Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Godaan Hiburan

Puasa dari Godaan Hiburan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
  • visibility 664
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Bulan Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat yang tepat untuk membersihkan hati, pikiran, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu fenomena modern yang kini banyak menyita waktu dan perhatian adalah kecanduan game online. Para santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum, banyak yang terjerumus dalam dunia virtual hingga lupa akan kewajiban dan tanggung jawabnya. Lantas, bagaimana Islam memandang fenomena ini? Apakah berlebihan dalam bermain game bisa mengurangi keberkahan Ramadan?

 

Di tengah gempuran teknologi dan hiburan digital, tantangan terbesar bagi generasi milenial adalah bagaimana menjaga kekhusyukan ibadah puasa. Salah satu godaan yang paling sering menghampiri adalah kecanduan game online. Jika sekadar hiburan, semua orang butuh hiburan, dan tidak masalah. Namun masalahnya, ketika hiburan itu di bulan Ramadan justru menumbangkan akal sehat, merogeh banyak kocek, dan meruntuhkan substansi puasa, itu jelas tidak boleh dan kita harus berpuasa dalam arti menahannya. Begitu!

 

Game Online dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, setiap aktivitas manusia seharusnya membawa manfaat bagi dirinya dan lingkungannya. Rasulullah Saw bersabda: “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi, no. 2317).

 

Game online sendiri pada dasarnya bukan sesuatu yang haram. Namun, ketika permainan tersebut mengganggu ibadah, menyebabkan kelalaian, atau bahkan menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri dan orang lain, maka sebaiknya dibatasi. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3).

 

Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, dan manusia akan merugi jika tidak memanfaatkannya dengan baik. Jika game online lebih banyak membawa kemudharatan daripada manfaat, maka seyogianya seorang Muslim berusaha untuk mengendalikannya, apalagi di bulan Ramadan yang penuh dengan keberkahan.

 

Game online memiliki daya tarik yang kuat sehingga sering kali membuat seseorang lupa waktu. Banyak kejadian di mana seseorang menunda shalat karena terlalu asyik bermain. Padahal, shalat adalah tiang agama dan tidak seharusnya dikalahkan oleh urusan duniawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa meninggalkan kewajiban karena urusan dunia adalah tanda lemahnya iman.

 

Selain itu, terlalu banyak bermain game dapat membuat tubuh lelah dan mengantuk, sehingga seseorang kehilangan semangat dalam melaksanakan ibadah malam seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamul lail. Padahal, di bulan Ramadan ini, setiap ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

 

Kitab-kitab kuning karya ulama Ahlussunnah Waljamaah juga banyak membahas tentang pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang sia-sia. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa di antara perkara yang dapat merusak hati adalah terlalu banyak bermain dan berhibur.

 

Ulama-ulama fikih juga berbeda pendapat mengenai hukum bermain game online. Ada yang memperbolehkan dengan syarat tidak berlebihan dan tidak melalaikan kewajiban agama, ada pula yang mengharamkan jika game tersebut mengandung unsur yang haram, seperti kekerasan, perjudian, atau pornografi.

 

Kita semua sepakat bahwa game online dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental. Terlalu lama bermain game dapat menyebabkan kelelahan mata, gangguan tidur, obesitas, hingga depresi. Selain itu, game online juga dapat menyebabkan kecanduan yang sulit diatasi.

 

Puasa dari Game Online

Puasa dari game online bukan berarti harus meninggalkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengatur waktu agar tidak berlebihan. Kita bisa melakukan sejumlah strategi agar terhindari game online, atau setidaknya mengurangi lah. Pertama, membuat jadwal yang jelas. Tetapkan waktu khusus untuk bermain game, misalnya hanya setelah tarawih atau di waktu senggang yang tidak mengganggu ibadah.

 

Kedua, menjauhkan perangkat saat waktu ibadah. Saat waktu salat atau tilawah, letakkan ponsel atau komputer di tempat yang jauh agar tidak tergoda untuk bermain. Ketiga, mengurangi intensitas bermain. Secara Bertahap Jika sulit langsung berhenti, coba kurangi durasi bermain secara bertahap hingga akhirnya bisa mengontrol diri sepenuhnya.

 

Keempat, mencari teman yang mendukung. Bergabung dengan komunitas yang mendorong kebiasaan baik di bulan Ramadan, seperti kelompok kajian atau komunitas tilawah. Kelima, mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat. Ganti waktu bermain game dengan kegiatan yang lebih produktif, seperti membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian online, atau membantu orang tua di rumah. Keenam, doa. Berdoalah kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjauhi segala bentuk godaan yang dapat merusak ibadah puasa kita.

 

Ramadan adalah bulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan bulan untuk menghabiskan waktu dengan game online tanpa batas. Dengan mengendalikan diri dari kecanduan game, kita tidak hanya memperoleh manfaat di dunia, tetapi juga pahala dan keberkahan di akhirat.

 

Puasa dari game online adalah salah satu bentuk jihad melawan hawa nafsu. Dengan “berpuasa” dari game online, kita berharap dapat meraih keberkahan Ramadan dan menjadi pribadi yang lebih baik.

 

Mari gunakan bulan yang suci ini untuk memperbaiki diri, menata kebiasaan, dan meraih kemuliaan. Sebagaimana pesan dalam kitab Ta’lim Muta’allim, seorang pencari ilmu harus mampu mengatur waktunya dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Semoga kita semua dapat menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran dan manfaat. Aamiin.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.252
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sebanyak 95 Kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti pelatihan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) PCNU Pati angkatan VII. Pendidikan ditempatkan di SMA Muria pada Jumat-Minggu, (9-11 Januari 2025). Tidak hanya kader yang berasal dari wilayah Kabupaten Pati, PD-PKPNU tersebut juga diikuti kader dari Kabupaten Purwodadi dan juga Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut merupakan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau Tanya, HP saya android dan didalamnya ada aplikasi alqur’annya, apakah saya boleh membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu’, dan bagaimana hukum membawanya ke toilet, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu` (hadats) adalah haram jika aplikasi tersebut dibuka dan menampilkan tulisan alqura’an […]

  • Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    Launching Mobil Layanan Umat Lazisnu Ranting Tluwuk

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Wedarijaksa, 01/01/2024. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa, laksanakan program kegiatan Lailatul Ijtima di Gedung NU Wedarijaksa. Kegiatan ini dihadiri oleh Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, Lembaga dan Banom NU, serta Pengurus Lazisnu Wedarijaksa. Rois Syuriyah, KH. Muhammad Munadi memimpin istigosah dan berdo’a untuk keselamatan Negara Indonesia. Dengan istigotsah diharapkan, Indonesia menjadi Negara yang baldatun, […]

  • 1.444 Peserta Ramaikan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    1.444 Peserta Ramaikan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NU I (Persimanu I) Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah akan diramaikan 1.059 peserta se Jawa Tengah, 110 panitia dan juri, dan 275 pendukung kontingen. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin pada Rabu (12/7/2023). Dikatakannya, bahwa kegiatan PERSIMANU I Jawa Tengah tahun […]

  • Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Serah terima jabatan : Ketua PAC IPNU Gembong demisioner Ahmad Saifuddin (tengah kanan) secara simbolik menyerahkan plakat sebagai simbol penyerahan tongkat estafet jabatan kepada Najib Arsya Ayatullah (tengah kiri).  GEMBONG – Pelajar NU yang tergabung dalam PAC IPNU IPPNU Gembong baru saja menyelesaikan hajat rutinnya. Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihelat di Gedung Haji Gembong, […]

  • PCNU-PATI Photo by Yue WU

    Ini Tentang Disiplin, Bukan Siksa

    • calendar_month Sel, 10 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Oleh : Irna Maifatur Rohmah Dewasa ini, suatu tindakan yang dahulu wajar-wajar saja kini gampang sekali diperkarakan dan dipermasalahkan. Apalagi di dunia pendidikan, keluhan dari guru terkait kebiasaan anak yang terlalu manja membuat ruang gerak guru terbatas. Mau bertindak tapi dibayang-bayangi tindakan hukum. Padahal itu wajar saja untuk mendidik anak agar bisa memanajemen apa yang […]

expand_less