Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
  • visibility 257
  • comment 0 komentar

Oleh : Nur Hidayatun Nikmah*

Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini. 

Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol kesehatan. Jika orang tua tidak memberikan contoh baik dalam hal ini, pun anak akan mengabaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Terutama, saat anak diajari tentang protokol kesehatan di sekolah oleh guru mereka. Entah itu melalui E-Learnig maupun Luring. 

Padahal seperti kita tahu bahwa protokol kesehatan akan segera diterapkan kepada anak usia dini setelah PPKM berakhir. Prokes merupakan hal penting dalam pelaksanaan PTM (Pertemuan Tatap Muka) yang telah disosialisasikan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada bulan Juni 2021.

PTM terbatas adalah kegiatan belajar-mengajar yang dilaksanakan melalui tatap muka antara peserta didik dengan pendidik, secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat (Kemendikbudristek, 2021: 5). Dengan kata lain, dari devinisi itu, kita tahu bahwa prokes menjadi bagian tak terpisahkan dengan PTM.

Kembali ke topik. Ada banyak faktor orang tua lupa atau bahkan tidak terbiasa menerapkan prokes pada anak-anak. Yang sering sekali kita dapati adalah faktor human error atau kesalahan manusia. Terkadang orantua lupa, tidak sempat atau bahkan sama sekali tidak memiliki waktu untuk memberikan penjelasan terhadap anak mereka terkait pentingnya protokol kesehatan yang menjadi syarat wajib semua lini kehidupan masyarakat terutama pada dunia pendidikan. 

Anak usia dini merupakan cikal bakal penerus bangsa. Jika kita sebagai orang tua tidak kritis dalam memberikan penilaian terhadap anak, maka mereka akan terlena dengan keadaan. 

Misalnya saat anak terlanjur tidak mencuci tangan dan akan segera makan makanan di meja, sebaiknya kita ingatkan untuk kembali mencuci tangan, maka anak juga akan sulit untuk menerima pembelajaran tentang prokes jika ia tidak pernah melihat secara langsung orang tua atau saudara yang menggunakan masker dengan baik dan benar atau mungkin tidak mencuci tangan. Kedisiplinan kita sebagai orang tua merupakan kunci utama suksesnya anak dalam pendidikan karakter. 

Hal ini selaras dengan pendapat Bell Gredler, Teori belajar disiplin mental, adalah pandangan tentang belajar yang disusun oleh filsuf Yunani bernama Plato. Yaitu tentang idealisme yang melukiskan pikiran dan jiwa yang bersifat dasar bagi segala sesuatu yang ada. 

Idealisme hanyalah ide murni yang ada di dalam fikiran, karena pengetahuan orang berasal dari ide yang ada sejak kelahirannya. Belajar dilukiskan sebagai pengembangan oleh fikiran yang bersifat keturunan. Kepercayaan ini kemudian dikenal sebagai konsep ‘Disiplin Mental, (Bell Gredler, 1994: 21). 

Sudah seharusnya kita sebagai orang tua memberikan motivasi dan dukungan serta memberikan contoh kepada anak kita. Disiplin mental mereka kita bangun mulai sekarang dengan beragam cara. Termasuk dengan mengkombinasikan metode belajar dirumah saat daring maupun luring saat disekolah. 

Kreatifitas orangtua juga dibutuhkan dalam menerapkan disiplin prokes, seperti saat anak tidak mau mencuci tangan dan malah bermain air sambil mengeluarkan sabun dari botolnya maka kita harus bijak menyikapi hal itu dengan mengajak anak mencuci tangan dengan menggunakan sabun itu berulang-ulang dan mengambil sisa sabun untuk mencuci tangan setelah makan. 

Selain itu, memberi penjelasan yang sesuai dengan pemahaman anak juga penting. Jangan terkesan memaksa dan menuntut anak, karena kita juga tidak mau jika dipaksa melakukan sesuatu. Semua harus dilandaskan dengan rasa bahagia dan ceria. 

Lakukanlah kegiatan mencuci tangan bersama anak atau bisa juga membuang sampah dan menggunakan masker saat bepergian dengan double masker. Selain itu ada banyak sekali kegiatan lain untuk menerapkan protokol kesehatan diantaranya adalah mengajak si kecil menonton video di Youtube tentang pentingnya berprokes. 

Saat ini kita dihadapkan dengan banyak pilihan media pembelajaran yang beragam. Membuat anak nyaman dengan disiplin protokol kesehatan yang menyenangkan merupakan kunci sukses implementasi kedisiplinan anak. 

*Pemerhati psikologi anak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    KH. Jamal Makmur (kiri) dalam acara Sosialisasi Lazisnu di wilayah kerja MWC NU Gembong. GEMBONG – NU Care Lazisnu Kecamatan Gembong, menyelenggarakan Sosialisasi zakat, infaq dan sedekah kepada semua Pengurus Ranting Lazisnu.  Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (18/3), mulai pukul 13.00 WIB., hingga sore di MTs. Al Ma’arif Gembong. Ahmad Shodiq, Ketua NU Care Lazisnu […]

  • PCNU-PATI

    Laki-laki Cadasari Tersesat di Juwana

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di dalam Bus PO Selamet, sewaktu perjalanan mudik ke Pandeglang, saya berkenalan dengan seorang penumpang laki-laki dengan perawakan kurus. Dia bersama istri dan anak laki-lakinya, kira-kira usianya sama dengan usia putriku, 4 tahunan.  “Turun di mana, mas?” tanya dia ke saya. “Di Serang, mas,”jawabku. “Sama atuh, saya juga di Serang. […]

  • Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.505
    • 0Komentar

      ​Pcnupati.or.id – Paguyuban Sopir Pati (PSP) memeriahkan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini dikemas secara edukatif melalui Dialog Interaktif bertajuk “Melakukan Sebuah Kebaikan, Dilakukan Oleh Siapa Saja” yang digelar di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Sabtu (27/12/2025) sore. ​Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi para pengemudi […]

  • Siswa siswi SMA dan MTs Joyo Kusumo Gelar Penanaman 1.000 Pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi

    Siswa siswi SMA dan MTs Joyo Kusumo Gelar Penanaman 1.000 Pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Dalam rangka mewujudkan komitmen terhadap kelestarian alam dan pendidikan karakter berbasis lingkungan, SMA dan MTs Joyo Kusumo sukses menyelenggarakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi, Kecamatan Kayen. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini tidak hanya melibatkan seluruh civitas akademika sekolah/ madrasah di bawah naungan Yayasan Joyo […]

  • Ini Harapan PCNU untuk Pati Paska Hari Jadi Ke-696

    Ini Harapan PCNU untuk Pati Paska Hari Jadi Ke-696

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI-Siang ini, Rabu (7/8) pemandangan berbeda tampak di Kabupaten Pati. Orang-orang berduyun-duyun memadati alun-alun Kota Pati. Rupanya, hari ini merupakan puncak perayaan hari jadi Kabupaten Pati yang ke-696. K. Yusuf Hasyim memberika ucapan selamat atas hari jadi Kabupaten Pati yang ke-696 2019 menjadi istimewa karena pada tahun ini diadakan kirab boyongan. Kirab boyongan sendiri merupakan […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Tata-tata

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Iki arep ning omahe mbahe, awakmu wes tata-tata durung, Nduk? Ya, saya ingat almarhum mertua saya ketika tanya kepada istriku. “Ini mau pergi ke rumah si mbah, kamu sudah siap-siap belum, Nduk?” Ya, begitu artinya. Kata “tata” sesuai KBBI (2024) berarti aturan, hukum, kaidah, susunan, cara menyusun, sistem. Kalau dalam bahasa Jawa, […]

expand_less