Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
Pati, NU Online
Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 Mbah Sahal di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Gus Mus, sapaan akrabnya, menemukan sebuah tulisan di koran yang membandingkan dirinya dengan KH Hasyim Muzadi sebagai sesama calon Rais Aam. Gus Mus kaget dan heran atas artikel tersebut.
“Ini ada orang sok tahu. Gayanya paham NU, tapi ndak paham NU. Gayanya paham ulama NU, tapi ndak paham ulama NU. Dia nulis judulnya ‘Gus Mus dan Hasyim Muzadi.’ Dia membandingkannya sebagai sesama calon Rais Aam.  Lho, sejak kapan pemilihan Rais Aam itu seperti Pilkada? Dikiranya apa Rais Aam itu,” sindir Gus Mus yang disambut tawa lepas hadirin.
Bagi kiai budayawan ini, Rais Aam terkecil dan terakhir itu Kiai Sahal. “Sejak Munas NU di Lampung sebetulnya beliau sudah jadi Rais Aam ketika Kiai Ali Yafie mundur. Jadi, mestinya beliau jadi Rais Aam karena sebelumnya sebagai wakil Rais Aam. Nah, karena Kiai Sahal ndak kerso (mau) karena satu hal, akhirnya wakil-wakil di bawah beliau ndak ada yang mau,” ungkap Gus Mus.
Untungnya, lanjut Gus Mus, ada kiai yang sangat ikhlas, yakni KH Ilyas Ruchiyat dari Cipasung Jawa Barat. “Beliau lalu bicara pelan-pelan, ‘ini kalau ndak ada yang mau kan vakum ini. Organisasi sebesar ini ndak ada pejabat Rais Aam-nya. Beliau ucapkan itu dengan ikhlas. Kalau memang ndak ada yang mau, ya sudah saya juga ndak apa-apa,” tutur Gus Mus menirukan pernyataan Kiai Ilyas.
Menurut Gus Mus, kalau bicara calon Rais Aam ternyata yang dimunculkan dirinya dan Hasyim Muzadi itu tidak tepat. “(Penulisnya) ndak paham NU sama sekali. Di NU itu masih ada KH Muchit Muzadi, santrinya Hadratusy Syaikh. Lalu, ada Kiai Tolchah Hasan yang santri Tebuireng. Masih banyak, di sini juga masih banyak kiai yang layak. Mentang-mentang namanya moncer dan sering tampil di TV, dimuat di koran lalu pantes jadi Rais Aam. Lha kok enak temen,” ujar Gus Mus.
Gus Mus menambahkan, jika standar seperti itu diterapkan bagi calon presiden, calon gubernur, dan calon bupati baru relevan. Rais Aam tidak layak dipertandingkan apalagi diperebutkan.
“Saya ini kecelakaan (saja). Saya tidak tahu kalau di AD/ART NU produk Muktamar Makassar itu ada klausul apabila Rais Aam berhalangan tetap maka Wakil Rais Aam menjabat Rais Aam. Kalau saya tau, ya ndak mau saya. Saya juga ndak tau kalau Kiai Sahal akan meninggal,” ujar Gus Mus jenaka.
Atas situasi mutakhir NU tersebut, Gus Mus berharap, semoga ormas yang didirikan para ulama ini mendapat berkah dari Kiai Sahal. “Semoga Allah menolong NU karena situasi pemilihan Rais Aam sudah kayak Pilkada. Inna lillahi wa innaa ilaihi rajiun. Ini menyedihkan sekali,” ucapnya.
Sejarah Rais Aam
Jika merunut sejarah, lanjut Gus Mus, Rais Aam pertama disebut Rais Akbar, yaitu KH Hasyim Asy’ari. Setelah Hadlratusy Syaikh wafat, digantikan Rais Aam KH Wahab Hasbullah. Pada saat Mbah Wahab sudah sakit-sakitan, para muktamirin waktu itu tak sampai hati memilihnya kembali sebagai Rais Aam.
“Sebagai gantinya, dicalonkanlah Mbah Bisri Syansuri. Lalu, Kiai Bisri pegang mikrofon, ‘Saya tidak bersedia dicalonkan selama Kiai Wahab masih ada. Saya hanya mau membantu beliau.’ Begitu kata Kiai Bisri. Nah, tak lama setelah Muktamar, Mbah Wahab wafat. Lalu, jadilah Kiai Bisri sebagai Rais Aam,” ungkap Gus Mus.
Melihat sejarah Rais Aam yang demikian, apalagi melihat sosok Kiai Sahal, Gus Mus berharap NU cerdas seperti saat memilih Kiai Sahal karena ngelmu, perhatian serta kepeduliannya kepada umat. “Ini kalau NU tidak cerdas mencari pengganti Kiai Sahal, minimal yang mirip atau setara dengan beliau, ya susah.”
Apalagi, tambah Gus Mus, Kiai Sahal juga sangat pandai membagi waktu. Ulama pencetus Fiqih Sosial ini tidak hanya Rais Aam, tapi juga kepala keluarga, pengasuh pesantren Maslakul Huda, direktur Mathali’ul Falah, rektor INISNU Jepara, juga Ketua Umum MUI Pusat. Jadi, sedemikian rupa jabatan Kiai Sahal namun semuanya terlaksana dengan baik tanpa mengurangi haknya keluarga.
“Sejatinya, laku Kiai Sahal ini merupakan laku para pendahulunya hingga Kanjeng Rasul SAW. Mudah-mudahan, para santri dan kader-kader beliau di NU sedikit banyak mengecap ilmu, kebijakan, dan kearifan beliau. Mudah-mudahan, para santri dan kader-kader beliau di NU sedikit banyak mengecap ilmu, kebijakan, dan kearifan beliau,” pungkas Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok

    Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Persiapan PKD Ansor Korwil I 90%, Pendaftaran Ditutup Besok pcnupati.or.id – Kecamatan Gembong resmi menjadi tuan rumah PKD dan Diklatsar GP Ansor Korwil I. Wilayah yang dijangkau meliputi empat kecamatan, di antaranya Pati Kota, Margorejo Gembong, dan Tlogowungu. Paijan, Ketua Panitia pelaksana, mengaku sudah mempersiapkan secara matang kegiatan yang akan dilangsungkan Jumat (18/7) sampai dengan […]

  • 4 Hal yang Harus Kita Lawan Agar Diri Kita Semakin Berkembang. Photo by Robert Collins on Unsplash.

    4 Hal yang Harus Kita Lawan Agar Diri Kita Semakin Berkembang

    • calendar_month Sel, 18 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id – Di usia kita yang semakin bertambah, sangatlah penting untuk terus mengembangkan diri agar bisa meraih sebuah kesuksesan.  Mengembangkan diri adalah istilah yang mempunyai makna sebuah tindakan untuk meningkatkan kemampuan.   Hal ini dapat mencakup pengembangan dalam kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, manajemen waktu, dan kemampuan lainnya.  Kita harus konsisten dalam melakukan sebuah proses […]

  • NU Care-LAZISNU Pati Launching Program Kambing Bergulir

    NU Care-LAZISNU Pati Launching Program Kambing Bergulir

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – NU Care-LAZISNU Pati meluncurkan program zakat produktif berupa kambing bergulir dengan tujuan untuk membantu perekonomian warga penerima manfaat. Program ini ditandai dengan penyerahan dua ekor kambing bunting kepada Sufiyanto, warga Dukuh Tarukan, Desa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Senin (12/5/2025). Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto, menjelaskan bahwa program kambing bergulir ini […]

  • PCNU-PATI

    Paradigma Kaum Terdindas

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Dalam memahami islam bukanlah dengan mengeluh dan meratap. Kita membahas penderitaan demi adanya suatu kesadaran akan penderitaan itu. Ajaran yang kita yakini yaitu islam harus menjadi landasan kerja, kegiatan, pemikiran. Memahami islam ada beberapa cara menurut Dr. Ali Syari’ati yaitu, Mengenal Allah atau islam dengan membandingkan dengan sesembahan lainnya, Kitab suci Al-Quran dengan kitab-kitab lainnya, […]

  • IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kiri), berada di barisan depan dalam acara Sulaturrahim dan Ngopi Bareng IKA PMII yang dilangsungkan di warung kopi Perko PATI – Senin (14/03), Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) PMII Kabupaten Pati mengadakan Silaturahim dan Ngopi Bareng bersama Alumni Lintas Generasi. Agenda langka ini bertempat di Sebuah Cafe, Pati.  Ketua […]

  • Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    Tiga Desa di Gabus Pati Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah diterjang angin puting beliung, Sabtu (15/2/2025) sore. Akibatnya, puluhan rumah di tiga desa rusak. Tiga desa yang diterjang angin puting beliung yakni Desa Tambahmulyo, Desa Gabus dan Desa Penanggungan. Angin puting beliung itu datang sekitar pukul 15.00 WIB. Desa yang mengalami kerusakan terparah yakni Desa […]

expand_less