Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Puisi Ahmad Amiruddin

Puisi Ahmad Amiruddin

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
  • visibility 303
  • comment 0 komentar

Hijrah Burung

Burung [kutilang] yang dulu hanya ada didesa ini, sempat menjadi makanan pelor-pelor anak desa ini, kini mulai bertelur diperbatasan desa, anak-anak itu tak sadar bahwa burung yang biasa melompat menerobos cahaya melewati carang-carang daun tiba-tiba hilang.

Burung itu merajut sarangnya diantara carang-carang yang belukar, agar kelak anak yang ada dalam telur ini bisa bereksodus dari pekarangan ini ke dunia yang asing, untuk mereka lepaskan kicau-kicau yang liar.

Jepara, 17 Februari 2014

Tanyaku Untuk Burung

Paruh burung yang sempat kunikmati ledakan kicau kala senja dilengan-lengan pohon cemara itu mulai bermigrasi. Mata maupun telingaku mulai kosong dengan lengan-lengan pohon yang mulai kehilangan basahnya.

Kali ini aku mencoba bertanya dengan tupai yang biasa berkeliaran diperut dan kaki pohon ini, menanyakan tentang ledakan kicau burung yang hinggap dilengan pohon itu, namun tupai itu pun tak sempat menjaring tanyaku, karena sibuk mencari perbekalan makan malam untuk keluargannya.

Kucari lagi teman yang sempat tahu kicau burung itu, tenyata kutemui rumput, dia berkata padaku “tak usah lagi kau cari burung itu karena bulu lembutnya kini mulai jatuh, akulah yang menyapu dan mengumpulkannya di pekarangan ini”.

Semarang, April 2014

Jari-Jariku Mengetuk Pintu Rumah

sesekali ingin ku lepaskan jari-jari ini

agar bisa menerbangkan batu-batu

melepaskan langit-langit dari pandangan,

dan menjadikan seserpih kaca memantulkan cahaya.

jari-jari itupun terus mengembara,

perlahan menuruni bukit,

mengucapkan salam,

mengetuk jendela,

setelahnya ku buka pintu belakang,

ku sambut datangnya,

ku belongsong

dan ku sarangkan.

ku siapkan sepetak nasi dalam piring,

lalu melumatnya dengan lahap.

lapar itu hilang, tapi kini berganti dahaga.

Jepara, 24 Mei 2013

Ranting Yang Bersemi

Ia teramat ramah melakukan perbincangan-perbincangan kental bahkan bercinta dengan cahaya yang menegang, ia ceritakan bagaimana memanifestasikan bagian tubuhnya dari bunga menjadi buah, bagaimana daun-daunnya yang matang tiba-tiba rontok lalu terurai oleh bentala,

Tapi ia tetap percaya apa yang terlepas darinya hanyalah bentuk persembahannya. Itu adalah bagiannya yang esok akan kadaluwarsa. Esok akan lahir para pemagang baru yang akan melengkapi tubuhnya.

Semarang, 2 Februari 2013

Tangan-Tangan Berucap Saat Senja

dipekarangan rumah terlihat senja mulai tergelincir

ia pelan-pelan mulai terkelupas oleh mega

sajian-sajian yang sengaja mereka taruh dipersempangan jalan

mulai tergesa meninggalkan tuannya

klepon, onde-onde ataupun takjil yang biasa menghiasi

pelan-pelan pun mulai terbungkus untuk disantap dimeja rumah

saat laung seruan mulai talun

bersama tangan-tangan kita mengucapkan hafalan

Semarang, 13 Mei 2013

*Puisi-puisi tersebut pernah di muat di antologi Puisi Mata Angin Mata Gelombang (Fire Publiser, 2016)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kirab Budaya NU

    Kirab Budaya NU

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pati. Panji-panji NU dikibarkan di tengah kondisi kebangsaan yang terus digerus isu perpecahan. Para santri mendukung kiprah NU untuk berada di garda terdepan mengawal keutuhan NKRI. Ratusan santri Pondok Pesantren Roudhotul Tholibin mengibarkan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) saat menggelar kirab budaya dengan mengelilingi Desa Trimulyo, Kayen, 11/12/2017, kemarin. Terlebih, kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam […]

  • Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

    Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    IPMAFA mengadakan diskusi bersama tentang potensi zakat di negara Indonesia. Zakat adalah proyek Tuhan yang diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan umat. Oleh sebab itu, potensi zakat harus digali secara maksimal. Zakat harus setara dengan rukun Islam yang lain, khususnya shalat, puasa, dan lebih-lebih haji. Untuk menggerakkan potensi zakat yang sangat besar tersebut, para tokoh […]

  • Mbah Syahid Kemadu,  Kiai Alhamdulillah

    Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

      Kiai pada umumnya dipersepsikan sebagai seseorang yang memiliki wawasan pengetahuan di bidang agama. Persepsi ini tak ayal diberikan masyarakat, karena sumbangsih dan kontribusinya di lingkungan masyarakat dalam berdakwah maupun saat membimbing masyarakat dalam kajian sosial-keagamaan. Sehingga labeling kiai secara tidak langsung disematkan kepada seseorang yang unggul dalam ilmu keagamaan.  Sebagai orang yang dipersepsikan demikian, […]

  • Bupati Tunjuk Dosen Inisnu Jadi Ketua Dewan Pengawas Temanggung TV 2024-2028

    Bupati Tunjuk Dosen Inisnu Jadi Ketua Dewan Pengawas Temanggung TV 2024-2028

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen sekaligus Wakil Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda didaulat oleh Bupati Temanggung menjadi Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV Kabupaten Temanggung Masa Jabatan 2024-2028. Hal itu terungkap melalui Keputusan Bupati Temanggung Nomor 705 / 379 Tahun 2023 tentang Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik […]

  • KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sabtu, 31 Agustus 2019/ 30 Dzulhijjah 1440, warga Pati, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kehilangan salah satu ulama yang dekat dengan umatnya. Beliau adalah KH. Ali Mahmudan Dahlan asal Wedarijaksa, Pati. Santri ndalem KH. Maimun Zubair yang lama thalabul ilmi di Sarang ini meninggalkan banyak kenangan. Baca: Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini […]

  • PCNU PATI - Hari Santri dan Bursa Jodoh. Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    Hari Santri dan Bursa Jodoh

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaa… Sampai […]

expand_less