Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peringatan Hari Santri Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
  • visibility 265
  • comment 0 komentar

Oleh : Arbangatun Desi Maesaroh

Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Lantas tahun 2023 perayaan Hari Santri ke berapa?

Dilamsir dari laman resmi Kementerian Agama RI, Peringatan Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari santri. Berdasarkan keputusan tersebut ditetapkan bahwa tanggal 22 oktober ditetapkan sebagai peringatan hari santri. Jadi, merujuk pada tahun ditetapkannya, pada tahun ini tahun 2023 menjadi peringatan Hari Santri Nasional yang ke-9. Sementara merujuk pada peristiwa Sejarah resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945, maka Hari Santri Nasional 2023 menjadi peringatan yang ke-78 tahun.

Hari Santri merupakan hari memperingati besarnya peran kyai dan santri dalam melawan penjajah, bertepatan dengan hari resolusi jihad yang diserukan oleh KH. Hasyim Asy’ari kepada santri dan masyarakat muslim pada tanggal 22 Oktober 1945. Oleh karena itu ditetapkanlah Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober. Santri dan pejuang lainnya mempunyai peranan penting dalam upaya merebut kembali kedaulatan negara. Perayaan Hari Santri mempunyai arti yang sangat besar bagi seluruh santri. Peran santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Santri berperan dalam mencapai kemerdekaan Indonesia, membangun Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Pesantren Nasional pada tahun 2015, hal ini mengingatkan santri dan masyarakat akan sejarah perjuangan kelompok pesantren melawan kolonialisme.

Mengingat sejarah itu penting, dengan mengingat sejarah menjadikan santri saat ini dapat selalu meningkatkan kualitasnya demi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. Diakui atau tidak, santri saat ini menghadapi situasi yang lebih sulit akibat perubahan global. Oleh karena itu, Hari Santri Nasional mempunyai makna dan filosofi yang tidak sekedar perayaan euforia atau ceremonial, namun juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas kesatriannya demi kemajuan negeri. Hari Santri mengingatkan kita akan pentingnya peran santri dari masa ke masa, mulai dari zaman kolonial hingga saat ini. Perayaan Hari Santri merupakan peristiwa penting dalam kehidupan beragama di Indonesia. Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober untuk mengapresiasi peran santri dalam membangun dan mengembangkan pendidikan Islam di negeri ini.

Santri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut siswa yang menuntut ilmu di pesantren yang merupakan lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia. Perayaan Hari Santri tidak hanya bertujuan untuk mengapresiasi peran santri dalam bidang pendidikan, tetapi juga untuk menghormati jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Para santri dan ulama telah banyak berkontribusi dalam upaya mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Peran santri dalam masyarakat tidak dapat dipisahkan dari peran penting yang dimainkan oleh para kyai atau ulama yang mendidik mereka di pesantren. Santri ini berasal dari lingkungan pesantren yang dipimpin oleh ulama yang mewarisi ajaran Nabi Muhammad SAW dan menekankan pentingnya moral dan etika yang tinggi. Mereka menjalani pendidikan yang sangat disiplin di pesantren dan dipersiapkan untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi sesama manusia, sesuai dengan ajaran Nabi bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Oleh karena itu, pendidikan di pondok pesantren senantiasa mengedepankan kepentingan umat dan kemaslahatan bersama, dengan tujuan melatih santri menjadi pribadi-pribadi terbaik yang mampu menebar kasih sayang dan manfaat bagi masyarakat. Saat ini, kita tidak boleh membatasi pemahaman kita tentang peran santri hanya sebatas sebagai guru atau pemuka agama. Pada era modern ini adalah waktu yang tepat untuk mengubah pemahaman tersebut. Perkembangan teknologi, khususnya Internet, telah mengubah cara kita dalam berkomunikasi dan berbagi informasi. Santri dapat menggunakan berbagai media sosial untuk berbicara tentang berbagai masalah sosial, budaya, agama, dan kewarganegaraan serta berkontribusi terhadap perubahan positif di masyarakat. Oleh karena itu, santri juga berperan penting dalam menyebarkan pengetahuan yang benar tentang Islam dan memberikan penjelasan yang akurat kepada masyarakat. Mereka harus menjadi kekuatan untuk kebaikan dan menjadi teladan dalam bertindak, baik di dunia nyata maupun di social media. Peran santri saat ini adalah berdakwah dan mengingatkan masyarakat ke arah yang benar. Pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa, telah ditunjukkan dengan mengembangkan berbagai program yang memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan dan pengembangan santri, seperti pembagian makanan dan mushaf Alquran, tempat tidur susun, seragam, dan Alquran. Melalui berbagai program tersebut, harapannya dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan pendidikan agama Islam, dengan mengembangkan potensi peserta didik, membantu mereka berperan aktif dalam masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan dan keadilan.

Jadi peringatan hari santri nasional adalah pengingat bagi kita tentang peristiwa saat pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari membacakan seruan berperang (jihad) kepada masyarakat Indonesia pada tanggal 22 Oktober 1945. Hari santri nasional digunakan sebagai momentum meneladani semangat jihad para pendahulu kita, semangat kebangsaan, semangat cinta tanah air, semangat rela berkorban untuk bangsa dan negara, semangat inilah yang menyatukan keberagaman menjadi satu kesatuan untuk Indonesia. Hari santri nasional merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para santri yang merupakan salah satu bagian penting dari kehidupan social masyarakat Indonesia. Sebuah bentuk penghargaan atas perjuangan perjuangan yang dilakukan kalangan pesantren sejak sebelum Indonesia Merdeka maupun dalam rangka mengisi kemerdekaan tersebut. Pada setiap tahunnya peringatan hari santri selalu dirayakan oleh seluruh santri di Indonesia dengan berbagai kegiatan meriah yang diadakan oleh Kementerian Agama seperti kemandirian pesantren expo atau pesantren expo, ada juga beberapa perlombaan entah itu yang diadakan internal di dalam pondok pesantren bagi para santrinya ataupun perlombaan antar pondok pesantren, dan untuk puncak perayaan hari santri biasanya akan diadakan apel hari santri pada tanggal 22 oktober.

Saya setuju dengan adanya penetapan hari santri nasional, hari santri nasional sangat bermakna bagi seluruh santri di tanah air. Dengan kita merayakan hari santri nasional, kita merenungkan perjalanan panjang para santri dalam memelihara dan menghidupkan semangat jihad serta peran penting para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan kita memperingati hari santri, kita tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu tetapi melihat juga masa depan yang cerah yang bisa diciptakan oleh para santri. Para santri merayakan hari santri nasional semangat, dedikasi, dan peran yang tak tergantikan dari para santri pada sejarah dan masa depan Indonesia.

Kesimpulan yang dapat diambil adalah perayaan hari santri nasional sangat bermakna bagi seluruh santri di Indonesia. Hari santri patut dirayakan dengan berbagai kemeriahan yang dapat di nikmati oleh seluruh masyarakat, tidak hanya bagi santri. Santri adalah garda terdepan dalam perang melawan kebodohan. Mari terus berjuang untuk kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual. Jadilah santri yang kuat dalam membela agama, dan jadilah santri yang hebat dalam rangka berkorban untuk negara. Tidak semua orang adalah santri, tapi kita semua bisa jadi santri. Tetap bangga menjadi seorang santri. Santri yang bijak adalah mereka yang memberikan cahaya kehidupan dalam ketenteraman hati di setiap harinya.

 

Arbangatun Desi Maesaroh, lahir di salah satu kabupaten dengan deretan pantai yang indah di Jawa Tengah, yaitu Kebumen, pada 27 Desember 2004. Saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto. Saat ini, aktif menjadi anggota Nurul Iman Media, sebagai editor video, videographer, creative di Pondok Pesantren Nurul Iman Purwokerto-Banyumas. Alamat rumah: Dk. Taleban, no. 40 RT 002/RW 003 Kuwayuhan, Pejagoan, Kebumen 54361. e-mail: adesi.maysrh@gmail.com

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    • calendar_month Ming, 13 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Angga Saputra (kiri) menerima mandat sebagai ketua Karang Taruna Desa Lahar TLOGOWUNGU – Pengurus Karang Taruna Manunggaling Pemuda Lahar (Mandala) resmi dilantik. Pelantikan di selenggarakan di Aula Balai Desa Lahar, Sabtu (12/2) malam.   Pelantikan tersebut dihadiri oleh kepala desa setempat beserta perangkat, serta pengurus karang truna Kecamatan Tlogowungu.  Ketua Karang Taruna Manda, Angga Saputra, […]

  • Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Para santri PPSA antusias menyimak pemaparan materi dari mahasiswa PPL IAIN Kudus  GEMBONG-Ada yang berbeda dengan Praktik Pengalaman Laangan (PPL) IAIN Kudus di MTs. Al Ma’arif Gembong. Pasalnya, mahasiswa yang menjalani PPL di madrasah ini sekaligus ‘mondok’ di Pones Shofa Az Zahro’ Gembong.  Sebanyak 12 mahasiswi dan mahasiswa IAIN Kudus menjadikan Ponpes Asuhan KH. Imam […]

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

                Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu […]

  • Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PATI-Seorang perangkat desa di Kecamatan Winong nyaris dipolisikan lantaran dianggap menghina Nahdlatul Ulama (NU). Itu buntut dari postingannya di media sosial facebook tentang Koin NU.Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Winong Sabar Halim mengemukakan, pria yang menjabat sebagai Kadus Botok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang cenderung […]

  • Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga

    Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga

    • calendar_month Sel, 23 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

      NU Pati – Suarakan kemanusiaan NU Peduli gencar membantu warga. Pada Selasa (23/3/2021), gerakan kemanusian tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan paket sembako dan bedah rumah Kegiatan dalam rangka membangun semangat jiwa sosial kemanusiaan yang di perkasai NU Peduli Pati ini berlangsung dibeberapa lokasi terutama  Dukuh Muktisari Desa Muktiharjo Kecamatan Margorejo, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

expand_less