Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
  • visibility 404
  • comment 0 komentar

SUKOLILO – Semarak hari kemerdekaan belum usai. Baru-baru ini, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukolilo menggelar lomba antara ranting dan anak ranting yang tidak biasa.

Kompetisi yang dihelat di Gedung Haji Sukolilo pada Minggu (21/8) tersebut mempertarungkan para qori’ di lingkungan PAC kecamatan ujung selatan Kabupaten Pati tersebut.

Bukan hanya itu, Mukaeni, ketua panitia menegaskan bahwa untuk menguji kemampuan dapur pemudi NU, pihaknya juga menyelenggarakan lomba menghias tumpeng di waktu dan tempat yang sama.

“Lombanya tilawah dan menghias tumpeng,” ungkap Mukaeni.

Untuk hasil akhirnya, juara pertama tilawah disabet oleh delegasi Ranting Sukolilo, dilanjut Anak Ranting Gadingan dan Anak Ranting Ledok untuk juara ke dua dan ke tiganya.

Sedangkan untuk lomba menghias tumpeng, panitia memfasilitasi hadiah hingga harapan tiga atau terbaik ke enam. Juara 1: Ranting Gadudero, juara 2: Ranting Wegil, juara 3: Anak Ranting Pesanggrahan, harapan 1: Anak Ranting Ledok, harapan 2: Anak Ranting Jongso Wotan dan harapan 3: Ranting Kedungmulyo.

PCNU PATI – Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

Salah satu dewan juri, Nur Ro’is, owner kedai seafood Mr. Cak’e crab, mengapresiasi positif kegiatan ini. Menurutnya, kader Fatayat, selain harus cakap urusan organisasi juga harus pandai soal domestik.

“Ajang yang sangat menarik. Membuktikan bahwa Fatayat NU Sukolilo bukan hanya ahli berorganisasi tapi juga pinter-pinter masak,” ungkap Ro’is sambil berkelakar.

Misi Tersembunyi

Ditemui di lokasi, ketua PAC Fatayat NU Sukolilo, Mudrikah menjelaskan kepada pcnupati.or.id tentang misi mulianya menggelar agenda tersebut.

Menurutnya, ada dua agenda yang ia gagas dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan semacan ini. Pertama, memperkokoh persatuan antara kader dan pengurus Fatayat NU dan ke dua, untuk memupuk semangat berta’dhim kepada NU.

“Dengan sering menjalankan kegiatan, maka, semangat menghidupkan NU dan semangat persaudaraan antar pengurus insya allah akan terjaga,” pungkas dia.

Kegiatan tersebut juga cukup menarik bagi beberapa kalangan. Bahkan beberapa tokoh seperti pengurus MWC NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU dan beberapa tokoh masyarakat juga antusias menyaksikan perlombaan ini.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Sayangkan Wacana Kebijakan Peremajaan Usia

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ketua PAC IPNU Dukuhseti M. Lailun Najih tak mempermasalahkan, jika IPNU IPPNU fokus mengembangkan kaderisasi di sekolah. Namun, ia menyayangkan terkait wacana kebijakan peremajaan usia. Sehingga, membuat kader yang berusia mahasiswa kehilangan ruang di IPNU IPPNU, akibat kebijakan pemangkasan usia tersebut. “Saya sangat menyayangkan isu tersebut, sekarang lihat saja kader-kader senior yang sudah […]

  • PCNU-PATI

    Gelar Musik dan Baca Puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya Karya Nuyang Jaimee

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin, 18 Desember 2023,- Gelar musik dan parade baca Puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya karya Nuyang Jaimee, akan berlangsung Selasa, 19 Desember 2023 mulai pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB. Bertempat di Pasar Gembrong Jln.Besuki Rahmat , Prumpung, Cipinang Besar, Jakarta Timur. Road Show Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya akan disemarakkan dengan […]

  • Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia.  Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya […]

  • people inside cafe

    Dari Generasi Rumah, Hingga Generasi Cafe

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Pagi ini saat saya sedang bersantai dikamar setelah melakukan aktivitas layaknya ibu rumah tangga, saya mendengar percakapan paman saya dengan saudara jauh didepan rumah. Yang dibicarakan adalah tentang anak zaman sekarang. Cerita bermula saat saudara jauh kami bertanya pada paman tentang siapa pemilik motor terparkir didepan teras rumah saya. Paman saya menjawab bahwa itu motor […]

  • PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Di antaranya Kecamatan Pucakwangi. Melihat kondisi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menggandeng agen LPG mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, yaitu di Desa Plosorejo dan Tanjungsekar, Sabtu (23/9/2023) siang. Masing-masing desa diberikan satu tangki air bersih.  […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

expand_less