Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » PEMBERDAYAAN KEBANGSAAN DAN REALITA EKONOMI MIKRO NU

PEMBERDAYAAN KEBANGSAAN DAN REALITA EKONOMI MIKRO NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Okt 2015
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

   Bangsa Indonesia sedang menghadapi permasalahan krusial, seperti tingginya angka kemiskinan, korupsi yang merajalela, mafia hukum yang merebak dalam berbagai sisi kehidupan, dan konflik antar keyakinan agama. Permasalahan tersebut mau tak mau telah membuat proses keadaban bangsa kita menjadi lapuk dan terkikis sedikit demi sedikit. Kesadaran bangsa menjadi berkurang dimana kepentingan individu maupun golongan lebih diutamakan. Elemen bangsa kesulitan membangun kesadarannya berdasarkan moralitas, bukan kepentingan yang lain. peradaban bangsa ini sedang dipertaruhkan karena peradaban yang seyogyanya diagungkan dan dijaga eksistensinya kini terkikis dari ranah publik. Maka dari itu, kekuatan masyarakat memiliki peran yang besar untuk mengembalikan fitrah peradaban Indonesia, sehingga dapat mencegah degradasi keadaban yang lebih parah.

            Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kiprah NU tidak lepas dari tanggung jawab untuk memberikan kontribusinya secara nyata dalam membangun cita-cita peradaban bangsa yang luhur. NU bertanggungjawab tidak hanya memberikan kontribusinya yang dialamatkan kepada jamaah NU, tetapi organisasi ini mendorong tampuk perjuangan yang lebih besar, yaitu merangkul seluruh elemen bangsa yang ada di Indonesia untuk bersatu padu membangun sebuah peradaban yang digadang-gadang dari dulu. NU meyakini bahwa keruntuhan bangsa dimulai ketika keadaban bangsa dibelenggu oleh kepentingan pribadi maupun institusi. Moralitas berperan penting dalam membangun peradaban dan mengembalikan pemberdayaan masyarakat pada kodratnya.
            NU, yang sejak semula berlandaskan pada wawasan yang mendorong pembentukan ide kebangsaan, memberikan kontribusinya dalam ranah keagamaan yang berpegang pada tawassuth(moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan) , dan i’tidal ( keadilan).  Prinsip dasar tersebut seiring sejalan menjadi tonggak perjuangan dari NU untuk mengedepankan kehidupan suasana toleran dan moderat, jauh dari kekerasan yang akhir-akhir ini menjadi marak diperbincangkan. Sikap dasar NU tersebut mendorong generasi bangsa yang mengedepankan hidup toleran, dan merespons secara bijak mengenai isu-isu keagamaan di tanah air.
            NU pun meletakkan fondasi besar yang semestinya, ketika mempelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat terhadap umat Islam. Pancasila sebagai konsepsi dasar bagi NU, merupakan titikbalik dalam memberikan kontribusi yang sesuai terhadap cita-cita luhur bangsa Indonesia. NU pun akan terus melontarkan ide-ide kebangsaannya, sesuai dan sejalan dengan cita-cita peradaban bangsa Indonesia, sejak NU digagas oleh K.H Hasyim Asy’ari dan K.H. Wahab Hasbullah.  Pencarian peradaban bangsa yang luhur terus menajdi cita-cita ideal dalam mengyongsong perubahan pada masyarakat, baik dalam skala nasional maupun Internasional.
            Secara konseptual, NU sebagai bagian dari kekuatan masyarakat merambah jalan keadaban dan pemberdayaan untuk meraih cita-cita Indonesia. Dengan jalan yang berliku, tidak mudah untuk membangun kekuatan masyarakat sehingga bersatu padu menapaki kesejahteraan yang digadang-gadang bersama oleh bangsa Indonesia. NU, dengan perspektif dan cita-citanya, telah membangun prinsip dasar umat terbaik yang bertumpu pada moralitas, tanggung jawab dan pembangunan keadaban bangsa dengan semangat kebersamaan lintas agama dan keyakinan. Keadaban bangsa Indonesia tidak lepas dari kekuatan masyarakat yang berperan mendorong kesejahteraan hidup yang ditopang kokoh dalam praktik kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Harapan untuk Kemajuan
            Harapan untuk perubahan dan kemajuan NU selalu digadang-gadang sejak dulu. NU, yang diwarnai oleh sejarahnya dan dinamika, tak luputdari ide-ide dari para ulama, akademisi, maupun aktivis NU. Pembangunan dan pemberdayaan menjadi tonggak utama, yang mana jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sejumlah eksponen kultural NU dari berbagai penjuru tanah air akan mengkritik habis-habisan seperti pada kasus Hasyim Muzadi yang dianggap memanfaatkan NU dan lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Kepemimpinan tersebut yang dikritik berbagai pihak menunjukkan keseimbangan NU secara kultural maupun secara struktural. NU bukanlah kendaraan politik yang bisa dengan mudah digunakan oleh perseorangan. NU adalah penyeimbang yang memberdayakan imat, dan NU memiliki kesistimewaannya tersendiri sebagai ormas dengan sejarah, budaya dan tradisinya yang secara turun temurun tercermin dalam pengambilan keputusan krusial untuk mencapai kemaslahatan bangsa.
            Reformasi NU, yang dikenal meletakkan NU jauh dari kepentingan politik elite, memformat beebrapa hal penting. Salah satunya adalah pandangan Khittah 1926, yang mana pandangan tersebut meniscayakan adanya wawasan keagamaan yang mampu menerjemahkan visi keulamaan dalam konteks pemberdayaan, pencerdasan dan penyejahteraan masyarakat. Kebangkitan tersebut tidak menunjukkan individu, akan tetapi lebih menitik beratkan pada sistem dan orientasi keulaamaan. Kebangkitan ulama, yang biasa kita kenal sebagai nahdlatul ‘ulamaharus sejalan dengan kebangkitan masyarakat yang biasa kita kenal sebagai nahdlatul ummah. Maka dari itu, tgas keulamaan tidak lain tidak bukan adalah mencerahkan dan mensejahterakan umat, melalui pemberdayaan masyarakat.
            Sikap Khittah 1926, yang menjadi topik hangat akhir-akhir ini merupakan kelanjutan dari penerjemahan dari pandangan khittah. Sikap khittah meniscayakan adanya upaya pemberdayaan dan pembebasan warga NU dari kemiskinan dan kelaparan. Para ulama menyetujui bahwa pengembangan ekonomi sejalan dengan pembangunan dan pengembangan tradisi keilmuan. Kebangkitan para ulama akan merespons adanya kebangkita para pedagang yang disebut sebagai Nahdhatut Tujjar. Fungsi dari keulamaan tidak hanya pada sekop yang kecil yaitu keilmuan, tetapi juga merangkul adanya sekop fungsi pemberdayaan ekonomi. Sikap khittah tersebut menandai adanya transformasi sosial dari kalangan masyarakat NU.
            Lebih jauh, sikap khittah dalam konteks sekarang menyimpan sebuah harapan adanya kehidupan ekonomi di tingkat mikro, yaitu ekonomi kerakyatan. NU menitikberatkan pada kehidupan dan penghidupan ekonomi kerakyatan atau ekonomi mikro, pada pemberdayaan petani, nelayan dan buruh. NU menaruh perhatian pada ekonomi kerakyatan, karena NU hakikatnya adalah organisasi kemasyarakatan yang diamanatkan dapat melakukan kerja pemberdayaan, khususnya pada bidang ekonomi.
Realita Pemberdayaan Ekonomi Mikro
            Dalam tradisi keilmuan, NU memiliki posisi sebagai garda terdepan. Wawasan keagamaan di tangan NU adalah wawasan moderat, dan NU dikenal sebagai komunitas muslim yang humanis dan pluralis. Abdurrahman Wahid terkenal sebagai sosok yang dapat mempertahankan dan mengembangkan kemoderatan Islam ala NU. Dalam hal pemberdayaan dan kesejahteraan sosial, NU berada pada shaf paling belakang dengan ormas lain. hal itu dikarenakan sikap khittah yang dicederai oleh politik praktis dan elite NU yang mengutamakan kepentingan diri sendiri.
            Ironis memang, namun itulah kenyataan yang terjadi, menilik pada ideologi yang berkembang sedemikian rupa dari para politik praktis. Pemberdayaan masyarakat yang digadang-gadang sebagai transformasi sosial penyeimbang ekonomi kerakyatan, menjadi pincang dalam hal praktik di masyarakat. NU semestinya menegakkan lagi eksistensi dirinya sebagai organisasi sosial keagamaan yang tidak berpolitik praktis serta mampu merawat masyarakatnya dalam menyongsong keberhasilan yang digadang bersama.(Niken Kinanti S.ST)
Daftar pustaka
Demoralisasi Khittah Nu dan pembaruan. Ahmad Nurhasim dan Nur Khalik Ridwan. 2004/ Pustaka Tokoh Bangsa: Yogyakarta
Nahdlatul Ulama Dinamika Ideologi Dan Politik Kenegaraan. 2010. Penerbit Buku Kompas. Jakarta.
Ulama Perempuan Indonesia. Jajat Burhanudin. 2002. Gramedia. Jakarta.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    LP Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Literasi

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Magelang – Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kabupaten Magelang kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Dalam sebuah acara penting yang diselenggarakan di SMK Ma’arif Kota Mungkid pada Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 pada Ahad 23 Maret 2025, Ketua PCNU Kabupaten Magelang, Gus Din, menyoroti jumlah lembaga pendidikan Ma’arif di Magelang yang […]

  • Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    Membaca Surat Cinta Emha Ainun Najib

    • calendar_month Sab, 5 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Muhammad SAW diutus ke dunia untuk menyempurnakan budi pekerti manusia. Lewat pribadi dan sikap yang menawan Muhammad berhasil menyampaikan risalah dari Tuhannya dengan damai. Selain seorang nabi, ia adalah pemimpin yang bijaksana, pengatur strategi perang yang handal, politikus sejati, pebisnis yang sukses dan sebagainya. Sampai-sampai dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia pembaca menyelami […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • Pelantikan PAC Fatayat  NU Kec Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Kec Winong

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong, bertempat di Aula sekolah Tarbiyatul Banin 12/07 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke PAC Fatayat NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar  Nugraini […]

  • Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    Review Buku Ethnoscience Village Map (EVI MAP): Merekam Kearifan Lokal, Menumbuhkan Numerasi Kontekstual

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.562
    • 0Komentar

      Semarang — Ruang Oval lantai dua Dinas Pendidikan Kota Semarang, Selasa (11/11/2025), menjadi pusat perhatian dunia pendidikan daerah. Di tempat inilah, Dr. Hamidulloh Ibda, Wakil Rektor INISNU Temanggung, tampil sebagai reviewer utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembuatan Buku Numerasi Berbasis EVI MAP (Ethnoscience Village Map) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kota Semarang bekerja […]

  • PCNU-PATI

    Muallaf Dapat Bantuan Dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PC Lazisnu Pati kembali menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga Desa Mojo Kecamatan Cluwak, Selasa (29/08).  Sebelumnya pihak Lazisnu Pati mendapat informasi tersebut dari salah satu pengurus Lazisnu MWC Cluwak yang mengabarkan bahwa salah satu warganya sangat membutuhkan pertolongan untuk kebutuhan sehari-hari.  Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya dan […]

expand_less