Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PC Pagar Nusa Pati Gelar Pelantikan dan Rakercab

PC Pagar Nusa Pati Gelar Pelantikan dan Rakercab

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
  • visibility 212
  • comment 0 komentar


TRANGKIL – Bertempat di Ponpes Riyadlus Sholihin Trangkil Pati, PC Pagar Nusa Kabupaten Pati Menggelar Pelantikan dan Rakercab masa khidmah 2021-2026. Ahad, (10/10/2021). Pelantikan dan Rakercab tersebut merupakan Agenda besar organisasi dalam Pengembangan dan Pelestarian bela diri Pencak Silat di Lingkungan NU Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Gus H. Edy Junaidi dengan didampingi H. Arif Rohman selaku Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah, KH. Aniq Muhammadun Rois Syuriah PCNU Pati, KH. Sutopo Abdul Majid, Wakil Syuriah PCNU Pati, Gus H. Ahmad Zaim Jaelanai mewakili PCNU Pati, H. Saiful Arifin Wakil Bupati Pati, K. Mochtar Amin Pengasuh Ponpes Darul Muqodas Mojomulyo Tambakromo serta Lembaga dan Banom dilingkungan PCNU Kabupaten Pati

“Pagar Nusa merupakan Banom Nahdlatul Ulama teraktif, terbukti setiap hari pasti ada kegiatan Latihan, namun tak pernah terekspos di media” Ungkap H. Edy Junaidi dalam sambutannya

Selain itu Wakil Ketua Umum berpesan agar Pagar Nusa Pati dalam periode ini lebih masif dalam Sosialisasi E-KTA Nasional karena sampai saat ini baru mencapai 700an anggota pagar nusa Pati yang masuk dalam sistem KTA Nasional, hal ini tentu masih bisa dioptimalkan karena anggota ada 5.000 lebih.

H. Arif Rohman perpesan dalam sambutannya menitipkan Pagar Nusa kepada PCNU, LP Maarif NU, RMI NU dan juga Pemda Pati untuk memberikan pengarahan dan bimbingan.

” Kami berharap PCNU, LP Ma’arif, RMI NU dan Pemda Pati agar selalu memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Para Pendekar Pagar Nusa sehingga Pagar Nusa Pati bisa menjadi contoh perguruan silat lain. Selain memiliki keahlian dalam hal pencak silat juga menjadi Pendekar yang Berakhlaqul Karimah. Tutur Arif

Dalam Sambutannya, H. Saiful Arifin mengingatkan untuk selalu menjaga Protokol Kesehatan karena saat ini Covid-19 di Pati belum Usai.

“Pagar Nusa bisa menjadi solusi yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh di tengan pandemi ini, selain itu juga bisa menjadi solusi untuk meningkatkan prestasi diri dan organisasi. Karena saat ini pencak silat sudah masuk dalam SEA Game dan PON yang sedang berlangsung di Papua “imbuhnya

Gus H. Zaim Jailani dalam sambutannya berpesan agar semangat dalam memperjuangkan Aqidah Ahlussunnah Waljama’ah An Nahdliyah.

“Saat ini perjuangan kita berbeda dengan para ulama di era Hadrotus Syaikh KH. Hasyim Asyari namun semangat berjuang harus seperti beliau untuk memperjuangan Aqidah Ahlussunnah Waljamaah AnNahdliyah di tengah Globalisasi saat ini”. Harapnya

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hukum Menerima Amplop Pilkada

    Hukum Menerima Amplop Pilkada

    • calendar_month Sen, 25 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Amplop menjelang Pilkada adalah umumul balwa (realitas umum yang sulit dihindari) yang dilarang negara karena mencederai esensi demokrasi, mengharapkan pemimpin dipilih karena integritas dan kapabilitasnya. Namun, bagaimana Pandangan agama, khususnya fiqh ? Saya mengikuti dua forum yang hasilnya berbeda. Pertama, MWCNU Trangkil  mengharamkan menerima amplop itu karena jelas-jelas suap (risywah) diharamkan dalam agama. Suap adalah […]

  • PCNU- PATI Photo by Sergiu Jurca

    Puisi-Puisi Ngadi Nugroho

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Tak Pernah Kembali Tak terpikir waktu hanyalah benar-benar sekejap Kita sekumpulan sunyi yang numpang lewat Kemarin ada yang datang Tiba-tiba ada yang pamit untuk segera pulang Belum terlalu genaplah kecupan ini mendingin Di dahimu yang menyimpan kerutan hari-hari kemarin Di bawah temaram, batu-batu murung Mencari jejak sirip-sirip kehidupan Ingin ditanamnya sekali lagi ingatan itu Di […]

  • PCNU-PATI

    Puasa Kok Rebahan?

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ketika ada rekan bertanya, puasa kok rebahan? Saya bilang, “ya orang rebahan itu banyak motif. Ada yang karena keshet (malas), sakit, atau sekadar istirahat melepas penat dan lelah”. Ya, beragam motif tersebut tentu banyak sekali perspektif kita sajikan agar kita tetap produktif di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari Rukun Islam, puasa merupakan […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Dakwah Secara Santun dan Damai. Photo by Muhammad Adil on Unsplash.

    Dakwah Secara Santun dan Damai

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Dakwah erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar untuk mengajak mad’u (jama’ah) ke jalan yang lebih baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan dan propaganda. Dalam bahasa aslinya, dakwah mempunyai makna mengajak, memanggil, mengundang, meminta, dan memohon. Karena esensi dakwah adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), […]

  • Puasa; Balas Dendam saat Berbuka. Photo by Ali Inay on Unsplash.

    Puasa; Balas Dendam Ketika Berbuka

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At MajhaSepekan saya dan Anda menjalani ibadah puasa. Pun telah banyak permintaan berbuka bersama dari teman kerja, kolega bisnis atau pun dari lainnya. Dan hanya untuk makan saja saya dan Anda harus bersama-sama. Jadi teringat pepatah Jawa makan tak makan yang penting kumpul. Bisa jadi ini yang dimaksud dengan pepatah itu. Kemarin […]

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

expand_less