Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah; Dibatasi Musim

Menikah; Dibatasi Musim

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai tanggal satu dibulan Syawal kemarin banyak orang melangsungkan pernikahan.

Selain karena bulan Syawal diyakini keistimewaannya tersebut, beberapa orang turut meyakini pula bahwa setelah tahun Hijriyah ini selesai, akan berganti dengan tahun duda. Tahun dimana dalam keyakinan masyarakat Jawa tidak boleh melaksanakan pernikahan karena bisa mendatangkan petaka untuk salah satu mempelai. Tetapi perlu digaris bawahi teman-teman. Tidak semua masyarakat Jawa meyakini hal ini ya.

Saya mencoba berbagi kisah dan sedikit curhatan tentang fenomena ini. Pertama saya ingin mencurahkan hati bahwa sejak memasuki bulan Syawal hingga hari ini terhitung sudah ada sekitar tujuh undangan pernikahan dari teman maupun saudara. Dan akan dipastikan akan terus bertambah hingga akhir penghujung tahun Hijriyah. Dibandingkan tahun yang lalu, tahun ini bertambah dua bahkan tiga kali lipat.

Lain halnya saya mendengar cerita dari para tetangga bahwa ada salah seorang pasangan yang menyegerakan acara pernikahan karena tak ingin menunda satu tahun lagi. Kepercayaan tentang tahun duda menjadi dasarnya. Kalau tidak sekarang, masak iya nunggu tahun depan lagi. Begitu kira-kira. Mereka begitu memaksa untuk segera menikah.

Ketika saya mendengar cerita ini dengan seksama, saya hanya bisa bergeleng-geleng kepala. Apakah memaknai pernikahan semata karena sebuah kepercayaan? Entahlah. Tentu masing-masing dari kita mempunyai arti dan makna tersendiri tentang pernikahan. Kemudian yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kepercayaan itu benar adanya atau hanya sebuah mitos?

Terlepas adanya pro dan kontra segala niat baik kita doakan semoga mendatangkan kebaikan dan keberkahan. Begitu juga dengan niat menikah bagi para pasangan di bulan ini. Semoga bukan karena takut akan sebuah kepercayaan, tetapi memang karena niat menjalankan ibadah dan berharap ridho Tuhan. Begitu kira-kira.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Jigar Panchal

    Jiwa Sheril Part I

    • calendar_month Ming, 10 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Hari ini masih pagi, tapi kawan-kawan sudah berbisik sana sini. Anjar membawa surat kecil berwarna putih. Aku melihat sekilas dan mencoba merebut. Anjar menghindar dan bel masuk berbunyi. Secepat kilat Anjar pergi dan aku tak memperhatikannya lagi. Mataku tertuju pada sosok tengil yang rapi. Wajah chinese dengan senyumnya manis. Memasuki kelas […]

  • Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    Tak Mau Petani Jadi Korban Premanisme, PCNU Pati Kawal Kasus Pundenrejo

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

      PCNUPati, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati tidak mau para petani Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu kembali menjadi korban aksi premanisme. Mereka pun ikut mengawal kasus sengketa lahan tersebut. Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim mengaku beberapa waktu lalu, pihaknya mendapatkan keluhan dan aspirasi dari petani Pundenrejo Pati usai aksi premanisme terjadi yang […]

  • IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    IKA PMII PATI Gelar Silaturahim dan Ngopi Bareng Lintas Generasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kiri), berada di barisan depan dalam acara Sulaturrahim dan Ngopi Bareng IKA PMII yang dilangsungkan di warung kopi Perko PATI – Senin (14/03), Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) PMII Kabupaten Pati mengadakan Silaturahim dan Ngopi Bareng bersama Alumni Lintas Generasi. Agenda langka ini bertempat di Sebuah Cafe, Pati.  Ketua […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

  • RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    RMI PWNU Jawa Tengah Bersama Baznas Jawa Tengah Dorong Pesantren Melek Digital melalui Pelatihan Digital Marketing

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Semarang, 12 Maret 2025 – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pesantren dalam menghadapi era digital. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Digital Marketing bagi pengelola Humas dan IT pondok pesantren se-Jawa Tengah. Acara yang digelar di SMK Negeri Jawa Tengah ini berlangsung […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pendidikan di Indonesia erat sekali dikaitkan dengan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Dimana dalam proses belajar baik formal maupun non-formal tentunya guru memiliki standar masing-masing dalam memberikan materi kepada peserta didik. Hal ini dimaksud untuk mempermudah transfer pembelajaran antara guru dan murid. Sedangkan dalam pendidikan formal, idealnya penilian […]

expand_less