Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
  • visibility 539
  • comment 0 komentar

Oleh : Nur Hidayatun Nikmah*

Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini. 

Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol kesehatan. Jika orang tua tidak memberikan contoh baik dalam hal ini, pun anak akan mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Terutama, saat anak diajari tentang protokol kesehatan di sekolah oleh guru mereka. Entah itu melalui E-Learnig maupun Luring. 

Padahal seperti kita tahu bahwa protokol kesehatan akan segera diterapkan kepada anak usia dini setelah PPKM berakhir. Prokes merupakan hal penting dalam pelaksanaan PTM (Pertemuan Tatap Muka) yang telah disosialisasikan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada bulan Juni 2021.

PTM terbatas adalah kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan melalui tatap muka antara peserta didik dengan pendidik, secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat (Kemendikbudristek, 2021: 5). Dengan kata lain, dari devinisi itu, kita tahu bahwa prokes menjadi bagian tak terpisahkan dengan PTM.

Kembali ke topik. Ada banyak faktor orang tua lupa atau bahkan tidak terbiasa menerapkan prokes pada anak-anak. Yang sering sekali kita dapati adalah faktor human error atau kesalahan manusia. Terkadang orantua lupa, tidak sempat atau bahkan sama sekali tidak memiliki waktu untuk memberikan penjelasan terhadap anak mereka terkait pentingnya protokol kesehatan yang menjadi syarat wajib semua lini kehidupan masyarakat terutama pada dunia pendidikan. 

Anak usia dini merupakan cikal bakal penerus bangsa. Jika kita sebagai orang tua tidak kritis dalam memberikan penilaian terhadap anak, maka mereka akan terlena dengan keadaan. 

Misalnya saat anak terlanjur tidak mencuci tangan dan akan segera makan makanan di meja, sebaiknya kita ingatkan untuk kembali mencuci tangan, maka anak juga akan sulit untuk menerima pembelajaran tentang prokes jika ia tidak pernah melihat secara langsung orang tua atau saudara yang menggunakan masker dengan baik dan benar atau mungkin tidak mencuci tangan. Kedisiplinan kita sebagai orang tua merupakan kunci utama suksesnya anak dalam pendidikan karakter. 

Hal ini selaras dengan pendapat Bell Gredler, Teori belajar disiplin mental, adalah pandangan tentang belajar yang disusun oleh filsuf Yunani bernama Plato. Yaitu tentang idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. 

Idealisme hanyalah ide murni yang ada di dalam fikiran, karena pengetahuan orang berasal dari ide yang ada sejak kelahirannya. Belajar dilukiskan sebagai pengembangan oleh fikiran yang bersifat keturunan. Kepercayaan ini kemudian dikenal sebagai konsep ‘Disiplin Mental, (Bell Gredler, 1994: 21). 

Sudah seharusnya kita sebagai orang tua memberikan motivasi dan dukungan serta memberikan contoh kepada anak kita. Disiplin mental mereka kita bangun mulai sekarang dengan beragam cara. Termasuk dengan mengkombinasikan metode belajar dirumah saat daring maupun luring saat disekolah. 

Kreatifitas orangtua juga dibutuhkan dalam menerapkan disiplin prokes, seperti saat anak tidak mau mencuci tangan dan malah bermain air sambil mengeluarkan sabun dari botolnya maka kita harus bijak menyikapi hal itu dengan mengajak anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun itu berulang-ulang dan mengambil sisa sabun untuk mencuci tangan setelah makan. 

Selain itu, memberi penjelasan yang sesuai dengan pemahaman anak juga penting. Jangan terkesan memaksa dan menuntut anak, karena kita juga tidak mau jika dipaksa melakukan sesuatu. Semua harus dilandaskan dengan rasa bahagia dan ceria. 

Lakukanlah kegiatan mencuci tangan bersama anak atau bisa juga membuang sampah dan menggunakan masker saat bepergian dengan double masker. Selain itu ada banyak sekali kegiatan lain untuk menerapkan protokol kesehatan diantaranya adalah mengajak si kecil menonton video di Youtube tentang pentingnya berprokes. 

Saat ini kita dihadapkan dengan banyak pilihan media pembelajaran yang beragam. Membuat anak nyaman dengan disiplin protokol kesehatan yang menyenangkan merupakan kunci sukses implementasi kedisiplinan anak. 

*Pemerhati psikologi anak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Ankit Rathore

    Membaca Sekitar

    • calendar_month Kam, 9 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh : Iva Millatul A. Datang ke Rantau lagi setelah libur idulfitri. Sepanjang jalan aku lihat ada lalu lalang kendaraan, rumah-rumah yang ramai dengan tamu dan keluarga, masjid ramai dengan acara halal bihalal dan reuni, rumah-rumah memasang tenda untuk merayakan pernikahan, warung-warung yang tutup mulai buka, spanduk ucapan idulfitri dari bupati dan kapolda, dan arus […]

  • PCNU - PATI Photo by JuniperPhoton

    Perfect Goodness

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Sebaik-baik manusia yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, dan sejelek-jelek manusia adalah yang panjang umurnya dan paling jelek amal perbuatannya” (Nabi Muhammad Saw.) Paulo Coelho (2012) mendapatkan cerita dari seorang bernama Carson Said Amer. Ada seorang pengajar yang memulai seminar dengan memperlihatkan selembar uang dua puluh dolar dan bertanya, […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • PCNU-PATI

    Jelang Konferensi, PK IPNU IPPNU IPMAFA Sowan Rektor

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Menjelang Konferensi Komisariat (Konferkom) 2022, Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PK IPNU IPPNU) IPMAFA melakukan konsolidasi dengan Rektor IPMAFA pada Rabu (12/10). Rangkaian kegiatan Konferkom PK IPNU IPPNU IPMAFA bakal digelar mulai 22-30 Oktober mendatang. Kegiatan meliputi Kemah Pelajar, Seminar dan Bedah Buku,  Launching Majalah Diksi […]

  • Gus Rozin: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

    Gus Rozin: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian kepada Masyarakat

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.470
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, KH Abdul Ghafar Rozin memberikan sambutannya pada Wisuda Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Arab 2025 yang diselenggarakan pada di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11/25). Dalam sambutannya, Gus Rozin sapaan akrabnya menyampaikan bahwa wisuda tidak boleh dimaknai hanya sebagai ajang pemberian ijazah tanpa makna yang mendalam. […]

  • Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    Harlah NU ke-94 di Madrasah Mazro’atul Ulum

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 6/2/2020. Ikatan Siswa – siswi Madrasah Mazro’atul Ulum (ISMU) mengadakan acara memperingati Hari Lahir Nahdlatul Ulama yang ke-94 bertempat di Aula Madrasah Mazro’atul Ulum. Acara diikuti mulai dari murid MI, MTs, dan MA. Kegiatan sholawatan dipimpin langsung oleh Ahmad Syukron Ketua Jamaah Bersholawat (Jamber NU) Suwaduk Wedarijaksa, yang juga dulu Ketua IPNU ranting Suwaduk. […]

expand_less