Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 585
  • comment 0 komentar

Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme.

Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa JRA Temanggung harus melakukan beberapa langkah. “Langkah JRA Temanggung harus menyinkronkan dengan kepengurusan NU, strukturalisasi JRA dengan NU,” katanya.

Jadikan pengurus Ranting NU sebagai Praktisi JRA katanya, dan nyatakan JRA yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh PP Tajul Haq Ngimbrang KH Maftuch saat menyampaikan materi persuwukan, mengatakan bahwapraktika harus menghargai keilmuwan para sesepuh. “Jadilah Praktisi yang menghargai keilmuan para sesepuh. Jadilah praktisi yang menjaga muru’ah demi kepercayaan masyarakat terhadap JRA. Allah SWT menjadikan tumbuhan dan yang lainnya sebagai Obat saja bisa, apalagi Alquran kalamullah tentunya sangat bisa diyakini untuk pengobatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sementara Bendahara PWNU Jateng KH Kholison juga menegaskan bahwa suwuk menjadi bagian dari gerakan nasionalisme. ”Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tokoh Islam saat massa penjajah adalah gerakan nasionalisme yang sangat cinta terhadap Nusantara.  Gerakan kita adalah gerakan yang benar-benar militan mengalahkan para militer asing,” beber Instruktur Nasional PKPNU tersebut.

Sekretaris PWNU jateng Gus Hudalloh Ridwan juga menyampaikan eksistensi JRA sangat bisa masuk dalam berbagai bidang di jamiyyah NU antara LDNU dan LKM. “Semaraknya JRA adalah tohokan yang luar biasa terhadap kaum aqliyah rasional, karena pengobatan kedokteran yang rasional saja masih banyak yang dilarikan ke pengobatan alternatif,” katanya.

Menurutnya, JRA adalah perjuangan ideologi yang menyatukan rasional dan nas Alquran. “Praktisi seharusnya tidak terjebak hanya pada dunia Ruqyah saja tapi juga manhaj-manhaj annahdliyah dan lajnah syar’iyyahnya. Sebab, syariat yang lemah rentan terhadap kesesatan,” kata Gus Huda.(yon/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pelepasan Festival Aswaja Annahdliyah Anak PAID dan TPQ YPMNU Kabupaten Pati

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yayasan Pendidik Muslimat NU mengadakan kegiatan pelepasan Festival Aswaja Annahdliyah Anak PAID dan TQP YPMNU beberapa waktu lalu menuju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah “Pelepasan ini dengan tujuan untuk memberikan dukungan dan semangat agar para peserta makin giat berkompetisi” jelas Hj. Nur Laeli, SPd Selain itu, turut hadir dalam acara tersebut yaitu PJ Bupati […]

  • Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    Rekomendasi Kepala Kemenag, LP Ma’arif NU Pati Bentuk KKMI NU

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Koordinasi LP. Ma’arif NU PCNU Kab. Pati Bersama Kepala MI se Kabupaten Pati yang digelar di Gedung NU, Kamis (20/02/2020) sedianya hanya akan membahas program kerja LP. Ma’arif yang terkait Madrasah Ibtidaiyah dan persiapan penyelenggaraan Rakerdin LP. Ma’arif. Namun, saat memberikan sambutan dan pengarahan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Imron, merekomendasikan untuk membentuk […]

  • Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film "Pesta Babi"

    Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.280
    • 0Komentar

      ​pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar acara nonton bareng (nobar) film dokumenter di halaman Gedung PCNU Pati, Sabtu (16/5/2026) malam. ​Film yang diputar adalah karya terbaru dari sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. […]

  • Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto sedang menandatangani deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi PATI-Rencana penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati menemui titik terang. Rabu (18/8) Ormas-ormas islam, MUI serta FKUB melakukan audiensi dengan Bupati Pati dan Forkompinda.  Hasilnya, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Pragolo Kantor Bupati Pati tersebut, akhirnya Bupati bersedia menyatakan komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi. […]

  • Roman Terpendam Marah Rusli

    Roman Terpendam Marah Rusli

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

     Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, […]

  • Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.626
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id SEMARANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum memperkuat prestasi, bukan sekadar euforia perayaan. Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan rangkaian puncak Hari Santri 2025 PWNU Jateng di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, […]

expand_less