Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
  • visibility 943
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Haul Guru Sekumpul atau KH. Zaini Abdul Ghani menjadi momok dunia perulama’an. Bukan hanya jumlah jama’ah haul yang tembus empat juta kepala, namun terlepas dari itu, Guru Sekumpul masih tergolong ulama’ ‘belia’, akantetapi haulnya mampu membagongkan dunia. Sebagai catatan, 5 Rajab kemarin, beliau baru 20 kali dihauli.

Hal ini jelas layak disebut sebagai sebuah fenomena. Setidaknya ada tiga alasan: pertama, kebanyakan ulama yang haulnya dihadiri oleh ratusan ribu orang, biasanya sudah berusia sepuh. Sedangkan Abah Guru Sekumpul–seperti disebut sebelumnya–masih relatif muda. Dengan kenyataan ini, Abah Guru Sekumpul membuktikan bahwa, tidak harus tua untuk menjadi legenda.

Ke dua, haul Guru Sekumpul dinobatkan sebagai haul terbesar di Asean, bahkan di Asia. Secara otomatis, melihat kebanyakan ulama dunia memang berasal dari Asia, Haul Guru sekumpul berpotensi sebagai juara dunia per-haul-an.

Setiap jelang tanggal 5 Rajab, Martapura (kota dimakamkannya Guru Sekumpul) dipadati oleh jutaan jama’ah yang hadir dari berbagai wilayah di Nusantara hingga manca negara. 15 km dari lokasi acara dijamin macet parah, yang datang belakangan, bisa dipastikan mustahil mencapai titik nol maqbaroh abah guru.

Lebih membagongkan lagi, warga Martapura berlomba-lomba memberikan layanan terbaik kepada jama’ah haul melebihi ramahnya teller bank. Makanan, penginapan, kamar mandi, diberikan secara cuma-cuma oleh warga. Armada antar jemput dari pelabuhan dan bandara juga melimpah dan semuanya gratis.

Uniknya lagi, Pengusaha SPBU hingga tambal ban, memberikan layanan gratis juga. Ini menjadi alasan fenomenal ke tiga bagi haul Guru Sekumpul, meskipun hal yang nyaris sama juga dilakukan oleh Warga Arab ketika Musim Haji, namun mereka tidak memberi penginapan gratis seperti Masyarakat Martapura.

Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Penulis haqqul yaqin, ada kompensasi yang harus dibayar, oleh sederetan ulama kita, sehingga mereka dicintai secara membabi buta oleh masyarakat luas, seperti halnya Guru Sekumpul. Jawabannya jelas! Mereka–para ulama–secara terampil telah menjalankan sunnah nabi.

Jika muslim newbe baru berkutat pada sunnah fashion, seperti memanjangkan jenggot, jubah anti isbal dan dua tanda jidat, maka para masyayikh NU sudah mampu memgaplikasikan sunnah-sunnah moral dan sosial.

Penulis tidak menganggap remeh sunnah fashion. Hanya saja, jika hanya berpenampilan layaknya Nabi Muhammad, apakah itu sudah cukup memberi manfaat bagi sesama? Jawabannya tentu tidak. Ummat (termasuk yang newbe) harus sadar betul bahwa sunnah bukanlah sekadar fashion, atau ucapan masya allah-tabarakallah, Allahu yahdik dan Allahu akbar.

Ummat islam–seperti dicontohkan Guru Sekumpul dan ulama lainnya– harus mampu menebar cinta. Mencintai semua orang dengan hati, tindakan dan ucapan.

Adapun feedback positif yang diterima adalah sebuah keniscayaan yang lahir tanpa diminta, seperti yang dilakukan Masyarakat Martapura. Mereka sebenarnya dalam upaya ‘membayar’ keterpujian-keterpujian yang telah ditorehkan oleh abah guru selama hidupnya. Tentunya, berapapun triliun uang yang mereka gelontorkan, tidak akan mampu menebusnya.

Namun manusia memang tempatnya salah dan lupa. Ummat Islam cenderung sombong dengan setetes ilmu yang mereka punya, hingga ancap kali menabur kebencian kepada siapa saja yang berbeda pandangan dengannya. Mereka yang menulis Mashaa Allah, membodoh-bodohkan yang menulis Masyaa Allah. Shalat harus pakai gamis, yang pakai celana jeans, bukan golongan kami. Subuh pakai qunut sama dengan bid’ah, bid’ah berarti masuk neraka.

Permisalan demi permisalah itu jelas menunjukkan bahwa, sepercik ketidaksamaan pun mereka anggap sebagai aduwwun mubin, musuh bebuyutan. Betapa rapuhnya nilai kasih jika demikian adanya.

Kita lalai bahwa, menjalankan sunnah paling utama adalah menebar jala-jala cinta di lautan kehidupan. “Andaikata engkau (Muhammad) berhati keras lagi kasar, niscaya mereka akan hengkang dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Salah satu tokoh NU kembali menghadap Ilahi. Kabar duka ini datang dari Wedarijaksa. KH. Ali Mahmudan, salah satu Mustasyar PCNU Pati tutup usia Sabtu (31/8) pukul 15.30 WIB. KH. Ali Mahmudan Jenazah rencananya akan dimakamkan Sabtu (31/8) pukul 20.00 WIB malam nanti. Dikonfirmasi dari Pengurus Cabang NU Pati, jenazah akan dikebumikan di Makam Ngrames, Sukoharjo, […]

  • Tata Busana Karya Guru SMK Salafiyah Kajen Ditampilkan pada Ajang Solo Batik Fashion

    Tata Busana Karya Guru SMK Salafiyah Kajen Ditampilkan pada Ajang Solo Batik Fashion

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    PATI – Salah satu kreasi dari Bintari Kustianingrum, seorang guru Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) Salafiyah, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, ditampilkan pada ajang Solo Batik Fashion baru-baru ini.  Kegiatan itu dalam rangka memeriahkan hari batik nasional 2022.  Bintari dengan brand ATTAMODA8 membawa nama Pati dalam acara tersebut.   Sejumlah nama besar dalam dunia fashion seperti Itang […]

  • Menghadiri Undangan

    Menghadiri Undangan

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikium warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai,karena kebiasaan setiap bakda isya’ sudah bersiap-siap untuk tidur,maka saya tidak pernah mendatangi undangan ba’da isya’ yang ada jamuan makan,yang ini bisa membuat begadang yang tidak perlu yang sangat saya hindari,karena menurut saya undangan bakda isya’ adalah undangan yang hukumnya makruh yang kita hukumnya sunnah tidak menghadirinya,karena kanjeng nabi sendiri tidak […]

  • Bedah Novel CSAN, Penulis : Menulis adalah Pembiasaan

    Bedah Novel CSAN, Penulis : Menulis adalah Pembiasaan

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Perpustakaan siswi Mathali’ul Falah mengadakan bedah novel karya Elin Khanin yang bertajuk Cinta Sang Abdi Ndalem( (CSAN) Jumat(18/10). Ada satu hal yang melatarbelakangi acara ini, yaitu atar belakang penulisan CSAN. Motivasi Elin dalam menulis novel CSAN yaitu akhlak kang/mbak yang mengabdikan dirinya kepada kiainya. Selain itu, keikhlasaan dalam mengabdi juga membuat Elin menyelesaikan novel bergenre […]

  • ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    ‎Bekali Mahasiswa, Asmadewa UST Gelar Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.598
    • 0Komentar

    ‎YOGYAKARTA – Asrama Mahasiswa Dewantara (Asmadewa) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menggelar Seminar dan Pelatihan Penulisan Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Menulis dengan Kualitas, Meneliti dengan Integritas: Mewujudkan Karya Ilmiah yang Unggul dan Publikatif” ini dilaksanakan di Gedung Ki Sarino, UST, dan wajib diikuti oleh seluruh […]

  • Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    Demo Kasus Sengketa Tanah dan Kantor MWC.NU Wedarijaksa

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Beberapa minggu yang lalu, sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Peduli Penyelamatan Pati melakukan unjuk rasa di depan kantor Bank Jateng Cabang Pati dan dilanjutkan di Pengadilan Negeri. Mereka menuntut  kepada pihak Bank Jateng untuk mengembalikan sertifikat tanah MWC.NU Wedarijaksa yang dijadikan agunan hutang oleh Sdr. Romli. Sebagaimana keterangan dari pengurus MWC.NU Wedarijaksa bahwa pada […]

expand_less