Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

Pertanyaan.
Assalamua`laikum
Sekarang adalah bulan agustus, dan sebentar lagi tanggal 17 agustus yang mana pada tanggal itu bangsa indonesia memeringati hari kemerdekaan indonesia yang ke 71, banyak dari masyarakat yang melakukan upacara kemerdekaan, dan pada proses upacara ada bentuk penghormatan kepada bendera merah putih, ada sebagian pendapat dari masyarakat yang mengatakan bahwa penghormatan pada bendera adalah kemusyrikan kepada Allah karena haqiqatnya yang patut disembah adalah Allah, mohon penjelasannya ustadz, sekian terima kasih
Jawaban;
Wa`alaikumsalam wr.wb
Pada dasarnya indonesia adalah negara kebangsaan, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk cinta kepada tanah airnya, karena sudah bukan zamannya lagi untuk berperang dengan senjata, maka salah satu wujud cinta tanah air kita adalah dengan mengadakan upacar bendera dan meneruskan perjuangan perjuangan pahlawan terdahulu kita,
Dalam kitab Fatawi Al Azhar diterangkan bahwa penghormatan kepada bendera itu bukan sebuah bentuk per ibadahan atau kemusyrikan kepada allah swt, melainkan sebuah bentuk kesetiaan dan kecintaan kita pada tanah air, dan perhatian kita untuk selalu melindunggi tanah airnya, dan bendera pada zaman arab itu dijadikan tanda atau simbol sebuah jama`ah, dan penghormatan bendera seperti itu tidak bisa dipahami sebuah peribadahan karena bukan sebuah bentuk sholat ataupun dzikir kepada allah swt. Marilah kita isi kemerdekaan ini dengan hal hal yang bermanfaat yang menjadikan kecintaan kita kepada tanah air selalu bertambah dan  menjadikan indonesia negara yang kuat. Wallahu`alam
Selamat memeringati Hari kemerdekaan republik indonesia yang ke 71.
  Assalamu`alaikum
Ustadz saya mau tanya, ketika saya sedang ziaroh ada sebagian masyarakat yang menaburkan bunga diatas kuburan keluarganya, apakah hal seperti itu tidak masuk dalam idho`atul mal (menyia-yiakan harta)? Sekian terima kasih
 Wa`alaikum salama wr.wb
Hukum asal ziaroh adalah disunnahkan, selama dalam hal tersebut tidak terdapat hal hal yang melanggar syara`, sebagai bentuk penghormatan terakhir dan menunjukan rasa cinta nya keluarga terhadap jenazah berbeda beda, dalam hal menaburkan bunga diatas kubur bukanlah sebuah penyia- yiaan harta yang dilarang oleh syara` karena dalam hal tersebut ada sesuatu yang manfaat yang kembali pada jenazah yaitu dengan tasbih tasbihnya bunga kepada jenazah yang akan meringgankan siksaan pada jenazah tersebut, dan hal itu pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW sewaktu menancapkan pelapah kurma yang masih hijau diatas kubur. Wallu`alam
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.702
    • 0Komentar

      LASEM – Sebanyak 123 karya fotografi dipamerkan di Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem), Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada 18-25 Oktober 2025. Pameran foto jurnalistik bertajuk Santri Volume 2 ini digelar oleh Perum LKBN Antara yang berkolaborasi dengan Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Museum Islam Nusantara, […]

  • Hadiri Halalbihalal Ma`arif Jepara, Ketua LP Ma`arif NU Jateng Tekankan Pentingnya Penguatan Akidah Aswaja Nahdliyah di Sekolah/Madrasah

    Hadiri Halalbihalal Ma`arif Jepara, Ketua LP Ma`arif NU Jateng Tekankan Pentingnya Penguatan Akidah Aswaja Nahdliyah di Sekolah/Madrasah

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Jepara – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menegaskan pentingnya penguatan akidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah. Hal itu terungkap dalam Halalbihalal Keluarga Besar LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Jepara yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Sabtu (12/4/2025). Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah […]

  • Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

      Pati – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar dan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Madrasah Salafiyah, Ikatan Kelauarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan telaah dan bedah kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah karya KH. […]

  • Dari Pena Menuju Pentas Dunia

    Dari Pena Menuju Pentas Dunia

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Pati bekerjasama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (Lennsa) Jawa Tengah mengadakan pelatihan jurnalistik dengan tema “Dari Pena Menuju Pentas Dunia” di gedung LPBA Kajen Kecamatan Margoyoso Pati, pada Kamis (17/9) Dalam sambutannya ketua Lennsa Ahmad Fitri,”Kegiatan ini adalah upaya memunculkan penulis handal, seperti KH Mustofa […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan: Feels Like Home

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.079
    • 0Komentar

    Ramadan: Feels Like Hom ‎Oleh Hamidulloh Ibda   Saya kirim pesan WhatsApp ke Mas Egi (Virgiawan Listanto) pada Senin 23 Februari 2026. Mas Egi adalah Ketua Panitia Ramadan: Feels Like Home 1447 / 2026 Masjid Baitul Mujahid. Saya tanya”Ramadan Feels Like Home sing menggagas siapa?” Dia menjawab “Saya mas, bagaimana?”   Begini jawaban lengkapnya: Dalam […]

  • Hasil Survei: Kbijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    Hasil Survei: Kebijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    pcnupati.com “98% responden menyatakan bahwa kebijakan Bupati terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta mengabaikan prinsip keadilan sosial.” Demikin salah satu temuan dari hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IPMAFA Pati terhadap Kebijakan Kenaikan PBB pada Perbup No. 8 2025. “Temuan di atas, harus menjadi […]

expand_less