Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
  • visibility 348
  • comment 0 komentar

Pcnupari.or.id. – Seorang santri asal Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yakni Muhammad Aufal Maromi (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (23/10/2024) malam. Aufal merupakan seorang santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Jogja.

Kejadian pengeroyokan itu bermula saat Aufal bersama dengan seorang temannya yakni Shafiq Faskha (19), warga Rembang, tengah membeli sate sekira pukul 21.20 WIB di daerah tersebut. Namun secara tiba-tiba, mereka dikeroyok oleh sejumlah orang yang tidak dikenal.

Akibat pengeroyokan itu, Shafiq mengalami luka robek pada perut bagian kiri dan luka memar di bagian kepala, tangan, dan kaki karena pukulan balok dan kursi. Dia harus mendapat tiga jahitan. Sementara Aufal mengalami luka di kepala, tangan, dan kaki akibat pukulan benda keras.

Buntut dari kejadian ini, ribuan santri melakukan aksi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (29/10/2024) pagi. Aksi bertajuk “Santri Memanggil” ini sebagai bentuk solidaritas untuk kedua korban. Massa aksi meminta pihak berwajib mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus meminta agar peristiwa kriminal yang dilatarbelakangi akibat minuman keras tidak terulang kembali.

Sementara itu pihak Kepolisian mengaku telah mengamankan 7 orang pelaku pengeroyokan tersebut. Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Darma menyebut, ketujuh pelaku yang diamankan antara lain berinisial V, N alias E, F, J, Y, T, dan R alias C.

Hingga kini, Polisi masih melakukan pendalaman terkait peran masing-masing pelaku. Termasuk pelaku yang melakukan penusukan serta kemungkinan adanya pelaku lainnya.

Di balik kasus tersebut, seorang korban asal Kabupaten Pati, yaitu Aufal merupakan santri tulen dan aktif di Badan Otonom (Banom) NU. Berikut Wartaphoto rangkum fakta-fakta tentang korban.

Menjadi Santri Sejak Remaja
Aufal menghabiskan waktunya untuk menempuh pendidikan di madrasah dan juga pesantren sejak masih remaja. Sebelum mondok di Krapyak Jogja, ia menjadi santri di Ponpes Mansajul Ulum, Cebolek Kidul, Margoyoso Pati, asuhan Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama Pati, KH. Liwa’ Uddin.

Kiai Liwa’ pun mengecam keras adanya kejadian pengeroyokan yang menimpa salah satu alumnus pondoknya itu.

“Yang jelas RMI Pati mengutuk keras kekerasan dengan segala motif apapun, terutama yang menimpa santri di Jogja. Kami berharap polisi dengan segudang profesionalitasnya bisa mengusut tuntas dan menjadikan orang-orang yang melakukan penganiayaan menjadi insaf kembali ke jalan yang baik dan punya kesadaran,” kata dia.

Ia menjelaskan, kasus pengeroyokan itu terjadi akibat aksi salah sasaran. Bahkan, juga dipicu oleh pengaruh minuman keras. Sehingga ia berharap pihak kepolisian segera mengusut dengan tuntas dan cepat kejadian tersebut.

“Kami harap tindakan tindakan membabi buta seperti itu tidak ada lagi di Jogja dan di kota-kota lain. Terutama dalam hal yang bisa mengganggu anak dalam menempuh pendidikan,” harap dia.

Korban Adalah Anggota Banser
Aufal merupakan seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Dia juga telah mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna Koordinasi Satuan Cabang (Satkorcab) Pati pada Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Wedarijaksa, 14-16 Juli 2023 lalu.

Aufal juga merupakan anak dari Rois Syuriyah Ranting Nahdlatul Ulama Panggungroyom Wedarijaksa, Kiai Abdul Jalil.

“PCNU Kabupaten Pati turut prihatin dengan adanya peristiwa penusukan santri di Yogyakarta yang juga salah satu korbannya asli Desa Panggungroyom Kecamatan Wedarijaksa dan tercatat sebagai anggota Banser Pati. Kami juga memohon agar penegak hukum segera menindak pelaku. Dan kami mengimbau kepada santri Pati agar tetap tenang dan waspada dengan situasi kondisi saat ini,” kata Ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim saat dikonfirmasi. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Kemenangan dan Keuntungan

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Sepekan lagi kita selesai menjalani ibadah puasa. Mengendalikan segala, memperbanyak ritual-ritual mulia dengan maksud dan tujuan agar saya dan Anda di ampuni segala dosa. Hampir sebulan penuh saya dan Anda berperang, melawan keinginan, mengedepankan kemuliaan dan memperbanyak berbagi rizki baik secara terang-terangan atau pun dengan sembunyi-sembunyi. Biasanya sepekan menuju kemenangan […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Menjadi Guru untuk Diri Sendiri, Syukur-syukur Orang Lain

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dulu, saya sering resah saat memberi ceramah, entah itu bentuknya khutbah jumat, idul fitri, idul adha, maupun kultum. Resah karena merasa tidak pantas menceramahi orang, sedang diri sendiri masih belangsakan. Tapi setelah mendapat nasihat dari dua orang guru, perasaan itu menjadi hilang. Guru pertama mengatakan bahwa penceramah sama halnya profesi […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi ber-empati. Photo by Europeana on Unsplash.

    Ber (empati) diri

    • calendar_month Rab, 15 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Hari ini masih suasana berkabung. Mendung menyelimuti. Sedih masih bersemayam dalam hati dan menelisik sanubari. Semua orang pasti suatu ketika akan mengalami, datang dan pergi. Kembali pada ilahi Robbi. Lahir dan mati. Itu pasti dan tak dapat di pungkiri. Tinggal bagaimna kita mampu mengelola hati dan empati. Dari Sabtu kemarin, saat Ibu mertua saya pergi […]

  • Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    Antara Dakwah Menuju Kepada Allah dan Kasih Sayang Dalam Berdakwah

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Ghibah

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa kok masih ghibah? Ya, sakjane itu urusan personal. Tapi sebagai umat Islam yang waras dan masih peduli, kita harus mengingatkan bahwa ghibah (dalam KBBI: gibah), gosip, gunjing, gremingi, itu semua tidak baik. Gibah pada initnya membicarakan keburukan, keaiban, kejelekan orang lain, dan sebutan lainnya adalah bergunjing. Saat puasa Ramadan, atau hari […]

  • Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

    Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Sebagai umat Islam tentu kita pasti mengetahui siapa Abu Bakar Al-Shiddiq yaitu khalifah pertama yang akan melanjutkan dan kian menyempurnakan tugas-tugas kenabian, hingga burung-burung bernyanyi dengan riang. Abu  Bakar seorang laki-laki yang bahkan Nabi Muhammad Saw pun selalu membenarkannya. Nabi selalu berkata kepadanya, “Engkau benar, engkau benar!” tanpa rasa ragu sedikit pun.             Dialah Abu […]

expand_less