Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tarekat vs Syariat

Tarekat vs Syariat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
  • visibility 250
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua.

Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih belaka dan menganggap tarekat sebagai simbol kejumudan berfikir.

Bahkan, kedua kubu ini sudah sampai pada fase mengolok-olok ‘lawan’ mainnya. Padahal, keduanya sama-sama budak-Nya Allah, lhoh.

Lantas, bagaimana dengan para ulama tasawuf yang merupakan muara dari tarekat? Sebut saja Syaikh Ibn Atha’illah as Sakamdari, Imam Abu Hamid Al Ghazali hingga Habib Luthfi bin Yahya di Indonesia?

Ternyata, ulama’-ulama’ tersebut, sebelum berenang di samudra tasawuf, sudah khatam ilmu syariat terlebih dahulu. Sehingga ketika menemukan kenyamanan lewat thoriqohnya, beliau-beliau yang mulia itu, tidak perlu mengolok-olok fikih sebagai bagian penting dari ilmu haal.

Nah, mereka yang hobi wirid namun mengolok-olok ulama’ fikih, biasanya melewatkan satu tangga dalam perjalanan spiritual. Maksudnya, ketika–mohon maaf–masih bodoh, tiba-tiba diajak bertasawuf, maka, dengan lugunya, oknum pengikut sufi semacam ini menganggap dirinya satu level di atas ulama’-ulama’ fiqih yang alim, na’uudzu billah.

Di sisi lain, para pengagum fikih juga melakukan hal demikian, menolak tasawuf setengah mati hingga sum-sum tulang, padahal dirinya hanya menembus tasawuf lewat covernya saja. Orang-orang macam ini, biasanya cenderung ke kanan (baca: radikal). Literasinya hanya terbatas pada satu teks saja.

Nah, jelas sudah, kan? Bahwa latar belakang ‘tarung bebas’ tarekat vs fikih adalah pemahaman yang sama-sama dangkal. Buktinya, ulama’ yang ‘alim ‘allamah tidak pernah saling menyalahkan. Kalaupun terpaksa beda pendapat, para ndoro syaikh tersebut menyampaikannya lewat cara yang elegan, yakni dengan tulisan atau perkataan yang meneduhkan, bil hikmah. Bukannya pakai umpatan, apalagi via facebook dan twitter, cemen!.

Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan Syaikh Burhanul Islam az Zarnuji, bahwa memang yang wajib dipelajari pertama kali bukanlah ilmu tasawuf. Bukan juga ikut NU atau Muhammadiyah, tapi materi pertama yang harus dikonsumsi seorang pencari ilmu adalah ilmu haal (ilmu dasar) seperti halnya ushuluddin, fikih, aqidah, akhlak dan sejenisnya.

Baru kemudian, setelah fondasinya kuat, tinggal membuat bangunan yang sesuai keinginan arsitek. Mau ikut syadziliyyah, qodariyah naqshabandiy, kholidiyah atau tarekat-tarekat lainnya, sok silakeun. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwasannya belajar fikih harus dibarengi dengan akhlak, sekali lagi supaya tidak menyalahkan tasawuf. Hal ini juga berlaku bagi penganut tarekat yang nihil ilmu syariat agar tidak merasa jauh lebih terhormat.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ma’arif NU Jateng Gelar Penguatan Moderasi Beragama

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama Kementerian Agama RI menggelar sosialisasi moderasi beragama, Sabtu (17/12/2022). Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan menegaskan bahwa kegiatan tersebut digelar bersama mitra yaitu Kemenag RI. “Sisa kepengurusan kita tinggal enam bulan sampai Juni atau Juli […]

  • Korban Kebakaran dapat Bantuan dari NU

    Korban Kebakaran dapat Bantuan dari NU

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    NU Care- LAZISNU Kabupaten Pati telah melaksanakan pendistribusian bantuan untuk korban kebakaran di desa Pagerharjo, Rabu (30/10). Pada kegiatan tersebut LAZISNU Pati turut serta menggandeng Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa beserta banomnya. Diketahui kebakaran terjadi hari selasa sekira pukul 14.00 WIB di desa Pagerharjo dukuh Prapeyan Rt 03 Rw 02 Kecamatan Wedarijaksa. Akibat […]

  • LP Maarif Purbalingga Lantil 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    LP Maarif Purbalingga Lantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala Mts

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

      Purbalingga, kamis, 9 Januari 2025 ketua PC.LP. Maarif NU PCNU Purbalingga H. Torik Jahidin, S.Pd.I., M.Pd.I melantik 7 Kepala MI dan 2 Kepala MTs. Dilaksankan di Gedung Dekopinda Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini kali pertama dilaksanakan pada masa khidamah awal pengurus LP. Maarif NU Purbalingga masa khidmah 2024-2029. Berahirnya masa khidmah Kepala menjadi dasar Pengurus […]

  • Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua […]

  • PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PATI-Bangsa Indonesia bersiap menyambut pemimpin barunya Minggu (20/10) esok. Pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin akan dilantik di gedung DPR/MPR setelah memenangkan pemilu 17 April 2019 silam. Saalah satu cuplikan video dengan judul “Ketua PCNU Kab.Pati Mendukung plntkn Bp.Jokowi Sebagai Presiden RI,menolak Radikalisme, tindakan Anarkhis” Hiruk pikuk masyarakat dalam menyongsong acara ini telah mewarnai […]

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3-habis)

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah terpilih lagi sebagai Ketua PCNU Pati masa Khidmat 2024-2029, KH. Yusuf Hasyim segera menyusun program kerja (Proker). Penyusunan Proker ini, menurutnya didasarkan pada evaluasi Lembaga dan Pengurus Harian masa khidmat sebelumnya. Selain pelayanan dan networking, Kiai Yusuf bertekad untuk menjaga aset NU, baik fisik maupun non fisik. “Aset NU itu sangat […]

expand_less