Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
  • visibility 363
  • comment 0 komentar

Beberapa waktu yang lalu di beberapa media online muncul berita, bahwa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul “Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah: Fi Haditsi al-mauta Wa Asyaratu al-Sa’ah Wa Bayanu mafhumi al-Sunnah Wa al-Bid’ah” berusaha dirubah oleh oknum tertentu. Bagian isi kitab yang dirubah berkaitan dengan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari atas bolehnya atau anjuran ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, yang kemudian diganti dengan penjelasan dianjurkannya ziarah ke Madinah munawwarah, dan mengganti kalimat Rafidlah menjadi kalimat Syi’ah yang memiliki pengertian umum.
            Peristiwa di atas merupakan salah satu strategi dan propaganda kelompok-kelompok yang anti ziarah untuk merubah dan merusak pemahaman masyarakat di dalam memahami ajaran Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah. Sebagai paham mayoritas masyarakat Indonesia, ASWAJA memang tak bisa lepas dari berbagai usaha musuh yang ingin melemahkannya. Masyarakat diseru untuk selalu waspada terhadap berbagai buku dan kitab-kitab klasik atau kontemporer yang telah banyak dijadikan sebagai media pelemahan paham ASWAJA dari dalam dengan merubah sebagian isi kitab. Apalagi sekarang banyak muncul buku bacaan benbentuk e-book atau kitab-kitab digital dan online. Kemajuan demikian disamping memudahkan masyarakat dalam mengakses referensi, tapi juga membahayakan jika kitab atau buku yang diterbitkan tersebut mengalami perubahan yang krusial dalam bagian tertentu, sehingga bisa menyesatkan pemahaman masyarakat terhadap agama.

            Kitab Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah adalah karya Kiai Hasyim yang menjadi salah satu kitab pegangan mayarakat Nahdliyin dan menjadi salah satu kitab bacaan wajib di pesantren, yang bertujuan untuk memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ASWAJA , dan membentengi mereka dari berbagai aliran sesat, terutama menangkal gerakan Wahabisme. Kitab ini ditulis sekitar tahun 1330 H, atau 180 tahun paska berdirinya Wahhabisme di Saudi. Wahhabisme yang berhasil melakukan kontrak politik dengan Raja Saud berpengaruh cukup luas hingga ke tanah air. Dan puncak dari gerakan Wahhabisme masuk ke Indonesia sekitar tahun 50-60 an, tidak lama setelah wafatnya Kiai Hasyim Asy’ari pada tahun 1947 H.
Kitab ini secara khusus menjelaskan tentang paham Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah yang berkaitan dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu penjelasan terkait pemahaman yang benar tentang sunnah dan bid’ah, madzhab mayoritas yang diikuti masyarakat Jawa, khittah ulama salaf, keharusan taqlid bagi yang tidak mempunyai kemampuan ijtihad, keharusan hati-hati di dalam menerima pemahaman agama, peringatan atas orang yang membuat-buat tradisi yang buruk, penjelasan tentang pecahnya umat Nabi Muhammad Saw, menjadi 73 golongan, tanda-tanda datangnya hari kiamat, dan penjelasan tentang hadits-hadits yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan tentang orang yang telah meninggal.
Diantara kandungan dari kitab ini yang penting diketahui oleh masyarakat umum, terutama masyarakat Nahdliyin adalah peringatan Kiai Hasyim Asy’ari terhadap bahaya beberapa kelompok Islam yang muncul sekitar tahun 1330 hingga sekarang. Mereka adalah kaum modernis pengikut Muhamad Abduh dan Rasyid Ridla, yang sedikit banyak terpengaruh oleh konsep bid’ah yang dikembangkan Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim. Ada juga kelompok Syiah yang fanatik pada Ali bin Abu Thalib. Ada lagi kelompok Ibahiyyun yang membolehkan pengikutnya lepas dari ikatan syariat tatkala sampai pada makrifat. Begitu juga kelompok yang meyakini reinkarnasi ruh dan oknum-oknum kaum sufi yang mengaku menyatu (Itthad, Hulul, Wahdatu al-Wujud) dengan Tuhan atau yang populer dalam bahasa Jawa dengan manunggaling kawulo gusti.
Menurut Kiayi Hasyim Asya’ari, kelompok di atas tersebut semuanya dianggap sesat. Kelompok yang selamat dan seharusnya diikuti oleh masyarakat adalah kelompok Salafisme, yaitu kelompok yang mengikuti tuntunan ulama salaf dengan mengkaji kitab-kitab yang dianggap mu’tabarah, mencintai ahlu al-bait, para wali dan kaum shaleh, mau ber-tabarruk, ziarah kubur, meyakini syafaat dan lain sebagainya. Sebab, menurut penuturan Kiai Hasyim pada masa lalu Umat Islam di Jawa memang telah sepakat untuk bermadzhab dengan satu rujukan dan pegangan, yaitu dalam bidang fiqih mengikuti kepada Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dalam masalah ushuluddin mengikuti kepada madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, dan dalam bidang tasawuf mengikuti kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.
Dalam kaitan ini, masyarakat Nahdliyin seyogyanya senantiasa mau belajar agama Islam dengan para ulama, kiayi, dan ustadz yang benar-benar memahami ajaran Islam (ASWAJA). Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan propaganda pelemahan terhadap ajaran ASWAJA harus dilakukan oleh semua masyarakat, yaitu memalui kesadaran dan kemauan untuk menerima ajaran agama dari ahlinya. (Andi Syarqowi Penulis Adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    GABUS-Ikamba atau Ikatan Alumni Madrasah Abadiyah Gabus membuka bulan Robi’ul Awwal 1441 H. dengan cara yang istimewa. Organisasi alumnu yang dipunggawai oleh Suwarto sebagai ketua Ikamba menhadirkan Sholawat Az Zahir pada penghujung Bulan Shafar (27/10) kemarin. Habib Ali Zainal Abidin (pegang mic) dan Az Zahir saat tampil di Madrasah Abadiyah Gabus bersama Ikamba (foto : […]

  • Faizal Assegaf Dilaporkan LBH Ansor Pati ke Polisi, Buntut Cuitannya di Twitter

    Faizal Assegaf Dilaporkan LBH Ansor Pati ke Polisi, Buntut Cuitannya di Twitter

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Cuitan Faizal Assegaf di akun Twitternya @faizalassegaf, kini berbuntut panjang. Postingan yang dia lakukan beberapa waktu lalu dinilai mengandung penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. Adapun cuitan @faizalassegaf yang dinilai mengandung hinaan yakni pada postingan 27 Oktober 2022 lalu, yang berbunyi sebagai berikut. “Lebih […]

  • PCNU-PATI

    IPMAFA Bersholawat Dipadati Ribuan Zahir Mania

    • calendar_month Kam, 29 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    IPMAFA Bersholawat sukses digelar pada Selasa, 23 September 2022 di Halaman Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) dan berhasil menyedot kedatangan Zahir Mania dari Pati dan sekitarnya. Gema bersholawat yang digelar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dies Natalis IPMAFA tersebut menghadirkan Habib Ali Zainal Abidin Bin Segaf Assegaf dan Majelis Az-Zahir dari Pekalongan. Rektor […]

  • Hasil Survei: Kbijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    Hasil Survei: Kebijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    pcnupati.com “98% responden menyatakan bahwa kebijakan Bupati terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta mengabaikan prinsip keadilan sosial.” Demikin salah satu temuan dari hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IPMAFA Pati terhadap Kebijakan Kenaikan PBB pada Perbup No. 8 2025. “Temuan di atas, harus menjadi […]

  • PCNU-PATI

    NU Pati Apresiasi Langkah Pemerintah Membongkar Warung Remang-Remang di Margorejo 

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sejumlah warung remang-remang di wilayah Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, dibongkar oleh pihak berwenang, pada Senin (12/6/2023).  Warung-warung itu berada di sepanjang jalan raya Pati-Kudus. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah terjun langsung melakukan pembongkaran tersebut.  Mereka juga di dampingi Satpol PP Pati, TNI, Polri, Bina Marga Jawa Tengah, pihak Kecamatan Margorejo hingga […]

  • Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    Lazisnu Klakahkasihan Tuai Pujian dari Ketua MWC-NU

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Tarling (Tarawih Keliling) MWC-NU Kecamatan Gembong putaran terakhir, berlangsung malam ini. Kegiatan yang disinergikan dengan Forkopimcam tersebut finish di Masjid Fathur Rohman, Dukuh Gondoriyo, Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong. Bukan hanya Tarawih, diujung acara tersebut juga diisi dengan tausyiyah dan santunan. Hal ini juga dilaksanakan pada malam-malam sebelumnya. “Alhamdulillah ini berkat Lazisnu. […]

expand_less