Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

Momen Kemerdekaan, PCNU : Tanpa Ulama NU Mungkin Indonesia belum Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
  • visibility 579
  • comment 0 komentar
K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati dalam diskusi Kebangsaan bersama mahasiswa KKN Gembira IPMAFA

PATI-17 Agustus 76 tahun silam, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan. Pembacaan naskah keramat ini menjadi simbol kemerdekaan Indonesia. 

Masyarakat era milenial, tidak merasakan beratnya perjuangan kala itu. Maka, K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati, mengajak warga Indonesia untuk merenungi jasa-jasa pahlawan, khususnya para ulama NU yang terlibat langsung dalam konfrontasi melawan penjajah. 
“Ulama’ NU banyak yang ikut berjuang, mencurahkan fisik, harta dan pemikirannya,” ungkap K. Yusuf dalam Seminar Daring KKN Gembira IPMAFA beberapa waktu lalu. 
Bahkan, dirinya menambahkan, tanpa ulama NU, mungkin Indonesia belum merdeka hingga saat ini. Dalam forum tersebut, ia banyak bercerita tentang pengaruh-pengaruh NU dalam menyongsong kemerdekaan hingga paska merdeka. 
“Dulu waktu perumusan dasar negara, sempat terjadi perdebatan tentang sila pertama, Ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi para pemeluknya,” tuturnya. 
Lanjut K. Yusuf, para tokoh nasionalis sekuler di dukung non islam bersikukuh menghilangkan unsur-unsur islam dengan menghapus tujuh kata terakhir dalam sila tersebut. Sementara beberapa tokoh muslim enggan mencopot unsur islam, sebab menurut mereka, bagaimanapun islam adalah mayoritas. 
Pada saat para pendiri bangsa terlibat adu argumen sengit, KH. Wahid Hasyim hadir dengan intelektualitasnya. Akhirnya, berkat pengetahuan luas yang dimiliki oleh putra KH. Hasyim asy’ari ini, semua sepakat agar tujuh kata tersebut dihapuskan. Pastinya, ayah dari Gus Dur tersebut punya argumen luar biasa sehingga para tokoh islam fundamentalis berkenan untuk serujuk.
“Itu satu bagian kecil yang memperlihatkan jasa ulama NU terhadap kemerdekaan,” lanjut K. Yusuf. 

Berfikir Progresif

Pada sesi tanya jawab, seorang jama’ah online, pemilik akun Sulisalika mengirimkan pertanyaan yang cukup masuk akal. Ia heran mengapa para ulama rela berkorban sedalam itu. 
Pertanyaan ini langsung dijawab oleh K. Yusuf dengan jawaban yang cukup menohok. Menurutnya, kerelaan ummat islam untuk menghapus tujuh kata dalam sila pertama Pancasila merupakan buah pemikiran progresif khususnya oleh KH. Wahid Hasyim. 
“Saat itu sangat mungkin untuk mendirikan negara berasas islam. Namun para tokoh islam akhirnya mengikhlaskan karena mereka berfikir panjang di masa mendatang, bukan hanya saat itu saja,” jelasnya. 
K. Yusuf Hasyim memperkirakan seandainya tujuh kata tersebut dipertahankan, maka konflik horizontal pasti akan terjadi di kemudian hari. Dampaknya, lanjutnya, perpecahan tidak akan terelakkan. 
“Indonesia ini banyak suku bangsa dan agama. Jika ulama bersikukuh mendirikan negara islam, bisa dipastikan daerah-daerah yang mayoritas non muslim akan melepaskan diri dari Indonesia. Lagi pula tidak satupun sila dalam Pancasila berseberangan dengan naskah agama islam,” lanjutnya. 
Pada akhir diskusi, K. Yusuf menutup obrolan dengan kata-kata yang cukup manis dan sangat argumentatif untuk tetap menjaga nasionalisme yang telah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa.
“Kita harus menempatkan nasionalisme dan ajaran islam secara sinergi. Tidak harus selalu mengedepankan label atau simbol-simbol islam. Yang terpenting nilai-nilai islam secara substantif bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutupnya tegas.(karim/ltn)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kab Pati kembali mengadakan acara Workshop Ketahanan Budaya bekerja sama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LENNSA) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 2014 dengan mengangkat tema “Menjaga dan Melestarikan Seni dan Budaya sebagai Identitas Bangsa dan Negara”. Acara ini dihadiri oleh berbagai […]

  • 73 Kader Pagar Nusa Pati Disahkan menjadi Pelatih

    73 Kader Pagar Nusa Pati Disahkan menjadi Pelatih

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

      Nupati.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Kabupaten Pati telah mengesahkan 73 kader pendekar menjadi pelatih dan anggota tetap. Pengesahan itu berlangsung di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, Ahad (6/7/2025). Ketua Panitia Kegiatan, Ari Sofwan, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahunnya sebagai bagian dari jenjang kaderisasi formal […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • PCNU-PATI

    My Lovely Chan

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Bertemu denganmu hanya selalu lewat mimpi. Tak terhitung lagi berapa kali aku memimpikanmu. Kapan lagi aku akan bertemu denganmu. Aku berpikir, tak akan bertemu denganmu lagi. Meski dalam mimpi setidaknya telah melegakan hati. Masih menjadi misteri. Kenapa kamu. Padahal kita hanya bertemu sekali saat seminar bahasa Mandarin. Kamu bersama Aldo. Temanku […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid dan Media Sosial

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.721
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Masjid menjadi penting dalam pembangunan spiritualitas masyarakat muslim. Perannya sudah kentara dan jelas sejak zaman Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam konteks Ramadan, banyak sekali dakwah-dakwah berbasis digital berseliweran di gawai kita. Namun masalahnya, apakah masjid masih memiliki otoritas dibandingkan media sosial? Secara tradisional, masjid dilihat sebagai ruang fisik, bangunan, tempat untuk bersujud, […]

  • SMK Cordova Luncurkan Business Center

    SMK Cordova Luncurkan Business Center

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

      KH. Zaki Fu’ad Abdillah (depan) meresmikan Bussiness Center Cordova (BCC) PATI – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, resmi luncurkan Business Center Cordova (BCC), Sabtu Sabtu (20/11) pagi. Itu merupakan sebuah tempat untuk melakukan kegiatan usaha dengan melibatkan unsur pendidikan. Kepala SMK Cordova Margoyoso, Nur Widarto menjelaskan, BBC ini merupakan […]

expand_less