Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Salah Pilih Susah Pulih

Salah Pilih Susah Pulih

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Feb 2024
  • visibility 260
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Ketika saya menulis ini setelah menggunakan hak pilih yang katanya untuk kemajuan Indonesia ke depan. Mulai dari Presiden DPD, DPR RI, Jateng dan Kabupaten saya telah menggunakan hak secara benar sesuai dengan ketentuan dari Bawaslu dan KPU. Sepulang dari kegiatan tersebut dan jali kelingking saya terkena tinta. Saya mencari ide dengan scrol sana sini baik Twitter Facebook dan Instragram untuk mencari tema dan judul yang tepat untuk menulis parodi hari ini.

Setelah berselancar kesana kemari, pada akhirnya saya menemukan sebuah postingan yang ada di akun Greenpeace yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat dan menyebutnya Greenpeace hadir karena ada karena bumi yang rapuh ini layak mendapatkan suara. Itu butuh solusi. Itu butuh perubahan. Itu butuh aksi. Dan saya mengambil salah satu postingan tulisan yaitu Salah Pilih Susah Pulih dan kalimat tersebut saya pergunakan untuk judul utama dalam parodi kali ini.

Sejujurnya, kalimat tersebut tentu akan berbeda cara penafsiran. Bagi siapa saja yang membacanya. Karena yang dimaksud dan dituju Geenpeace dengan saya pun berbeda. Maka dari itu, saya hanya mengurai tentang pemahaman saya perihal Salah Pilih Susah Pulih. Pada dasarnya setiap pilihan tentu akan mempunyai dampak positif dan negatifnya; Yin dan Yang. Akan tetapi, pada pemilihan tahun 2024 berbeda dan sangat berbeda sekali. Karena apa? sebab saya dan teman saya, masyarakat sekeliling saya suaranya hanya di pungut saja, sedangkan kedepannya suaranya tak di dengar.

“Habis manis sepah di daur ulang”

Begitulah teman saya sering mengatakan. Meskipun di pungut suaranya; tentu tak sedikit yang salah. Ada yang masyarakat hak suaranya diberikan pada setiap orang yang memberikan Paperline dan Merpati.

“Saya dikasih lima Paperline ya nantinya saya coblos lima”

Saya mendengar celoteh tersebut ketika sedang mengantri menunggu panggilan. Dari kejadian tersebut, ternyata banyak yang lupa apabila masyarakat kita itu minim membaca dengan tuntas. Seperti halnya kemarin ketika saya berstatus di Whatsapp tentang musibah banjir, banyak yang berkomentar bertanya; tanpa sabar menunggu status selanjutnya. Dari kejadian tersebut saya mengambil sebuah kesimpulan apabila kita, saya dan Anda masih suka langsung berkomentar tanpa berfikir sebentar.

Ketika ada kejadian tersebut, tentu yang salah adalah tim bawah yang hanya menyebarkan Paperline dan Merpati tanpa memberikan pendidikan  tepat dan akurat. Sehingga masyarakat yang diberikan pun bisa merima dari siapa saja, calon mana saja. Dan pada akhirnya dipilih semua.

Maka dari itu, tentang Salah Pilih Susah Pulih benar adanya; yang susah pulihnya adalah bagi calon calon legislatif yang sudah tebar gambar dan bagi bagi Paperline dan Merpati dengan harapan untuk memilih dirinya malahan salah sehingga untuk kembali pulih pun rada susah.

“Mas…kok sepertinya tulisan kali ini kok rada njlimet dan loncat loncat kesana kemari?”

Ya begitulah mas

Seperti pemilu?

xiiixiiiiixiiix

 

 

 

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan dua aplikasi bernama SiKupat (Sistem Informasi Keuangan LAZISNU Pati) dan CroPat.Go (Crowdfunding Lazisnu Pati Go), pada Ahad (27/7/2025). Peluncuran aplikasi-aplikasi tersebut sebagai komitmen LAZISNU Pati dalam memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi sosial. Ketua LAZISNU Pati, menjelaskan bahwa aplikasi SiKupat […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI Studi Kunjungan di Perintis Mesin Tetas Telur

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Pati, (senin, 14/10/2023) Segenap mahasiswa program studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) angkatan 2020, melakukan studi kunjungan kepada salah satu perintis mesin tetas telur otomatis yang terletak di Desa Bancak Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Dengan didampingi dosen pembimbing lapangan bapak Siswanto, kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk belajar di lapangan dari […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Konferancab GP Ansor Gembong, Ketua: yang Sudah Jalan Ditingkatkan

    Konferancab GP Ansor Gembong, Ketua: yang Sudah Jalan Ditingkatkan

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gembong melaksanakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Jumat (17/1) siang ini. Agenda tersebut dilaksanakan di Aula Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati.   Imam Shomali Wicaksana, Ketua PAC GP Ansor Gembong telah menuntaskan dua tahun masa jabatannya. Ke depan, Ia berharap, penerusnya bisa melanjutkan program-program yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Nick Agus Arya

    Negara Kesatuan Republik Indonesia

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Gerakan kemerdekaan Indonesia menunjukkan polarisasi bipolar.Gerakan nasional sekuler yang berdasarkan patriotisme ansih, dangerakan nasional Islam yang berdasarkan Islam dan patriotisme. Kedua ideologi ini mewarnai sidang pertama Badan PenyelidikUsaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yangberlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945.Ada demarkasi yang jelas antara mereka yang menginginkannegara sekuler dengan mereka yang menginginkan negara Islam.Kekuatan […]

  • Belajar dari Jenderal Nobunaga

    Belajar dari Jenderal Nobunaga

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu. Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya: […]

expand_less