Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
  • visibility 668
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang terkenal dengan kesucian dan kecintaannya kepada Allah. Ia dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Sehingga tidak mengherankan apabila di kemudian hari, ia tumbuh menjadi seorang sufi yang begitu dikenal, disegani, dan dihormati pada masanya.

Rabiah al-Adawiyah juga dianggap sebagai sufi perempuan yang telah berhasil menjelaskan konsep cinta Ilahi. Cinta itu, ia jelaskan melalui satu kerangka kehidupan yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

Melalui perjalanan cinta dan zuhudnya inilah, Rabiah al-Adawiyah mewariskan pelajaran yang sangat berharga, yakni berupa sketsa keteladanan laku ritual yang sempurna jalan untuk menuju kekasih sejati. 

Bagi Rabiah al-Adawiyah kehidupan zuhud  seorang sufi telah dipilihnya dan dia secara tegas memaknai sebagai proses perjalanan spiritual sebagai sebuah kondisi yang harus dibebaskan sepenuhnya dari ketergantungan kehidupan dunia. Terlebih dalam pengalaman konsep zuhud yang selama ini banyak dipahami orang sebagai cara pengendalian diri dari pengaruh hingar-bingar kehidupan dunia. Maka, Rabiah al-Adawiyah melakukan hidup menyendiri hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu, berangkat dari pengendalian diri dalam menjalankan konsep zuhudnya. Maka, seorang zahid lebih mengutamakan untuk mengejar kehidupan akhirat yang kekal dan abadi daripada mengejar kehidupan dunia  fana yang hanya sepintas saja. Demikian pula, dengan Rabiah al-Adawiyah yang bertekad dengan keimanan dan kecintaannya, memaknai sikap hidup zuhud sebagai pengendalian diri sekaligus sebagai salah satu pembuktian dari rasa mahabbah-nya kepada Allah.

Selain itu dalam perjalanan spiritualitasnya, Rabiah al-Adawiyah lebih menghabiskan waktunya untuk menjalani hidup zuhud dan meninggalkan hiruk-pikuk kehidupan dunia. Itu semua dia lakukan hanya semata untuk mengharap dan mendapatkan ridho Allah.

Maka dalam hal ini, Rabiah al-Adawiyah telah mengenalkan kepada umat Nabi Muhammad, bahwa cinta adalah tanda spiritual semua insan. Sebab, iman dalam Islam ditegakkan di atas cinta dan rahmat (kasih sayang).

Dengan demikian, Rabiah al-Adawiyah telah bertekad kuat untuk hadir di tengah-tengah umat Nabi Muhammad dengan membawa cerita tentang cinta, kehidupan yang penuh cinta, dan warisan semerbak wangi cinta yang secara keseluruhan keindahannya dapat kita petik dari kisah-kisahnya yang mulia. Berikut kisah-kisah seputar Rabiah al-Adawiyah:

Dikisahkan, suatu hari Rabiah al-Adawiyah berdiskusi dengan beberapa darwis dan melontarkan pertanyaan kepada mereka:

“Kalian beribadah kepada Allah dan mengharap balasan surga, serta takut kepada neraka, bagaimana seandainya kelak tidak ada surga dan neraka? Untuk apa ibadah kalian?

Mereka menjawab dengan balik bertanya, “Dan kau, wahai Rabiah, kenapa engkau menyembah Allah?”

Dia menjawab, “Aku menyembah hanya untuk Zat-Nya. Apakah tidak cukup bagiku untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya, kepadaku, dengan Allah menyuruhku beribadah kepada-Nya?”

Dan pertanyaan lain juga dilontarkan, ketika Rabiah al-Adawiyah ditanya tentang pandangannya terkait dengan surga, ia menjawab; “al-Jaar tsumma al-Daar.” Maksudnya dalam ibadah hendaknya kita mendahulukan sembahan kepada Zat-Nya, baru kemudia berharap surga.”

 Demikianlah cara Rabiah al-Adawiyah untuk  menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para darwis dan beberapa ulama lainnya. Sehingga mereka terbuat terkagum-kagum atas semua jawaban yang diberikan oleh Rabiah al-Adawiyah.

Oleh karena itu, semua kisah dan rekaman langkah perjalanan hidup Rabiah al-Adawiyah harus kita catat dan kita pahami. Sebagai perjalanan hidup dan bagian dari perjalan mahabbah kita kepada Allah. Terlebih kita tengah berada pada tekad besar untuk menemukan sesuatu yang amat berharga, dari kehidupan Rabiah al-Adawiyah yang  selanjutnya dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, serta dapat menghantarkan kita untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

  • Awali puasa dengan puasa

    Takbiran: Suara Tak Bersuara

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Selama ini, budaya takbiran, takbir keliling di malam hari Lebaran Idulfitri selalu menggema. Namun, teknologi menggesernya. Jika dulu takbirannya adalah suara manusia, anak-anak, ibu dan bapak, kini digantikan dengan suara sound system, bahkan takbiran koplo dengan versi DJ. Ini kan Namanya “suara tak bersuara”. Rodo angel iki. Tradisi takbiran menyambut Lebaran Idulfitri […]

  • LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    LTN NU Pati Jalin Koordinasi dengan NU Online Jateng

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati melakukan koordinasi dengan NU Online Jawa Tengah, Kamis (4/5/2023) siang. Kegiatan yang berlangsung di Aula PWNU Jateng tersebut diikuti oleh sejumlah Pengurus LTN NU Pati.  Syamsul Huda, Pimpinan Umum NU Online Jateng yang menemui rombongan dari Pati mebuka diskusi tersebut. Ia menyampaikan peranan krusial NU […]

  • LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU menampilkan Madrasah Inklusif dan Inovasi Teknologi  oleh Madradah Dibawah LP Ma’arif Jateng pada Pameran Pendidikan Kementerian Agama RI. Dalam kesempatan itu, LP Ma’arif Jateng mewakili LP Ma’arif PBNU di Expo Pendidikan dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional tahun 2024 pada 3-4 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan itu adalah kegiatan yang […]

  • MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    MA BANIN; MADRASAH PLUS LIFE SKILL Dari Kitab Kuning Sampai Membatik

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Mentari di pagi itu begitu indah menampakkan wajahnya, mengiring kayuhan sepeda onthel yang sesekali menjerit-jerit karena usianya yang lapuk. Ya, pagi-pagi betul anak-anak harus sudah sampai di halaman Madrasah Tarbiyatul Banin. Tepat pukul 06.30 lantunan murotal ayat-ayat Alqur’anul Karim terdengar sayup-sayup dibacakan oleh siswa-siswi yang hari itu mendapat giliran mengiring mereka memasuki pintu gerbang madrasah. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Influencer, Ulama, dan Otoritas Ilmu

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.465
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ketiga profesi (pekerjaan), hobi, minat, atau aktivitas pada judul kolom ini memang bukan seharusnya diparadokskan. Akan tetapi, ketiga memiliki ruh yang sama, yaitu “ingin berkuasa” dalam arti tertentu.   Zaman dulu, orang mencari ilmu tak sebatas aktivitas intelektual dan akademis, namun juga perjalanan fisik yang panjang dan tentu sangat melelahkan […]

expand_less