Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Resiko Menikah Dini

Resiko Menikah Dini

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini juga faktanya masih berusia dua puluh tahun. Miris sekali. Bayi yang tak berdosa harus jadi korban kekesalan ayahnya.

Dari kasus ini setidaknya kita bisa mengambil pelajaran bahwa memang tak mudah menjadi orang tua itu. Suami dan istri harus sama-sama mengisi kekurangan. Selalu berdiskusi dan memendam ego juga turut menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan. Ketika telah memutuskan untuk menikah, maka segala bentuk konsekuensi dimasa depan harus menjadi tanggungjawab bersama.

Ketika sepasang suami istri memutuskan untuk yang mengatur ranah domestik adalah suaminya dan yang bekerja adalah si istri, maka hal itu amat sangat wajar sekali. Dan itu boleh dalam hukum apapun termasuk agama. Bukan hanya karena pandangan masyarakat yang mengatakan bahwa kodrat istri ya dirumah, lalu kita aminkan begitu saja. Bukan seperti itu. Menikah artinya melakukan sesuatu dengan disertai sikap saling.

Pada kasus ini si istri yang bekerja diluar dan suaminya yang mengurus anak-anak. Karena bekal dan mental yang belum siap, akhirnya saat anaknya rewel dan menangis, ia kebingungan untuk menenangkannya. Alhasil secara sadar pula ia malah membunuh buah hatinya sendiri.

Sekarang sang ayah menanggung perbuatannya dengan mendekam di penjara selama dua puluh tahun. Begitulah salah satu resiko dari menikah diusia dini yang tak bisa diatasi. Dan itu seringkali masih kita jumpai disekitar kita. Banyak para netizen yang menjustifikasi dan memberikan komentar-komentar pedas terhadap si pelaku.

Semoga kejadian seperti ini tak terjadi lagi disekitar kita. Bukankah kita bisa belajar darimana saja dan kapan saja. Karena apa yang kita dengar, lihat semuanya dapat di jadikan pelajaran. Termasuk dari kejadian-kejadian yang tak baik sekalipun. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

  • Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Semarang – Setelah dilantik oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan dikukuhkan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU pada akhir Agustus 2024 lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 terus memantabkan program kerja yang telah disusun dalam kegiatan pengukuhan pada Ahad-Senin (25-26/8/2024) di Novotel Semarang kemarin. Dalam rangka […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 121
    • 0Komentar
  • Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

    Belajar Pada Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

      KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Kiai Sahal sapaan […]

  • PCNU-PATI

    Puncak Harlah PIAUD STAINU Purworejo Ke 7

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Purworejo- Prodi PIAUD STAINU Purworejo dalam Puncak Harlah nya yang Ke – 7 mengadakan kegiatan Talkshow dan Bedah Buku Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 11 April 2023 bertempat di Auditorium STAINU Purworejo. Namun, sebelum kegiatan dimulai didahului dengan pembacaan khotmil qur’an yang di pimpin oleh M. Nurul Huda. Kemudian […]

  • Dapur Ndalem Mbah Kiai Abdullah Zein Salam

    Cerita Lucu dan Unik Dua Abdi Ndalem Mbah Sah

    • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Oleh : Sahal Japara  Peringatan Haul Syekh Mutamakkin Kajen (Suronan) bagi santri Kajen biasanya menjadi ajang pertemuan Alumni. Dalam pertemuan Alumni, selain kangen-kangenan, biasanya akan ada cerita-cerita kenangan waktu mondok. Pagi ini saya akan menceritakan kisah lucu dan unik Abdi Ndalem Mbah Sah/Ibunyai Hafshah/Aisyah Abdullah Salam, gara-gara ketemu dan njagong di sela-sela acara Khotmil Qur’an […]

expand_less