Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tarekat vs Syariat

Tarekat vs Syariat

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
  • visibility 338
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua.

Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih belaka dan menganggap tarekat sebagai simbol kejumudan berfikir.

Bahkan, kedua kubu ini sudah sampai pada fase mengolok-olok ‘lawan’ mainnya. Padahal, keduanya sama-sama budak-Nya Allah, lhoh.

Lantas, bagaimana dengan para ulama tasawuf yang merupakan muara dari tarekat? Sebut saja Syaikh Ibn Atha’illah as Sakamdari, Imam Abu Hamid Al Ghazali hingga Habib Luthfi bin Yahya di Indonesia?

Ternyata, ulama’-ulama’ tersebut, sebelum berenang di samudra tasawuf, sudah khatam ilmu syariat terlebih dahulu. Sehingga ketika menemukan kenyamanan lewat thoriqohnya, beliau-beliau yang mulia itu, tidak perlu mengolok-olok fikih sebagai bagian penting dari ilmu haal.

Nah, mereka yang hobi wirid namun mengolok-olok ulama’ fikih, biasanya melewatkan satu tangga dalam perjalanan spiritual. Maksudnya, ketika–mohon maaf–masih bodoh, tiba-tiba diajak bertasawuf, maka, dengan lugunya, oknum pengikut sufi semacam ini menganggap dirinya satu level di atas ulama’-ulama’ fiqih yang alim, na’uudzu billah.

Di sisi lain, para pengagum fikih juga melakukan hal demikian, menolak tasawuf setengah mati hingga sum-sum tulang, padahal dirinya hanya menembus tasawuf lewat covernya saja. Orang-orang macam ini, biasanya cenderung ke kanan (baca: radikal). Literasinya hanya terbatas pada satu teks saja.

Nah, jelas sudah, kan? Bahwa latar belakang ‘tarung bebas’ tarekat vs fikih adalah pemahaman yang sama-sama dangkal. Buktinya, ulama’ yang ‘alim ‘allamah tidak pernah saling menyalahkan. Kalaupun terpaksa beda pendapat, para ndoro syaikh tersebut menyampaikannya lewat cara yang elegan, yakni dengan tulisan atau perkataan yang meneduhkan, bil hikmah. Bukannya pakai umpatan, apalagi via facebook dan twitter, cemen!.

Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan Syaikh Burhanul Islam az Zarnuji, bahwa memang yang wajib dipelajari pertama kali bukanlah ilmu tasawuf. Bukan juga ikut NU atau Muhammadiyah, tapi materi pertama yang harus dikonsumsi seorang pencari ilmu adalah ilmu haal (ilmu dasar) seperti halnya ushuluddin, fikih, aqidah, akhlak dan sejenisnya.

Baru kemudian, setelah fondasinya kuat, tinggal membuat bangunan yang sesuai keinginan arsitek. Mau ikut syadziliyyah, qodariyah naqshabandiy, kholidiyah atau tarekat-tarekat lainnya, sok silakeun. Namun, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah bahwasannya belajar fikih harus dibarengi dengan akhlak, sekali lagi supaya tidak menyalahkan tasawuf. Hal ini juga berlaku bagi penganut tarekat yang nihil ilmu syariat agar tidak merasa jauh lebih terhormat.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hj. Salamah Aniq Sampaikan Tausyiah di Darul Hadlanah

    Hj. Salamah Aniq Sampaikan Tausyiah di Darul Hadlanah

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Margoyoso- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pati (YKMNU)mengadakan pengajian akbar serta harlah berdirinya Panti Asuhan Darul Hadlanah, di gedung setempat  Jum’at, (15/1). Acara yang dikemas dalam bentuk pengajian ini berjalan dengan lancar dan khidmad. Acara kali ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun ini peserta yang menghadiri lebih banyak […]

  • Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    Sahkah Sholat Tasbih yang Terlupa Baca Tasbih?

    • calendar_month Sab, 24 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Sah ataukah tidak sholat tasbih yang terlupa membaca tasbih di salah satu bagiannya?. Inilah salah satu permasalahan yang diperdebatkan dalam forum bahtsul masail yang diselenggarakan oleh MWC NU Kec. Jakenan. Lebih lanjut ditanyakan, hukum sholat tasbih yang demikian (lupa membaca bacaan tasbih) di salah satu bagiannya. Sah atau tidak sholatnya? Jika teringatnya masih di dalam […]

  • Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah Brebes – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kab. Brebes menggelar pelatihan Branding, Publikasi dan pengelolaan website. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Kab. Brebes yang dimulai pada Rabu 23 November 2023. Hadir narasumber pertama Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda yang mengisi strategi […]

  • Kirab Budaya NU

    Kirab Budaya NU

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pati. Panji-panji NU dikibarkan di tengah kondisi kebangsaan yang terus digerus isu perpecahan. Para santri mendukung kiprah NU untuk berada di garda terdepan mengawal keutuhan NKRI. Ratusan santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin mengibarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) saat menggelar kirab budaya dengan mengelilingi Desa Trimulyo, Kayen, 11/12/2017, kemarin. Terlebih, kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam […]

  • Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.843
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Kecamatan Tlogowungu mengadakan acara Ngaji Triwulan, di halaman Masjid Baiturrohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu, pada Kamis (23/10/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, H. Abdullah Syafiq Mu’adz, serta diisi oleh KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib sebagai penceramah. […]

  • Jaga Kondusivitas Daerah, Kesbangpol Kabupaten Semarang Siap Sinergi dengan FKPT Jateng

    Jaga Kondusivitas Daerah, Kesbangpol Kabupaten Semarang Siap Sinergi dengan FKPT Jateng

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Ungaran – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang siap bersinergi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah. Hal itu terungkap dalam silaturahmi antara Ketua FKPT Jateng Hamidulloh Ibda dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang, Suyana, S.H., M.Si., beserta jajaran di sebuah cafe di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (20/5/2025). Dalam kesempatan itu, […]

expand_less