Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
  • visibility 845
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Haul Guru Sekumpul atau KH. Zaini Abdul Ghani menjadi momok dunia perulama’an. Bukan hanya jumlah jama’ah haul yang tembus empat juta kepala, namun terlepas dari itu, Guru Sekumpul masih tergolong ulama’ ‘belia’, akantetapi haulnya mampu membagongkan dunia. Sebagai catatan, 5 Rajab kemarin, beliau baru 20 kali dihauli.

Hal ini jelas layak disebut sebagai sebuah fenomena. Setidaknya ada tiga alasan: pertama, kebanyakan ulama yang haulnya dihadiri oleh ratusan ribu orang, biasanya sudah berusia sepuh. Sedangkan Abah Guru Sekumpul–seperti disebut sebelumnya–masih relatif muda. Dengan kenyataan ini, Abah Guru Sekumpul membuktikan bahwa, tidak harus tua untuk menjadi legenda.

Ke dua, haul Guru Sekumpul dinobatkan sebagai haul terbesar di Asean, bahkan di Asia. Secara otomatis, melihat kebanyakan ulama dunia memang berasal dari Asia, Haul Guru sekumpul berpotensi sebagai juara dunia per-haul-an.

Setiap jelang tanggal 5 Rajab, Martapura (kota dimakamkannya Guru Sekumpul) dipadati oleh jutaan jama’ah yang hadir dari berbagai wilayah di Nusantara hingga manca negara. 15 km dari lokasi acara dijamin macet parah, yang datang belakangan, bisa dipastikan mustahil mencapai titik nol maqbaroh abah guru.

Lebih membagongkan lagi, warga Martapura berlomba-lomba memberikan layanan terbaik kepada jama’ah haul melebihi ramahnya teller bank. Makanan, penginapan, kamar mandi, diberikan secara cuma-cuma oleh warga. Armada antar jemput dari pelabuhan dan bandara juga melimpah dan semuanya gratis.

Uniknya lagi, Pengusaha SPBU hingga tambal ban, memberikan layanan gratis juga. Ini menjadi alasan fenomenal ke tiga bagi haul Guru Sekumpul, meskipun hal yang nyaris sama juga dilakukan oleh Warga Arab ketika Musim Haji, namun mereka tidak memberi penginapan gratis seperti Masyarakat Martapura.

Bukan Sekadar Sunnah Fashion

Penulis haqqul yaqin, ada kompensasi yang harus dibayar, oleh sederetan ulama kita, sehingga mereka dicintai secara membabi buta oleh masyarakat luas, seperti halnya Guru Sekumpul. Jawabannya jelas! Mereka–para ulama–secara terampil telah menjalankan sunnah nabi.

Jika muslim newbe baru berkutat pada sunnah fashion, seperti memanjangkan jenggot, jubah anti isbal dan dua tanda jidat, maka para masyayikh NU sudah mampu memgaplikasikan sunnah-sunnah moral dan sosial.

Penulis tidak menganggap remeh sunnah fashion. Hanya saja, jika hanya berpenampilan layaknya Nabi Muhammad, apakah itu sudah cukup memberi manfaat bagi sesama? Jawabannya tentu tidak. Ummat (termasuk yang newbe) harus sadar betul bahwa sunnah bukanlah sekadar fashion, atau ucapan masya allah-tabarakallah, Allahu yahdik dan Allahu akbar.

Ummat islam–seperti dicontohkan Guru Sekumpul dan ulama lainnya– harus mampu menebar cinta. Mencintai semua orang dengan hati, tindakan dan ucapan.

Adapun feedback positif yang diterima adalah sebuah keniscayaan yang lahir tanpa diminta, seperti yang dilakukan Masyarakat Martapura. Mereka sebenarnya dalam upaya ‘membayar’ keterpujian-keterpujian yang telah ditorehkan oleh abah guru selama hidupnya. Tentunya, berapapun triliun uang yang mereka gelontorkan, tidak akan mampu menebusnya.

Namun manusia memang tempatnya salah dan lupa. Ummat Islam cenderung sombong dengan setetes ilmu yang mereka punya, hingga ancap kali menabur kebencian kepada siapa saja yang berbeda pandangan dengannya. Mereka yang menulis Mashaa Allah, membodoh-bodohkan yang menulis Masyaa Allah. Shalat harus pakai gamis, yang pakai celana jeans, bukan golongan kami. Subuh pakai qunut sama dengan bid’ah, bid’ah berarti masuk neraka.

Permisalan demi permisalah itu jelas menunjukkan bahwa, sepercik ketidaksamaan pun mereka anggap sebagai aduwwun mubin, musuh bebuyutan. Betapa rapuhnya nilai kasih jika demikian adanya.

Kita lalai bahwa, menjalankan sunnah paling utama adalah menebar jala-jala cinta di lautan kehidupan. “Andaikata engkau (Muhammad) berhati keras lagi kasar, niscaya mereka akan hengkang dari sekelilingmu.” (Ali Imran: 159).

*Mudir Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Syauqul Qolbi dari PAC Margoyoso Meraih Juara 1 dalam Festival Rebana Pelajar NU Pati

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.idGrub rebana Syauqul Qolbi dari Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU IPPNU) Kecamatan Margoyoso meraih juara 1 dalam Festival Rebana Pelajar NU se-Kabupaten Pati di MA Shirotul Ulum Trangkil, Sabtu (26/11/2022). Selanjutnya, juara 2 diraih oleh grub rebana As-Saburu dari PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa. Disusul juara 3 […]

  • Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

     Hadist dari Abu Huroiroh RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sempurnanya iman seseorang yaitu dengan akhlaknya yang paling baik. Dan yang terpilih diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya dalam memperlakukan seorang perempuan.” Jadi berdasarkan hadist ini hierarki (tingkatan) orang beriman itu indikatornya adalah akhlaknya. Paling baik diantara yang baik ialah baik dalam bagaimana ia […]

  • Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka. Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8) Namun jika kita […]

  • Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Salah satu tokoh NU kembali menghadap Ilahi. Kabar duka ini datang dari Wedarijaksa. KH. Ali Mahmudan, salah satu Mustasyar PCNU Pati tutup usia Sabtu (31/8) pukul 15.30 WIB. KH. Ali Mahmudan Jenazah rencananya akan dimakamkan Sabtu (31/8) pukul 20.00 WIB malam nanti. Dikonfirmasi dari Pengurus Cabang NU Pati, jenazah akan dikebumikan di Makam Ngrames, Sukoharjo, […]

  • Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

    • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pati-Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan di Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jaken, Pati. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung Program Kementerian Pertanian”. Rabu (6/11/24) Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Bapak Agus Hasbianto, selaku Kepala BSIP, menjelaskan […]

  • PCNU-PATI

    Expo Pasar Murah MA Assyafi’iyah Talun Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    KAYEN – MA Assyafi’iyyah Talun, Kecamatan Kayen sukses menyelenggarakan Ekspo Bazar Madrasah pada Selasa (25/10). Kegiatan ini merupakan Ekspo perdana yang diselenggarakan oleh pihak madrasah.  Menurut sumber yang diterima pcnupati.or.id, agenda ini merupakan  tugas akhir praktikun mata pelajaran Prakarya dan kewirausahaan kelas X sampai XII MA Assyafi’iyyah Talun. Hal ini disampaikan oleh Tatik Kusniah, guru pengampu […]

expand_less