Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Puisi Ahmad Amiruddin

Puisi Ahmad Amiruddin

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
  • visibility 274
  • comment 0 komentar

Hijrah Burung

Burung [kutilang] yang dulu hanya ada didesa ini, sempat menjadi makanan pelor-pelor anak desa ini, kini mulai bertelur diperbatasan desa, anak-anak itu tak sadar bahwa burung yang biasa melompat menerobos cahaya melewati carang-carang daun tiba-tiba hilang.

Burung itu merajut sarangnya diantara carang-carang yang belukar, agar kelak anak yang ada dalam telur ini bisa bereksodus dari pekarangan ini ke dunia yang asing, untuk mereka lepaskan kicau-kicau yang liar.

Jepara, 17 Februari 2014

Tanyaku Untuk Burung

Paruh burung yang sempat kunikmati ledakan kicau kala senja dilengan-lengan pohon cemara itu mulai bermigrasi. Mata maupun telingaku mulai kosong dengan lengan-lengan pohon yang mulai kehilangan basahnya.

Kali ini aku mencoba bertanya dengan tupai yang biasa berkeliaran diperut dan kaki pohon ini, menanyakan tentang ledakan kicau burung yang hinggap dilengan pohon itu, namun tupai itu pun tak sempat menjaring tanyaku, karena sibuk mencari perbekalan makan malam untuk keluargannya.

Kucari lagi teman yang sempat tahu kicau burung itu, tenyata kutemui rumput, dia berkata padaku “tak usah lagi kau cari burung itu karena bulu lembutnya kini mulai jatuh, akulah yang menyapu dan mengumpulkannya di pekarangan ini”.

Semarang, April 2014

Jari-Jariku Mengetuk Pintu Rumah

sesekali ingin ku lepaskan jari-jari ini

agar bisa menerbangkan batu-batu

melepaskan langit-langit dari pandangan,

dan menjadikan seserpih kaca memantulkan cahaya.

jari-jari itupun terus mengembara,

perlahan menuruni bukit,

mengucapkan salam,

mengetuk jendela,

setelahnya ku buka pintu belakang,

ku sambut datangnya,

ku belongsong

dan ku sarangkan.

ku siapkan sepetak nasi dalam piring,

lalu melumatnya dengan lahap.

lapar itu hilang, tapi kini berganti dahaga.

Jepara, 24 Mei 2013

Ranting Yang Bersemi

Ia teramat ramah melakukan perbincangan-perbincangan kental bahkan bercinta dengan cahaya yang menegang, ia ceritakan bagaimana memanifestasikan bagian tubuhnya dari bunga menjadi buah, bagaimana daun-daunnya yang matang tiba-tiba rontok lalu terurai oleh bentala,

Tapi ia tetap percaya apa yang terlepas darinya hanyalah bentuk persembahannya. Itu adalah bagiannya yang esok akan kadaluwarsa. Esok akan lahir para pemagang baru yang akan melengkapi tubuhnya.

Semarang, 2 Februari 2013

Tangan-Tangan Berucap Saat Senja

dipekarangan rumah terlihat senja mulai tergelincir

ia pelan-pelan mulai terkelupas oleh mega

sajian-sajian yang sengaja mereka taruh dipersempangan jalan

mulai tergesa meninggalkan tuannya

klepon, onde-onde ataupun takjil yang biasa menghiasi

pelan-pelan pun mulai terbungkus untuk disantap dimeja rumah

saat laung seruan mulai talun

bersama tangan-tangan kita mengucapkan hafalan

Semarang, 13 Mei 2013

*Puisi-puisi tersebut pernah di muat di antologi Puisi Mata Angin Mata Gelombang (Fire Publiser, 2016)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by Dollar Gill

    Ustadz Macho

    • calendar_month Ming, 10 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Syakur dan Romli tergopoh-gopoh menuju ndalem. Lalu mereka keluar dengan membawa satu buah koper, dua  tas ransel milik Lora-nya dan tiga kardus dari Bu Nyai Haniva ke dalam bagasi mobil. Setelah memastikan beres mereka undur diri dan kembali berkutat pada pekerjaannya di dalam dapur. Tak berapa lama Farhan dan Habib muncul. Mereka berjalan beriringan menuju […]

  • Ikuti Intruksi PC, MWC Tayu Segera Benahi Pengurus Ranting

    Ikuti Intruksi PC, MWC Tayu Segera Benahi Pengurus Ranting

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    TAYU-Pengurus MWC-NU Tayu menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para Pengurus Ranting se-Kecamatan Tayu, Jumat (20/9). Setidaknya, ada 23 perwakilan Ranting NU yang menghadiri Rakor di gedung MTs. PIA lantai 2 tersebut. “Ada 23 utusan Ranting yang hadir ditambah dengan beberapa pengurus MWC” ungkap Ulum Sholeh, sekretaris MWC NU Tayu. gedung MTs. PIA Tayu, lokasi Rakor […]

  • PCNU-PATI

    Santri Kilat dan Santri Virtual Ramadan

    • calendar_month Sab, 6 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Setiap Ramadan, bahkan setiap hari, saya rajin menonton video Youtube para kiai-kiai yang saya kenal. Selain sosok kiai mainstream seperti Gus Baha, Gus Mus, Gus Ulil, saya sering menonton live streaming dari sejumlah channel dan kiai-kiai saya dulu seperti Kiai Muslim Assalamy, Kiai Kholilulrahman, Kiai Umar, dan lainnya yang aktif ngaji secara […]

  • PCNU - PATI Photo by allybally4b

    Perjalanan Ke Utara

    • calendar_month Rab, 29 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Senja adalah waktu paling di tunggu. Selain pulang ke rumah, tentu ada waktu untuk rehat dan menikmati secangkir kopi. Sebelum kembali menjalani rutinitas harian dengan keluarga. Kedai Kopi adalah tempat tenang sekaligus asyik untuk sekadar melepas penat. Di Kedai kadang sendirian, sering pula dengan perempuan yang saya sayangi; Laberre Coffe menjadi langganan saat ini. Di […]

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

  • Roman Terpendam Marah Rusli

    Roman Terpendam Marah Rusli

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 305
    • 0Komentar

     Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, […]

expand_less