Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Salah Pilih Susah Pulih

Salah Pilih Susah Pulih

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 14 Feb 2024
  • visibility 216
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Ketika saya menulis ini setelah menggunakan hak pilih yang katanya untuk kemajuan Indonesia ke depan. Mulai dari Presiden DPD, DPR RI, Jateng dan Kabupaten saya telah menggunakan hak secara benar sesuai dengan ketentuan dari Bawaslu dan KPU. Sepulang dari kegiatan tersebut dan jali kelingking saya terkena tinta. Saya mencari ide dengan scrol sana sini baik Twitter Facebook dan Instragram untuk mencari tema dan judul yang tepat untuk menulis parodi hari ini.

Setelah berselancar kesana kemari, pada akhirnya saya menemukan sebuah postingan yang ada di akun Greenpeace yaitu sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat dan menyebutnya Greenpeace hadir karena ada karena bumi yang rapuh ini layak mendapatkan suara. Itu butuh solusi. Itu butuh perubahan. Itu butuh aksi. Dan saya mengambil salah satu postingan tulisan yaitu Salah Pilih Susah Pulih dan kalimat tersebut saya pergunakan untuk judul utama dalam parodi kali ini.

Sejujurnya, kalimat tersebut tentu akan berbeda cara penafsiran. Bagi siapa saja yang membacanya. Karena yang dimaksud dan dituju Geenpeace dengan saya pun berbeda. Maka dari itu, saya hanya mengurai tentang pemahaman saya perihal Salah Pilih Susah Pulih. Pada dasarnya setiap pilihan tentu akan mempunyai dampak positif dan negatifnya; Yin dan Yang. Akan tetapi, pada pemilihan tahun 2024 berbeda dan sangat berbeda sekali. Karena apa? sebab saya dan teman saya, masyarakat sekeliling saya suaranya hanya di pungut saja, sedangkan kedepannya suaranya tak di dengar.

“Habis manis sepah di daur ulang”

Begitulah teman saya sering mengatakan. Meskipun di pungut suaranya; tentu tak sedikit yang salah. Ada yang masyarakat hak suaranya diberikan pada setiap orang yang memberikan Paperline dan Merpati.

“Saya dikasih lima Paperline ya nantinya saya coblos lima”

Saya mendengar celoteh tersebut ketika sedang mengantri menunggu panggilan. Dari kejadian tersebut, ternyata banyak yang lupa apabila masyarakat kita itu minim membaca dengan tuntas. Seperti halnya kemarin ketika saya berstatus di Whatsapp tentang musibah banjir, banyak yang berkomentar bertanya; tanpa sabar menunggu status selanjutnya. Dari kejadian tersebut saya mengambil sebuah kesimpulan apabila kita, saya dan Anda masih suka langsung berkomentar tanpa berfikir sebentar.

Ketika ada kejadian tersebut, tentu yang salah adalah tim bawah yang hanya menyebarkan Paperline dan Merpati tanpa memberikan pendidikan  tepat dan akurat. Sehingga masyarakat yang diberikan pun bisa merima dari siapa saja, calon mana saja. Dan pada akhirnya dipilih semua.

Maka dari itu, tentang Salah Pilih Susah Pulih benar adanya; yang susah pulihnya adalah bagi calon calon legislatif yang sudah tebar gambar dan bagi bagi Paperline dan Merpati dengan harapan untuk memilih dirinya malahan salah sehingga untuk kembali pulih pun rada susah.

“Mas…kok sepertinya tulisan kali ini kok rada njlimet dan loncat loncat kesana kemari?”

Ya begitulah mas

Seperti pemilu?

xiiixiiiiixiiix

 

 

 

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di […]

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • PCNU - PATI

    Cara Hidup Islam

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Ciri utama dari Din Al-Islam ialah ia tidak membenarkan sesuatu pertentangan,juga pemisahan yang ketara antara kehidupan kerohanian dan kehidupan dunia.Islam tidak sekadar membataskan dirinya untuk membina ketinggian kerohaniandan akhlaq semata-mata. Ruang lingkup peraturan yang dikemukakannyamencakupi segenap bidang kehidupan insan. la hendak melahirkan bukan sahajaketertiban hidup diri perseorangan malah ketertiban hidup masyarakat manusiaseluruhnya ke dalam pola-pola […]

  • Tazkiyatul Muthmainnah (tengah jas batik) anggota komisi E DPRD Jateng usai melakukan FGD dengan Kader GPSA Fatayat NU Pati

    Tazkiyatul Muthmainnah Respon Perempuan Bersuara Mengawal JKN-KIS

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    PATI – Fatayat NU Pati semakin hari menunjukkan progres yang signifikan. Kolaborasi demi kolaborasi dilakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kerja sama dengan berbagai kementerian hingga stakeholder non pemerintah. Terakhir, PC Fatayat NU Pati baru saja melakukan evaluasi atas kerja samanya dengan Akatiga. Program bertajuk Monev Global Partnership for Social Accountability (GPSA) […]

  • PCNU-PATI Photo by stevepb

    Resep Rahasia Simbok

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh : Ismi Faizah “Bocah wadon kui kudu iso masak. Ora mung eroh e mangan tok. Iso-iso mbesok diclatu karo morotuo!” (anak perempuan itu harus bisa masak. Bukan cuma tahu makan saja. Bisa-bisa dimarahi mertua nanti). Kalimat yang sama. Diucap berulang kali. Entah kali keberapa sekarang, aku coba mengingat, kesepuluh jariku sampai habis ternyata belum […]

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

expand_less