Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tarekat vs Syariat

Tarekat vs Syariat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua.

Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih belaka dan menganggap tarekat sebagai simbol kejumudan berfikir.

Bahkan, kedua kubu ini sudah sampai pada fase mengolok-olok ‘lawan’ mainnya. Padahal, keduanya sama-sama budak-Nya Allah, lhoh.

Lantas, bagaimana dengan para ulama tasawuf yang merupakan muara dari tarekat? Sebut saja Syaikh Ibn Atha’illah as Sakamdari, Imam Abu Hamid Al Ghazali hingga Habib Luthfi bin Yahya di Indonesia?

Ternyata, ulama’-ulama’ tersebut, sebelum berenang di samudra tasawuf, sudah khatam ilmu syariat terlebih dahulu. Sehingga ketika menemukan kenyamanan lewat thoriqohnya, beliau-beliau yang mulia itu, tidak perlu mengolok-olok fikih sebagai bagian penting dari ilmu haal.

Nah, mereka yang hobi wirid namun mengolok-olok ulama’ fikih, biasanya melewatkan satu tangga dalam perjalanan spiritual. Maksudnya, ketika–mohon maaf–masih bodoh, tiba-tiba diajak bertasawuf, maka, dengan lugunya, oknum pengikut sufi semacam ini menganggap dirinya satu level di atas ulama’-ulama’ fiqih yang alim, na’uudzu billah.

Di sisi lain, para pengagum fikih juga melakukan hal demikian, menolak tasawuf setengah mati hingga sum-sum tulang, padahal dirinya hanya menembus tasawuf lewat covernya saja. Orang-orang macam ini, biasanya cenderung ke kanan (baca: radikal). Literasinya hanya terbatas pada satu teks saja.

Nah, jelas sudah, kan? Bahwa latar belakang ‘tarung bebas’ tarekat vs fikih adalah pemahaman yang sama-sama dangkal. Buktinya, ulama’ yang ‘alim ‘allamah tidak pernah saling menyalahkan. Kalaupun terpaksa beda pendapat, para ndoro syaikh tersebut menyampaikannya lewat cara yang elegan, yakni dengan tulisan atau perkataan yang meneduhkan, bil hikmah. Bukannya pakai umpatan, apalagi via facebook dan twitter, cemen!.

Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan Syaikh Burhanul Islam az Zarnuji, bahwa memang yang wajib dipelajari pertama kali bukanlah ilmu tasawuf. Bukan juga ikut NU atau Muhammadiyah, tapi materi pertama yang harus dikonsumsi seorang pencari ilmu adalah ilmu haal (ilmu dasar) seperti halnya ushuluddin, fikih, aqidah, akhlak dan sejenisnya.

Baru kemudian, setelah fondasinya kuat, tinggal membuat bangunan yang sesuai keinginan arsitek. Mau ikut syadziliyyah, qodariyah naqshabandiy, kholidiyah atau tarekat-tarekat lainnya, sok silakeun. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwasannya belajar fikih harus dibarengi dengan akhlak, sekali lagi supaya tidak menyalahkan tasawuf. Hal ini juga berlaku bagi penganut tarekat yang nihil ilmu syariat agar tidak merasa jauh lebih terhormat.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Dakwah Berbasis Literasi. Photo by Aaron Burden on Unsplash

    Dakwah Berbasis Literasi

    • calendar_month Sab, 16 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Dakwah memang erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar dan di sana banyak orang yang berkumpul untuk mendengarkannya. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking yang bagus, maka dakwah dengan cara apapun sangat dianjurkan, asalkan sesuai dengan perintah Allah Swt dan petunjuk Rasulullah Saw yakni dakwah dengan hikmah, dengan kebijaksanaan, dan pelajaran […]

  • PCNU-PATI Photo by Nick Agus Arya

    Negara Kesatuan Republik Indonesia

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Gerakan kemerdekaan Indonesia menunjukkan polarisasi bipolar.Gerakan nasional sekuler yang berdasarkan patriotisme ansih, dangerakan nasional Islam yang berdasarkan Islam dan patriotisme. Kedua ideologi ini mewarnai sidang pertama Badan PenyelidikUsaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yangberlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945.Ada demarkasi yang jelas antara mereka yang menginginkannegara sekuler dengan mereka yang menginginkan negara Islam.Kekuatan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Pribadi Telaten KH. Muhammad Asmu’i Hasan

    • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Oleh: Yumna Ulayya Ainun Nafidz KH. Muhammad Asmu’i Hasan merupakan salah satu ulama yang dikenal pandai dalam bidang kajian kitab kuning di desa Kajen Pati, menjadi sosok pemimpin setiap kali bahtsul masail diadakan. Garis nasab Kiai Asmu’i jika ditarik ke atas, segaris lurus akan bertemu dengan nasab Kiai Khumaidi, Pundenrejo Pule Tayu, Pati. KH. Muhammad […]

  • Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Ketua Lazisnu Ajak Warga Bantu Korban Puting Beliun   pcnupati.or.id – Musim penghujan di ujung tahun 2024 menjadi kenangan pahit bagi sebagian warga Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Pasalnya, 90 rumah dan sekolah di kecamatan tersebut mengalami rusak sedang hingga berat akibat terjangan angin puting beliung, Sabtu (28/12) lalu.   Total kerugian materiil yang diderita warga […]

  • Ketua dan Sekretaris LP Ma`arif NU Jateng Hadiri Undangan Konferensi Internasional di Cina

    Ketua dan Sekretaris LP Ma`arif NU Jateng Hadiri Undangan Konferensi Internasional di Cina

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Semarang – Ketua dan Sekretrias Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani dan Ahsanul Husna, Rabu, 20 November 2024 bertolak ke Guangzho Cina untuk mengadiri undangan Konferensi Internasional yang bertema “The Second Belt and Road Chinese University and Overseas Partner Exchange conference”. Menurut Fakhruddin, kegiatan ini diselenggarakan oleh Guangzhou MalishaEdu Co., Ltd. Kegiatan diselenggaran […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatul Qadar dan Teknologi Alquran

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.048
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Al-Quran bagi saya adalah kitab teknologi. Agak aneh po kedengarannya? Ya, bisa jadi demikian. Nah, di dalam momentum akhir Ramadan ini, kita perlu mengkaji lagi Lailatul Qadar (baku: Lailatulqadar) sebagai “bonus” yang diberikan Allah Swt di bulan suci Ramadan.   Lazim kita jumpai, suasana spiritual umat Islam di dunia sering […]

expand_less