.
Dengan melakukan revolusi sistem pendidikan nasional melalui kurikulum berbasis pada trilogi pembelajaran, nilai-nilai karakter, dan kerja sama antar pihak, ke depan (100 tahun Indonesia merdeka) bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan cerdas, sebab memiliki generasi-generasi yang unggul dan berkarakter. Menurut Mohammad Nuh, bangsa yang cerdas memiliki beberapa ciri. Pertama, masyarakatnya memiliki cara berfikir terbuka (open mind). Kedua, efektif dalam pembiayaan (cost effectiveness), yaitu biaya yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah sangat murah, baik biaya ekonomi, sosial, dan politik. Ketiga, selalu menjaga harkat, martabat, dan patuh dengan pranata hukum. Keempat, kebiasaan tepat waktu, sebab keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada bagaimana seseorang menghargai waktu.
Melalui bukunya ini, Mohammad Nuh mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama bahu membahu membenahi sistem pendidikan nasional yang selama ini dirasa belum berhasil mencerdaskan generasi bangsa. Melalui renungan-renungannya perihal tawaran konsep pendidikan karakter, penulis berharap semua elemen masyarakat sadar dan mau bergerak secara massif untuk berupaya secara sistematis mendidik generasi muda agar menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter. Oleh karena itu, buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca, dikaji dan direnungkan oleh siapapun, terutama warga nahdliyin.  
Judul               : Menyemai Kreator Peradaban
Penulis             : Mohammad Nuh
Penerbit           : Penerbit Zaman
Terbit               : 2013
Halaman          : 300 hlm
ISBN               : 978-602-17919-3-6
Harga              : Rp. 40.000
Peresensi         : Andi As Syarqowy

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’arif NU Jateng Gandeng Media PCNU Pati untuk Memperkuat Gerakan Literasi

    Ma’arif NU Jateng Gandeng Media PCNU Pati untuk Memperkuat Gerakan Literasi

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Publikasi Media sekaligus melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan 14 media online. Kegiatan itu berlangsung di kantor LP Ma’arif NU PWNU Jalan Majapahit Nomor 70 Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Rabu (8/1/2025). Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus […]

  • Banser Pati Buka Posko Mudik di Juwana

    Banser Pati Buka Posko Mudik di Juwana

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -Sejumlah fasilitas dan layanan diberikan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati kepada pemudik dan pengguna jalan menjelang Lebaran. Layanan, mulai penyediaan tempat istirahat, minuman, hingga pijat dan obat-obatan disediakan di Posko Mudik Banser yang berada di samping Masjid Besar Al Mukarromah Juwana. “Posko Ansor-Banser ini rutin kami buka menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hanya, untuk […]

  • Bersua di Dalam Tanah

    Bersua di Dalam Tanah

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Seorang sufi ternama, Maulana Jalaluddin Rumi, dalam satu syairnya berkata, “Jauh melebihi apa yang benar dan apa yang salah, tersebutlah sebentang tanah. Kita akan bersua di sana.” Syair yang pendek namun menghunjam ke dalam relung hati. Sebuah kritikan yang tajam dari seorang sufi tatkala menyaksikan hiruk-pikuk manusia yang diributkan oleh […]

  • PCNU-PATI

    Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Kembali lagi dengan review wattpad. Tarik nafas dulu..authornya sama seperti Rembulan di Pinggang Bukit, kak Susan. Saya harus peringatkan kalau mau baca karya-karya beliau harus siap mental buat nggak jatuh hati sama tokoh utamanya. Bener deh! Sejak Diary Jingga kalo ga salah, trus Tsani & Athaya, Ranjang yang Ternoda, sampe ini yang juga masih berlanjut […]

  • PCNU-PATI Photo by Tangerine Newt

    Saweran

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. […]

  • Qurban PSAA Darul Hadlanah, Pengurus Targetkan Dua Dimensi

    Qurban PSAA Darul Hadlanah, Pengurus Targetkan Dua Dimensi

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Proses pengulitan oleh pengurus dan santri PSAA Darul Hadlanah MARGOYOSO-Senyum lebar mekar di bibir anak-anak PSAA (Panti Sosial Asuhan Anak) Darul Hadlonah, Waturoyo, Margoyoso, Pati. Pasalnya Selasa (20/7) pihak pengasuh menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan qurban.  Binatang qurban tersebut merupakan sumbangan dari beberapa donatur. R. Andi Irawan, pengasuh PSAA menyebutkan bahwa pihaknya memang menerima sumbangan hewan […]

expand_less