Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. Selain puasa, banyak amalan-amalan seperti salat tarawih, salat witir, tadarus Al-Quran, zikir, sedekah dan amalan lain di bulan suci Ramadan bisa dilakukan umat Islam dan dinikmati seluruh manusia karena mereka mendapatkan cipratan berkah.

 

Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, merupakan waktu yang penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang paling menonjol selama Ramadan adalah puasa, di mana umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di balik keterbatasan fisik ini, terdapat substansi yang mendalam dalam niat ibadah puasa yang patut dipahami.

 

Ramadan adalah bulan di mana Al-Quran, kitab suci umat Islam, pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Selama Ramadan, umat Islam berusaha memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah melalui puasa, shalat, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya. Selain itu, Ramadan juga merupakan waktu untuk introspeksi, pembaharuan spiritual, dan peningkatan kesadaran akan kebutuhan orang-orang yang kurang beruntung di masyarakat.

 

Diniaiti, Dilakoni, Diistikahami

Niat merupakan inti dari setiap ibadah dalam agama Islam, termasuk puasa. Niat adalah keputusan hati yang disertai dengan kesadaran dan tujuan yang tulus untuk melakukan suatu ibadah dengan mengikuti perintah Allah SWT. Dalam konteks puasa Ramadan, niat menjadi kunci yang menghidupkan makna dan nilai ibadah tersebut.

 

Terdapat sejumlah substansi niat puasa. Pertama, pokoknya ibadah terutama ibadah di bulan Ramadan bergantung niat hambanya. Kita perlu menegaskan ulang hadist Rasulullah Saw.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

 

Artinya “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya”. (H.R Bukhari dan Muslim).

 

Kedua, niat, praktik dan istikamah menjadi bentuk kesadaran spiritual. Niat, praktik dan istikamah dalam ibadah di bulan puasa mencerminkan kesadaran spiritual seseorang terhadap kehadiran Allah dalam hidupnya. Dengan niat yang kuat, seseorang mengakui dan memperkuat ikatan batinnya dengan Allah Swt.

 

Kedua, Kepatuhan terhadap ajaran Islam. Niat puasa merupakan manifestasi dari ketaatan seseorang terhadap ajaran Islam. Dengan membuat niat puasa, seseorang meneguhkan komitmen untuk mengikuti perintah Allah dan menjalankan ibadah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 

Ketiga, menghargai nikmat-nikmat Allah. Dengan membuat niat puasa, seseorang juga mengakui dan menghargai nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk nikmat makanan dan minuman yang seringkali diambil sebagai hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Keempat, ketulusan hati. Niat puasa haruslah tulus, murni, dan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Ketika seseorang bertekad puasa dengan niat yang tulus, maka setiap aktivitas yang dilakukan selama puasa akan menjadi amalan yang bernilai di sisi Allah.

 

Niat yang tidak sah atau tidak tulus dalam ibadah puasa dapat mengurangi atau bahkan membatalkan nilai ibadah tersebut di mata Allah. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk selalu memastikan bahwa niat puasa mereka benar-benar murni dan tulus.

 

Istikamah Ramadan

Di bulan Ramadan, umat Islam diberikan kesempatan yang istimewa untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT melalui ibadah-ibadah yang dianjurkan. Salah satu aspek penting dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan adalah istiqamah, yaitu konsistensi dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah sepanjang bulan penuh berkah ini.

 

Istikamah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti kesetiaan, keteguhan, dan konsistensi dalam menjalankan suatu amalan. Dalam konteks ibadah, istiqamah mengacu pada kemampuan seseorang untuk tetap tekun dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, tanpa terpengaruh oleh godaan atau tantangan yang muncul di sepanjang jalan.

 

Mengapa istikamah penting? Ada sejumlah alasan mengapa umat Islam harus istikamah dalam ibadah bulan suci Ramadan. Pertama, mempertahankan semangat Ramadan. Istikamah membantu seseorang untuk mempertahankan semangat ibadah Ramadan dari awal hingga akhir bulan. Keteguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya akan memastikan bahwa seseorang dapat merasakan berkah penuh dari bulan Ramadan.

 

Kedua, meningkatkan kualitas ibadah. Dengan istikamah, seseorang dapat meningkatkan kualitas ibadahnya seiring berjalannya waktu. Konsistensi dalam melaksanakan ibadah akan membantu seseorang untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agamanya, dan meningkatkan kualitas hubungannya dengan Allah SWT.

 

Ketiga, menguatkan karakter spiritual. Istikamah membentuk karakter spiritual seseorang dengan memperkuat keteguhan hati, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian dan godaan. Dengan istiqamah, seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat mulia seperti keikhlasan, kerendahan hati, dan kecintaan kepada Allah SWT.

 

Apakah Istikamah Mudah?

Cara memperkuat istikamah dalam Ibadah Ramadan sebenarnya susah-sudah mudah, dan mudah-mudah susah. Setidaknya ada sejumlah formula yang bisa dilakukan agar umat Islam istikamah. Pertama, niat yang tulus. Kita harus memastikan bahwa niat dalam menjalankan ibadah Ramadan benar-benar tulus dan ikhlas, serta bertekad untuk tetap istiqamah sepanjang bulan.

 

Kedua, menjaga konsistensi. Menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah sehari-hari, termasuk shalat, puasa, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya, meskipun dalam kondisi sulit atau sibuk.

 

Ketiga, menghindari godaan dan gangguan. Menjauhi segala godaan dan gangguan yang dapat menghalangi konsistensi dalam ibadah, baik itu godaan fisik maupun godaan spiritual.

 

Keempat, pasrah, berdoa dan Mlmemohon pertolongan Allah. Memohon pertolongan Allah SWT untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan menguatkan hati dalam menghadapi ujian-ujian yang muncul di sepanjang bulan Ramadan.

 

Dengan memperkuat istiqamah dalam ibadah di bulan Ramadan, umat Islam dapat meraih manfaat spiritual yang besar dan mendapatkan keridhaan Allah SWT. Istiqamah merupakan kunci kesuksesan dalam meraih berkah dan ampunan di bulan yang penuh berkah ini.

 

Jika kita memahami substansi niat, mempraktikkannya dan istikamah dalam ibadah puasa, umat Islam diharapkan dapat merasakan makna yang lebih dalam dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Kesadaran spiritual, ketulusan hati, kepatuhan terhadap ajaran Islam, dan penghargaan terhadap nikmat-nikmat Allah adalah inti dari niat yang benar dalam ibadah puasa, yang membimbing umat Islam menuju keselamatan dan keridaan Allah SWT.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, aktif menjadi reviewer 16 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 7 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATi

    PAC Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkal masa khidmat 2022-2023, Resmi dilantik

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkan, resmi dilantik pada Jumat, 17/2 bertempat di gedung Haji Kecamatan Gunungwungkal. Dalam kegiatan tersebut yang hadir meliputi, PCFNU (Hj. Alfi Hidayah, S. Pd.I WK Ketua dan lilik Khoni’ah,SE (Sekretaris umum), Muspika (Camat,polsek,koramil), Hj. Muntamah (Dewan kehormatan Fatayat NU Kab. Pati dan DPRD Pati),MWC NU dan banom-banomnya dan […]

  • GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Senin (2/9). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rakor tersebut. Diantaranya adalah koordinasi Selametan Bumi Pesantenan, Pembaretan seribu Banser, istighotsah kubro dan khotmil qur’an bil ghoib sebanyak seratus khataman. “Banyak program kerja yang harus kita selesaikan. Ada proker jangka pendek dan jangka panjang. Dan […]

  • Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kedatangan para Pengurus Wilayah JQH Jawa Tengah disambut oleh Bupati Pati  PATI – Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Kabupaten Pati dilantik di Pendopo Kabupaten. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/1) siang kemarin.  Sedikitnya 70 peserta hadir dan menyimak sakralnya acara tersebut. Tak ketinggalan, Bupati Pati, H. Haryanto, sebagai tuan rumah pendopo kabupaten juga turut […]

  • Surat Kehidupan

    Surat Kehidupan

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 240
    • 0Komentar

      Jostein Gaarder  selalu memberikan pengalaman yang  berbeda setiap kali kita membaca karya-karyanya. Penulis yang satu ini tidak perlu di ragukan kualitasnya, Dunia Shopie, Misteri Soliter, The Magic Library, Dunia Anna. Setiap buku mempunyai makna yang berbeda. Kali ini Jostein Gaarder  hadir kembali dengan novel bertajuk The Orange Girl atau lebih mudahnya yaitu Gadis Jeruk. […]

  • PCNU - PATI 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Buku ini merangkum riwayat hidup tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yan paling berpengaruh tokoh protagonis, bisa juga antagonis. Mereka bisa saja pahlawan pemersatu bangsa, bisa pula seorang tokoh gerakan separatis. Mereka bisa seorang tokoh politik, bisa pula datang dari dunia seni atau bisnis.

  • PCNU-PATI Photo by Gabriel Goller

    Bapak Hamdi van Holland

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Hari itu adalah musim bunga bermekaran indah di halaman rumah. Keindahannya seolah hendak menyambut kedatangan kami yang tahun 2013 berlebaran di Bojong, Pandeglang. Ah, desa Bojong. Sebuah desa yang penuh dengan memori masa kecil dan remajaku. Kenanganku akan pasar Bojong, sawah Cijakan, dan sungai Cilemer tak lekang ditelan zaman. Di […]

expand_less