Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah; Dibatasi Musim

Menikah; Dibatasi Musim

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
  • visibility 505
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai tanggal satu dibulan Syawal kemarin banyak orang melangsungkan pernikahan.

Selain karena bulan Syawal diyakini keistimewaannya tersebut, beberapa orang turut meyakini pula bahwa setelah tahun Hijriyah ini selesai, akan berganti dengan tahun duda. Tahun dimana dalam keyakinan masyarakat Jawa tidak boleh melaksanakan pernikahan karena bisa mendatangkan petaka untuk salah satu mempelai. Tetapi perlu digaris bawahi teman-teman. Tidak semua masyarakat Jawa meyakini hal ini ya.

Saya mencoba berbagi kisah dan sedikit curhatan tentang fenomena ini. Pertama saya ingin mencurahkan hati bahwa sejak memasuki bulan Syawal hingga hari ini terhitung sudah ada sekitar tujuh undangan pernikahan dari teman maupun saudara. Dan akan dipastikan akan terus bertambah hingga akhir penghujung tahun Hijriyah. Dibandingkan tahun yang lalu, tahun ini bertambah dua bahkan tiga kali lipat.

Lain halnya saya mendengar cerita dari para tetangga bahwa ada salah seorang pasangan yang menyegerakan acara pernikahan karena tak ingin menunda satu tahun lagi. Kepercayaan tentang tahun duda menjadi dasarnya. Kalau tidak sekarang, masak iya nunggu tahun depan lagi. Begitu kira-kira. Mereka begitu memaksa untuk segera menikah.

Ketika saya mendengar cerita ini dengan seksama, saya hanya bisa bergeleng-geleng kepala. Apakah memaknai pernikahan semata karena sebuah kepercayaan? Entahlah. Tentu masing-masing dari kita mempunyai arti dan makna tersendiri tentang pernikahan. Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kepercayaan itu benar adanya atau hanya sebuah mitos?

Terlepas adanya pro dan kontra segala niat baik kita doakan semoga mendatangkan kebaikan dan keberkahan. Begitu juga dengan niat menikah bagi para pasangan di bulan ini. Semoga bukan karena takut akan sebuah kepercayaan, tetapi memang karena niat menjalankan ibadah dan berharap ridho Tuhan. Begitu kira-kira.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah  Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, adakan ujian tahfidz dan kitab kuning, Sabtu (9/3/2024) pagi. Sebagaimana diketahui, Salafiyah merupakan lembaga pendidikan formal berbasis pesantren yang memiliki Program Unggulan Tahfidz dan Kitab. Pada ujian yang digelar tahunan seperti ini, melibatkan seluruh siswa-siswi kelas 9. Kali ini, ujian diikuti sebanyak 440 […]

  • Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    Bedah Buku Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – “Mbah Sahal dan Perjalanan Intelektualnya” menjadi tema bedah Buku Perpustakaan Mathali’ul Falah bekerjasama dengan Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) IPMAFA Jum’at, 7 Februari 2020. Bertempat di auditorium PIM Gedung Banat, acara ini menghadirkan Ibu Tutik Nurul Janah, MH Direktur PUSAT FISI yang sekaligus menantu Kiai Sahal Mahfudh, sebagai narasumber. Acara […]

  • 7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 684
    • 0Komentar

      Prosesi pelantikan tujuh PAC Pergunu di Pendopo Yayasan Jabalnur, Tlogowungu. PATI – Tujuh kepengurusan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)  di Kabupaten Pati  masa khidmat 2021-2026  resmi dilantik oleh PW Pergunu Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) kemarin. Tujuh PAC yang dilantik pada tahap pertama ini ialah PAC Pergunu Kecamtan Cluwak, Gembong, Gunungwungkal, Pucakwangi, […]

  • 1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    1 Muharram, PR IPNU IPPNU Asempapan Gelar Barzanji

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Beberapa pemgurus IPNU Asempapan sedang ‘mahallul qiyam’ dalam acara pembacaan maulid al Barzanji untuk menyambut tahun baru 1443 H. PATI – Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1443 H, PR IPNU IPPNU Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil menggelar kegiatan barzanji. Kegiatan tersebut digelar di salah satu rumah kader IPNU Desa Asempapan pada Selasa malam […]

  • LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    JEPARA-Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pati melakukan Rukyah Hilal di Pantai Kartini Jepara. Kegiatan tersebut dilakukan pada Hari Kamis (1/7) sore. Rombongan LFNU berangkat dari pati pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB dan sampai di Pantai kartini Jepara pukul 16.30 WIB. Ru’yatul hilal yang dilakukan LFNU Pati di Pantai Kartini Jepara Setibanya […]

  • IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

    IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

    • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Proses pelantikan Pengurus Anak Cabang IPNU Margoyoso PATI – Jum’at (17/9) pagi Pelajar NU Kecamatan Margoyoso menggelar pelantikan dan Rakerancab. Kegiatan yang bertempat di Gedung TPQ Baitur Rahman ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.  Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, para peserta dan tamu undangan yang datang diwajibkan memakai masker. Bukan […]

expand_less