Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan Responsif Gender

Pendidikan Responsif Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
  • visibility 380
  • comment 0 komentar

 Oleh : Sulistiani*


Gender merupakan perlabelan atas laki-laki dan perempuan. Kontruksi ini tidak lagi membedakan laki-laki dan perempuan atas perbedaan seks yang dimiliki. Secara mendasar gender berbeda dari jenis kelamin biologis. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian, kita dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan.

Seperti halnya yang di kemukakan Hartian Silawati dalam buku Gender & Pembangunan, Yogyakarta, Pustaka Belajar, 1996, Gender adalah seperangkat peran yang seperti halnya kostum dan topeng di teater, menyampaikan kepada orang lain bahwa kita adalah peminim atau maskulin.

Secara umum, pengertian gender adalah perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Dalam womenstudies ensiklopedia dijelaskan. “gender adalah suatu konsep kultural, berupaya membuat perbedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitas dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat”

Perbincangan seputar relasi gender dalam Islam selalu saja menyisakan masalah. Apa yang disebut ketidakadilan gender menjadi isu yang terus menerus dipersoalkan. Pasalnya masih begitu kuat melekat dalam bawah sadar kita bahwa perempuan tidak sebanding dengan laki-laki. Bahwa perempuan kurang ‘akal’ dan oleh karena itu dia juga hanya “setengah” manusia. Yusuf Ulfa, dalam Naqhisatu Aqlinwa Dinin,

Anggapan bahwa perempuan ‘kurang akal dan kurang agama’ berdampak pada berbedanya perlakuan masyarakat terhadap makhluk berjenis kelamin perempuan ini. Perempuan dikonsentrasikan pada ruang domestik semata. Sementara ruang publik menjadi wewenang tunggal laki-laki.

Domestifikasi peran inilah yang terus-menerus menyandera perempuan. Terlebih lagi dengan perilaku bawah sadar perempuan sendiri yang selalu memposisikan dirinya sebagai ‘boneka india’ yang tidak bisa melakukan hal-hal berarti, lemah, dan tidak berdaya. Perasaan naif ini tentunya cukup berperan dalam membentuk pola berfikir perempuan itu sendiri dan akhirnya akan menjadi justifikasi bagi laki-laki untuk melanggengkan kekuasaannya dan mengambil alih semua kesempatan. Ujungnya, perempuan memiliki daya tawar yang tumpul dihadapan kuasa laki-laki.

Dalam perbincangan mengenai relasi gender, pendidikan bukan hanya dianggap dan dinyatakan sebagai sebuah unsur utama dalam upaya pencerdasan bangsa melainkan juga sebagai produk atau kontruksi sosial, maka dengan demikian pendidikan juga memiliki andil bagi terbentuknya relasi gender dimasyarakat terutama dalam membentuk karakter perempuan agar dapat memiliki harga tawar yang setara dengan laki-laki.

Pendidikan responsif gender hendaknya dimulai dari rumah tangga. Orang tua memiliki peran sangat penting dalam mendidik dan mengarahkan anak-anaknya, karena apabila dalam satu keluarga tersebut terjadi bias gender maka hal ini akan sangat berpengaruh pada pola pikir anak-anaknya di masa yang akan datang.

Dalam dunia pendidikan formal biar gender dapat dilihat pada perumusan kurikulum. Implementasi kurikulum pendidikan sendiri terdapat dalam buku ajar yang digunakan di sekolah-sekolah. Realitas yang ada dalam kurikulum pendidikan masih terdapat banyak hal yang menonjolkan laki-laki berada pada sektor publik sementara perempuan berada pada sektor domestik.

Pada tataran praktis, Islam telah memberi aturan yang rinci berkenaan dengan peran dan fungsi masing-masing dalam menjalani kehidupan ini. Adakalanya sama dan adakalanya berbeda. Hanya saja ada perbedaan dan persamaan pada pembagian peran dan fungsi masing-masing. Dan tidak bisa dipandang sebagai adanya kesetaraan atau ketidaksetaraan gender. Pembagian tersebut semata-mata pentingnya di dalam upaya mewujudkan kehidupan masyarakat, yakni tercapainya kebahagiaan yang hakiki di bawah keridloan Allah semata.

Demikian halnya dalam dunia pendidikan laki-laki dan perempuan diberi kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu, sesuai dengan hadist yang mempunyai arti “menuntut ilmu kewajiban bagi muslim dan muslimah”.

Perlu diupayakan pendidikan responsif gender, yaitu dengan tidak melakukan pembedaan atas perempuan dan laki-laki serta berupaya membongkar stereotip yang timpang.

Pendidikan responsif gender jangan diterjemahkan sebagai upaya perempuan melawan laki-laki. Bukan demikian, namun bagaimana perempuan bisa mendapatkan kesetaraan nonkodrati yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan perlindungan, pelayanan, dan kesejahteraan kaum perempuan.

Pendidikan responsif gender sendiri merupakan salah satu upaya dalam mendekontruksi ideologi, yaitu mempertanyakan kembali segala sesuatu yang menyangkut nasib perempuan dimana saja, pada tingkat dan bentuk apa saja, berbasis pendidikan kritis. Pendidikan ini dapat membantu perempuan memahami pengalaman dan menolak ideologi serta norma yang dipaksakan pada mereka, dimana tujuan akhirnya adalah melahirkan gagasan dan nilai baru yang menjadi dasar bagi transformasi gender.

 

* PW IPPNU Jawa Tengah  Dept Dakwah dan Sosial Kemasyarakatan dan Mahasiswi PGMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Dasar Pemikiran Filsafat Islam

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Buku ini mengajak pembaca ke alam kehidupan intelektual sepanjang abad, terutama jejak-jejak monumental pe-mikiran (filsafat) Islam. Buku ini menggali akar sejarah dan pergolakan pemikiran kaum Muslimin berkaitan dengan warisan sejarah pra-Islam dan pergolakan internalnya, dari soal filsafat hingga sufisme. Dibagai dalam lima bab: I. Hakikat dan Nilai Filsafat Islam, II. Permulaan Filsafat Muslim: (1) Pemikiran […]

  • PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU – IPPNU Kecamatan Trangkil, masa khidmat 2019-2021 resmi dilantik, Jumat (06/09) siang tadi. Acara pelantikan yang dilangsungkan di aula Kantor Camat Trangkil tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman dan Ketua PC IPPNU Kab. Pati, Sulistiani. Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman memimpin pelantikan Pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Tahlilan Wah Ala Kampung

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar.  Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang […]

  • PCNU-PATI

    Ilusi Negara Islam

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Buku ini dieditori oleh KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita sapa dengan sebutan Gus Dur. Buku ini berjudul lengkap “Ilusi Negara Islam – Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”. Buku ini sepertinya dikerjakan secara urunan oleh beberapa peneliti yang tergabung dalam Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute, dan Maarif Institute dimana ketiga lembaga […]

  • Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Jakarta – Dalam rangkaian Harlah Nahdlatul Ulama (NU)ke-102, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Konggres Pendidikan dengan tema Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Kemaslahatan Umat Manusia. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta pada 21-23 Jakarta 2025. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf, […]

  • HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    HSN dan Maulid Jadi Momentum NU Plus Banom Adakan Ziarah Kubro

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Suasana ziarah kubro yang dihadiri oleh pengurus MWC NU Wedarijaksa beserta Banom-Banomnya WEDARIJAKSA – Dalam rangka Memperingati Maulid Nabi SAW dan Hari Santri Nasional, Seluruh banom NU se-kecamatan Wedarijaksa kompak adakan ziarah ke makam para sesepuh NU pada selasa (19/10).  Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri tahun ini diisi dengan serangkaian acara yang diawali dengan […]

expand_less