Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

712 Orang Donorkan Darahnya di Salafiyah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 31 Okt 2019
  • visibility 183
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Menumbuhkan sikap peduli dan peka terhadap kesehatan masyarakat, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan melaksanakan donor darah. Hal tersebut ditunjukkan para siswa dan guru yang berada di bawah naungan Yayasan Salafiyah Kajen yang meliputi MA, SMK dan MTs Salafiyah. Mereka tampak antusias sebagai pendonor dalam kegiatan  yang di selenggarakan oleh Palang Merah Remaja (PMR) Salafiyah Kajen  bekerjasama dengan PMI Pati pada hari Rabu (30/10) bertempat di Aula MA Salafiyah Kajen.

Situasi donor darah dan cek golongan darah yang diadakan oleh Palam Merah Remaja (PMR) Salafiyah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Rabu (30/10) di Gedung Salafiyah Kajen.

Dalam kegiatan itu tidak hanya dilaksanakan donor darah. Namun penyelenggara juga menyediakan fasilitas cek golongan darah bagi para peserta didik yang belum mengetahuinya.

Sekitar 712 siswa yang berasal dari kelas VII MTs dan kelas X MA secara bergantian dari pagi hingga siang melakukan cek golongan darah dengan senang hati. Cek darah ini berguna untuk mengetahui jenis golongan darah yang terkandung dalam siswa dan bermanfaat apabila di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Luqman Hakim, pembina PMR Salafiyah Kajen mengatakan, bahwa tujuan dari kegiatan ini sebagai wujud kepedulian siswa MA, SMK dan MTs Salafiyah kepada sesama. Sehingga para siswa juga  peka terhadap kesehatan masyarakat.

“Hasil darah yang didapatkan dari para pendonor, diharapkan mampu menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan darah.” imbuhnya

Ia berharap dengan kegiatan ini, siswa semakin terlatih jiwa kebersamaannya. Selain itu, dengan agenda bertema sosial ini, juga bisa menjadi sarana pelatihan bagi para peserta didik untuk berusaha memberikan manfaat kepada sesama manusia.

Elina Dhita Sukma ketua PMR Salafiyah mengatakan hasil secara keseluruhan jumlah pendonor dalam kegiatan ini berjumlah 150 pendonor. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, lanjut Dhita, jumlah pendonor tahun ini ada peningkatan.

“Kami telah melaksanakan kegiatan ini  setiap tahun sebagai agenda rutin. Alhamdulillah, setiap tahunnya, jumlah pendonor terus bertambah. Baik dari para siswa maupun para guru.” ujarnya (As/MASlf/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    QUO VADIS PENDIDIKAN NAHDLATUL ‘ULAMA; Membaca Problematika Pesantren dan Madrasah

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama (NU) sesungguhnya memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses perkembangan pendidikan terutama pendidikan Islam. Pada dasarnya sejarah pergerakan NU itu sendiri merupakan gerakan pendidikan di seluruh Indonesia.[1]Banyaknya lembaga-lembaga pendidikan seperti pesantren, majlis ta’lim, diniyah atau madrasah yang menjadi basis kultural NU dapat menjadi indikasi gerakan […]

  • PORSEMA XIII Kabupaten Pekalongan Segera Digelar, Bidik Peringkat 3 Besar Jateng

    PORSEMA XIII Kabupaten Pekalongan Segera Digelar, Bidik Peringkat 3 Besar Jateng

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Pekalongan — Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) ke-13 tingkat Kabupaten Pekalongan siap digelar. Ketua Panitia PORSEMA XIII, Subkhi, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah rampung menjelang pembukaan yang dijadwalkan pada Rabu pagi, (23/7), di Lapangan Desa Kebonsari, Kecamatan Karangdadap. Ketua Panitia Porsema Tingkat Kabupaten Pekalongan, Subkhi, hari ini (Senin) dilaksanakan gladi bersih untuk memastikan kesiapan […]

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • Pentingnya Branding bagi Madrasah

    Pentingnya Branding bagi Madrasah

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

      Brebes, 22 November 2023 – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Brebes mengadakan Pelatihan Branding, Publikasi, dan Pengelolaan Website di Kantor PCNU Kabupaten Brebes untuk seluruh lembaga pendidikan dibawah naungan LP Ma’arif NU Brebes bersama Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda. Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan dari masing-masing lembaga […]

  • PCNU-PATI

    Membaca Nurcholis Majid

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Namun, Cak Nur juga memberikan pertanyaan tentang sampai manakah mahasiswa di dalam mempertahankan idealisme nya tersebut? Apakah hanya sampai pada saat menjadi mahasiswa aktif? Atau bahkan sampai pada saat mereka sudah menjadi bagian daripada pemerintah itu sendiri? Cak Nur mulai mengkhawatirkan pertanyaan tersebut akan terjawab dengan kenyataan bahwa mahasiswa akan berhenti idealis apabila sudah menjadi bagian daripada pemimpin […]

expand_less