Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

Kegiatan santunan yatim peringatan Nisfu Sya’ban di salah satu masjid di Kabupaten Pati tahun lalu. 

PATI-Kasus penyebaran covid 19 yang todak kunjung usai, membuat sebagian warga resah. Hal ini ditanggapi serius oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk NU.

Semua lapisan di NU mulai pengurus besar hingga ranting berlomba menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat. Melalui lembaga-lembaganya, NU mampu memberikan pandangan bahkan solusi di tengah carut marut ini.

“Melalui Lembaga Bahtsul Masail (LBM), NU bisa memberikan pandangan tentang hukum Sholat Jumat dalam situasi genting. Lewat, Lazisnu, Lembaga Perekonomian dan Lembaga Kesehatan, NU bisa memberikan pelayanan ummat.” Tandas K.H. Jamal Ma’mur, wakil ketua PCNU Pati.

Saat ditemui di lokasi lain, K. Yusuf Hasyim, ketua tanfidziyah NU Cabang Pati juga menuturkan upayanya untuk memaksimalkan peran NU dalam menghadapi covid 19. Menurutnya, baik ikhtiar lahir dan batin sudah diupayakan sedemikian rupa.

“Selain usaha lahir, yang tidak kalah penting untuk diupayakan adalah menjaga warga agar tetap tenang, sebab kepanikan hanya akan memperparah situasi.” Tuturnya.

Nishfu Sya’ban

Sesuai dengan edaran Pengurus Besar Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama’ (LFNU), Rabu (8/4) nanti bertepatan dengan malam 15 Sya’ban. Damam tradisi masyarakat nusantara, malam ini dikenal dengan istilah Nisfu Sya’ban. 

Nisfu Sya’ban banyak dikeramatkan oleh sebagian warga NU. Di beberapa daerah, mereka memperingatinya dengan berdzikir dan berdoa bersama-sama.

Ditengah pandemi covid 19 yang melanda dunia, malam Nishfu Sya’ban selayaknya menjadi cambuk bagi kaum muslimin untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada pencipta. Hal ini diutarakan oleh K. Yusuf Hasyim dalam pertemuannya dengan Lembaga Ta’lif wan Nashr (LTN) NU Kabupaten Pati.

Menurutnya, dengan adanya covid 19 menjadi alarm sisi lemah manusia. Makhluk yang selama ini dikatakan sebagai penguasa dunia, bisa tumbang oleh sesuatu yang sangat kecil dan tak kasat mata.

“Tiada daya dan upaya melainkan atas kuasa Allah. Jika upaya lahir telah dilakukan, saatnya mempertebal ikhtiar batin dengan mendekat kepada Allah dan banyak berbenah. Saya kira momen (Nishfu Sya’ban) ini waktu yang sangat tepat.” Lanjutnya.

PCNU juga mengajak kepada seluruh warga nahdliyin agar tepat menjalankan doa, tahlil, dzikir, istighotsah dan wirid lain pada malam ini meskipun secara mandiri.

“Tetap lakukan amalan-amalan yang biasa dilakukan pada saat Nishfu Sya’ban bersama keluarga di rumah.” Tutup K. Yusuf.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Colin Watts

    Ontran – Ontran

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Resahku kali ini karena udah masuk musim pemilu. Gegeran di medsos sudah tidak bisa di filter lagi. Yang sana nyerang sini. Yang sini nyerang sana. Uwes gak tahu lagi mana yang benar. Ada yang bilang kejadian 98 itu bukan dalang si ini. ada yang bilang pengajuan MK karena awalnya dari itu. […]

  • closed brown wooden door

    Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

      pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa. Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib. Kita ketahui bersama, kalau di […]

  • Meng-Qadla Shalat

    Meng-Qadla Shalat

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Azizi Hasbullah Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera kami sampaikan, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.Bapak Azizi Hasbullah yang kami hormati, kami mempunyai sedikit permasalahan yang mungkin di kalangan orang awan seperti saya belum banyak diketahui. Permasalahannya begini: Seseorang yang sengaja meninggalkan shalat, apakah masih tetap wajib meng-qodlo’ shalat itu diluar waktunya, […]

  • Siswa Salafiyah Lakukan Rukyah di Pantai Kartini

    Siswa Salafiyah Lakukan Rukyah di Pantai Kartini

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    PATI-Puluhan Santri Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen melakukan praktek rukyah secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan ilmu falak. Diharapkan, dengan pengalaman itu, para peserta didik mampu mempelajari tentang perbintangan, penanggalan dan perhitungan tahun, seperti mempelajari penentuan masuknya awal bulan Hijriah. Dalam prakteknya, para siswa kelas XII jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial […]

  • Ilustrasi, Dari Membaca ke Karya - PCNU PATI. Photo by Min An on Pexels

    Dari Membaca Ke Karya

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

expand_less