Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tipologi Kiai di Masyarakat

Tipologi Kiai di Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Mei 2024
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

Tipologi Kiai di Masyarakat

Oleh : Siswanto, M A

Istilah kiai pada umumnya digunakan masyarakat untuk menyebutkan orang lain yang dinilai memiliki keilmuan dan dianggap pintar oleh masyarakat di kampung halamannya. Istilah kiai juga pada umumnya mengkrucut pada sosok yang dianggap alim dan memiliki pesantren, ahli kitab, serta memiliki ketertarikan pada kajian tradisional Islam di masyarakat.

Sedangkan pemakaian istilah kiai sendiri di Indonesia hanya khas berlaku dalam kultur masyarakat Jawa. Sementara di daerah lain, istilah kiai memiliki arti yang berbeda-beda panggilannya, misalnya ajengan untuk masyarakat Sunda, bendere untuk masyarakat Madura, buya untuk masyarakat Sumatera, dan topanrita untuk masyarakat Sulawesi.

Dengan demikian istilah kiai, ajengan, dan buya merupakan istilah lokal yang ada di masing-masing daerah. Akan tetapi secara terminologi istilah tersebut merupakan istilah sama dengan istilah lain yang tersebar di pelbagai daerah.

Dalam khazanah intelektual masyarakat jawa, istilah kiai diidentikan  dengan ulama. Padahal pengertian ulama sendiri merupakan memiliki makna yang lebih luas cakupannya, yakni orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan tidak ada pembatasan maupun spesialisasi tertentu, sehingga sebutan ulama memiliki makna yang luas dan global.

Sementara kiai sendiri kerap hanya dipersepsikan sebagai orang yang menguasai kajian kitab kuning dan komitmen dengan keilmuan keislaman plus dalam pengalamannya disertai dengan kharismatiknya. Oleh karena itu, istilah kiai dan ulama pada umumnya di masyarakat dimaknai sama, yakni orang yang dianggap mampu dan bisa membimbing masyarakat menuju jalan yang lebih terang dan benar.

Dalam realitas sosial, kiai sebagai tokoh agama di masyarakat menduduki posisi ganda, yaitu selaku pemimpin spiritual, pelayan masyarakat maupun juga sebagai aktivis dalam dunia politik. Maka, dalam kajian sosiologis, tokoh spiritual semacamituselalu muncul dalamagama apapun yang dipeluk oleh masyarakat. Dalam kajian-kajiantentang kehidupan masyarakat mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling modern sekalipun, selalu dikenal religi, yaitu gejala penyembuhan dan pengobatan pada yang ghaib. Fenomena ini dapar disematkan sebagai bukti, bahwa kiai di masyarakat selain pahamilmu agama juga ilmu spiritual.

Oleh karena itu,istilah kiai sendiri dari pelbagai perspektif memiliki banyak makna. Hal ini sebagaimana dituturkan Gus Dur di NU online ada empat kategori kiai.

Pertama, Pertama, kiai tandur. Kiai jenis ini mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan mendidik murid-murid di pesantrennya, serta memimpin komunitas di musala atau majelis taklim.

Kedua, kiai sembur, yang disebut di kalangan pesantren sebagai “ahli suwuk” atau “ahli dalam semua jenis doa”, memiliki fokus pada dunia spiritual dan pengobatan.

Ketiga, kiai tutur. Berbicara dari satu tempat ke tempat lain adalah sesuatu yang menarik bagi kiai jenis ini. Berhubungan dengan banyak orang, termasuk artis dan pejabat. Gus Dur mengatakan bahwa kiai yang pandai membuat proposal dan sering nongkrong di kantor pejabat termasuk dalam kategori ini.

Keempat, seorang kiai catur. Kiai jenis ini sangat menyukai politik dan kekuasaan. Dalam kasus seperti ini, Gus Dur mengaku sebagai kiai.

Dari keempat jenis istilah kiai di atas, Gus Dur berpendapat bahwa keempat jenis kiai itu harus bertanggung jawab satu sama lain, bukan saling menyalahkan atau menjelek-jelekkan. Kedua jenis kiai, kiai tandur dan kiai sembur, harus tinggal di komunitas untuk mempertahankan keyakinan mereka. Mereka bertanggung jawab atas NU di wilayah itu, sementara dua kelompok kiai lainnya, kiai tutur dan kiai catur, bertanggung jawab atas NU di tingkat kebijakan.

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Hari Santri, RMI PCNU Pati Gelar MHQ dan MQK

    Semarak Hari Santri, RMI PCNU Pati Gelar MHQ dan MQK

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati menyelenggarakan Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) dan Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK). Kegiatan berlangsung di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA), pada Ahad (19/10/2025). Legiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghoffar […]

  • Pendekar se-Kabupaten Serbu Juwana

    Pendekar se-Kabupaten Serbu Juwana

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JUWANA-Para pendekar se-Kabupaten Pati berkumpul di Juana. Pasalnya, perhelatan pencak silat khas NU, Pagar Nusa Kembali di Gelar. Kali ini Pagar Nusa Pati menggelar kompetisi pencak silat tingkat Kabupaten di SMA 1 Juana. Kategori yang dipertandingkan pun sangat beragam, mulai dari seni hingga sambung dilombakan dalam gelanggang. Tak kurang, sebanyak 300 pendekar mengikuti perhelatan ini. […]

  • Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.471
    • 0Komentar

      WONOSOBO – Ramadan di Pondok Pesantren Al-Qur’an (PPQ) Safiinatunnaja Kalibeber Wonosobo tahun ini terasa lebih berwarna. Selain diisi dengan ibadah mahdhah dan ngaji pasanan (ngaji kitab kuning), sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo pesantren. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan […]

  • PCNU-PATI

    Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Gunung es adalah bongkahan besar es air tawar yang berada di tengah lautan. Separuh badan gunung berada di dalam laut, sedang separuhnya lagi berada di permukaan. Tapi, tahukah Anda, yang berada di permukaan hanyalah 10% saja, sedang 90% berada di dalam lautan. Kita hanya melihat puncak gunungnya saja yang tampak […]

  • Photo by Mufid Majnun

    NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik. Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Pada kesempatan ini redaksi akan menampilkan tanya jawab bersama Rois Syuriah PCNU Pati , KH. M. Aniq Muhammadun. Assalamualaikum Wr Wb Sebagai orang awam, saya ingin bertanya sama pak yai : di bumi nusantara tercinta ini kita sudah lazim dan sering kita lihat orang orang ziarah ke makam para auliya untuk mendoakannya dan sekaligus bertawasul, […]

expand_less