Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MMH Tayu Cetak 90 Calon Anggota IPNU-IPPNU

MMH Tayu Cetak 90 Calon Anggota IPNU-IPPNU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Sep 2021
  • visibility 371
  • comment 0 komentar
Suasana pembukaan Makesta IPNU IPPNU MMH Tayu, Kamis (2/9)

TAYU – MA Miftahul Huda  mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Makesta merupakan tahap kaderisasi pertama dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Agenda ini diharapkan mampu mencetak kader yang mampu menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat dengan memegang ajaran Islam yang rahmatan lil alamin yang berhaluan ahlussunah wal jama’ah.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh kepala madrasah Abdul Ro’uf, dalam apel pembukaan Makesta Pimpinan Komisariat (PR) IPNU dan IPPNU MA MMH Tayu, Kamis (3/9). Ia juga berharap agar kegiatan yang digagas ini nantinya mampu melahirkan pelajar-pelajar NU yang bermanfaat dan mampu meneruskan perjuangan NU di masa mendatang. 

“Makesta harus mencetak generasi yang bisa menghidupkan pelajar- pelajar NU baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Dalam sambutannya juga, Abdur Ro’uf meminta pengurus IPNU dan IPPNU serius dalam pelaksanaan Makesta kali ini. Tujuannya, lanjut Ro’uf agar jebolan Makesta MMH Tayu benar-benar menjadi kader NU militan.  

90 Orang

Makesta MMH Tayu kali ini diikuti oleh 90 peserta. Hal ini terkonfirmasi dari ketua panitia, Hanif. 

Menurut Hanif 90 peserta tersebut terdiri dari 46 calon anggota IPNU dan 44 calon anggota IPPNU. Kegiatan ini pula berlangsung selama dua hari. 

Setiap peserta, lanjut Hanif dibekali dengan materi-materi seputar nasionalisme dan ke-NU-an. Bukan hanya itu, materi keorganisasian juga ditanamkan demi membangun generasi IPNU dan IPPNU yang militan seperti didawuhkan oleh kepala Madrasah. 

“Seperti biasanya peserta diberikan materi dasar untuk memperkuat pondasi NU, dari materi tentang Aswaja ala NU, amaliyah NU, ke-Indonesia-an, IPNU IPPNU, keorganisasian dan ditambahkan satu materi tentang kepemimpinan,” ungkap Hanif.

Hanif juga menerangkan bahwa menyelenggarakan acara di tengah pandemi penuh dengan tantangan. Sebagai warga NU yang baik, Hanif beserta panitia lainnya telah mempersiapkan matang-matang Makesta ini agar tetap terlaksana dengan lancar dan tentunya taat Prokes. 

Untuk itu, lanjut Hanif, ia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hal ini dilakukan untuk membantu penerapan Prokes selama Makesta. 

“Mulai dari pengecekan suhu tubuh, mewajibkan penggunaan masker dan hand sanitizer, serta tetap jaga jarak kepada seluruh panitia dan juga peserta,” terangnya.

Istimewa

Kegiatan yang berlangsung di MMH Tayu, desa Tayu Wetan tersebut merupakan kegiatan yang begitu istimewa. Pasalnya, Makesta kali ini dihadiri oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Pati yang baru, Matsna Zakuyatus Salwa. Menurutnya, ini merupakan agenda perdana setelah ia terpilih sebagai nakhoda IPNU pati. 

“Ini tugas perdana setelah saya terpilih, pak,” ungkapnya kepada pcnupati.or.id sambil berkelakar. 

Matsna, dalam acara itu juga memberikan wejangan kepada para calon anggota IPNU dan IPPNU MMH Tayu. Ia menegaskan bahwa tugas yang diemban para pelajar NU ini bukanlah tugas yang sepele. 

Mengutip dari ketua PCNU Pati dalam sambutan Konfercab IPNU/IPPNU kemarin, Matsna menyampaikan bahwa ada empat amanah yang diemban seluruh kader NU dari semua tingkatan. Keempat amanat tersebut adalah amanatun nahdliyah, amanatut tarbiyah, amanatul wathaniyah dan amanatul ummah. 

“Ini bukan menjadi beban, tapi justru menjadi tantangan bagi kita semua,” tandasnya.

Selain Matsna, agenda ini juga dihadiri Pembina Pengurus Komisariat (PK) IPNU IPPNU MMH Tayu, Akhmad Mudzakkir dan ketua PAC IPNU Kecamatan Tayu  Ni’amullah. Dalam sambutannya, Mudzakkir juga menekankan kepada aspek prestasi. 

“Pelajar komplit itu aktif di organisasi, unggul dalam prestasi, dan tetap tawadhu’ kepada bapak/ibu guru,” tuturnya.(MMH/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Wisudawan IPMAFA 2025

    Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim Sampaikan Tiga Pesan Penting untuk Wisudawan IPMAFA 2025

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.779
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, menyampaikan tiga pesan penting kepada para lulusan Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) dalam Wisuda Program Sarjana XIV IPMAFA 2025, yang digelar di Aula 1 Kampus IPMAFA pada Sabtu (1/11/2025). Dalam sambutannya, KH. Yusuf Hasyim mengajak para wisudawan untuk menjaga agama, […]

  • PCNU-PATI

    153 Banser Jawa-Bali Ditempa di Kabupaten Pati

    • calendar_month Kam, 31 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Jawa dan Bali menempa diri dalam sejumlah kemampuan di Kabupaten Pati. Kegiatan Diklatsus Banser Protokoler dan Tanggap Bencana (Bagana) ini digelar di MI Nurul Huda Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, selama tiga hari, yaitu pada 25-27 Agustus 2023.  Ratusan anggota Banser ini disiapkan untuk menjadi kader yang siap dan […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • Mempertahankan Tradisi Nilai. Photo by Aditya Nara on Unsplash.

    Mempertahankan Tradisi Nilai

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin Ngumbah keris atau gaman (mencuci benda pusaka) menjadi tradisi malam 1 Muharrom di Pulau Jawa. Ritual ini digunakan sebagai ajang untuk menyambung ‘silaturrahim’ antara pemilik keris dan benda keramatnya setidaknya setahun sekali. Hanya saja, kultur yang telah melegenda ini, terancam punah akibat pengkultusan terhadap benda-benda semacam itu sudah mulai langka. Benda […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ini Puasa dari Scroll

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.858
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Coba Anda Googling. Khususnya di Google Terjemah. Kata Scroll artinya menggulir. Scrolling berarti “bergulir”. Scroll Down bermakna “gulir ke bawah”. Scroll Up adalah “gulir ke atas. Mengapa harus mencari dan memastikan? Ya, jelas agar ada pengalaman empiris tentang mengapa kita harus puasa dari scroll, baik itu media sosial (Facebook, Tiktok, Instagram), […]

  • Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma'arif Akan Dapat Lisensi Publik

    Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma’arif Akan Dapat Lisensi Publik

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

      Brebes – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Brebes, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding sangat penting bagi kemajuan sekolah dan madrasah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Melalui branding, sekolah dan madrasah Ma’arif akan dikenal masyarakat luas untuk mendapatkan lisensi publik bahwa sekolah dan madrasah Ma’arif memang […]

expand_less