Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

NU dalam Menjaga Politik Kebangsaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Seringkali orang berseloroh bahwa politik itu kotor, hanya untuk memperjuangkan perolehan suara. Selain itu juga, politik sering melanggar asa kepatutan dan kebenaran. Sehingga stigma semacam ini menjadikan sebagian warga masyarakat merasa alergi dengan segala sesuatu yang berbau politik.

Dalam perspektif Islam, panggung politik telah lama ada dan bahkan Rasul sendiri adalah seorang pemimpin negara Madinah yang kemudian dilanjutkan oleh sahabatnya dalam sebuah tatanan politik kekhalifahan. Dalam sejarahnya banyak sekali kitab-kitab yang berisi tata cara penalaran negara (Nidham al-hukm) sarat dengan nuansa politik muai dari al-Mawardi dengan al-Ahkam al-Sulthaniyah hingga Ali Abdurraziq dengan al-Islam wa Ushil al-Hukm.

Sedangkan dalam konteks di Indonesia memang ada banyak partai politik yang bernuansa keislaman yang dalam garis perjuangannya berusaha diwarnai dengan corak keislaman. Masing-masing memiliki warna yang tak selalu sama dan bahkan seringkali memiliki pebedaan tajam dalam mensikapi satu masalah yang memiliki implikasi serius di bidang agama.

Oleh karena itu, agar tidak terjerumus dalam politik praktis. Maka sudah sayogjanya agama menjalankan perannya sesuai dengan tujuannya yakni memberikan keteduhan, kedamaian, dan petunjuk kea rah yang benar terhadap masyarakat. Selain itu juga memberikan nasehat-nasehat baik untuk mencerahkan masyarakat dari hal-hal yang dinilai salah menjadi benar.

Maka, Langkah Nahdlatul Ulama untuk Kembali ke Khittah menurut hemat penulis sangat tepat. Karena sebagai organisasi masyarakat sosial agama terbesar di dunia sudah sayogjanya menerapkan nilai-nilai yang penuh dengan tawassuth wal-I’tidak,tasamuh, tawazun,dan beramar ma’ruf nahi munkar.

Dengan pokok-pokok pikiran tentang Khittah NU yang telah ditetapkan oleh Muktamar NU. Sekarang menjadi jelas bahwa keputusan kembali ke Khittah 1926 ini adalah keputusan yang disiapkan secara konsepsional serta dengan proses yang cukup matang. Sehingga NU masih teguh pada pendiriannya yakni menerapkan model politik kebangsaan.

Sedangkan dalam hal ini NU memiliki ciri khas tersendiri dalam pendekatannya terhadap politik. Meskipun secara umum mendukung prinsip-prinsip demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia, NU juga sangat menekankan pada nilai-nilai Islam dan pendekatan keagamaan dalam keterlibatannya dalam dunia politik.

Secara politik, NU tidak secara resmi terafiliasi dengan partai politik tertentu tetapi memiliki pengaruh besar dalam berbagai partai politik di Indonesia. Sejumlah tokoh NU telah terlibat dalam pemerintahan dan politik nasional, bahkan sejak masa kemerdekaan.

Pada intinya, politik kebangsaan NU sering kali berkaitan dengan upaya menjaga nilai-nilai Islam dalam kerangka negara demokratis Indonesia, sekaligus berupaya memastikan kepentingan umat Islam diakomodasi dalam kebijakan pemerintah. NU juga aktif dalam mempromosikan toleransi antaragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dengan demikian,Kembali ke Khittah 1926, berarti kita harus melakukan renungan ulang mengingat dan mengenang Kembali terhadap semangat ukhuwah Islamiyah Islamiyah nahdliyah tebalnya rasa senasib dan seperjuangan di antara para ulama pendiri NU.

Menurut KH Ahmad Shiddiq dalamkarya tulisnya yang berjudul Khittah Nahdliyah disebutkan pada halam 19 menyatakan sebagai berikut:

Dengan tidak memonopoli predikat sebagai satu-satunya golongan Ahlussunnah wal-Jamaah, Jam’iyah nahdlatul Ulama semenjak pertama berdirinya menegaskan diri sebagaipenganut yang mengemban dan mengembangkan Islam ala Madzhab Ahlussunnah wal-Jamaah. Dengan sekuat tenaga,NU menempatkan diri sebagai pengamat setia dan mengajak seluruh kaum Muslimin, terutama para warganya untuk menggolongkan diri pada Ahlussunnah wal-Jamaah.”

Berdasarkan catatan KH Ahmad Siddiq ini sangat jelas, para ulama mendirikan NU pada tahun 1926 mendasarkan amal dan perjuangan NU itu pada acaran Ahlussunnah wal-Jamaah. Sehingga NU berkomitmen dalam semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Diberi Santunan YPI Monumen Mujahidin Bageng

    Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Diberi Santunan YPI Monumen Mujahidin Bageng

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 73 anak Yatim dan Dhuafa diberi santunan oleh Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Kamis (28/9/2023). Kegiatan ini berlangsung di Aula/Pusat Kegiatan (Pusgia) setempat. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari serangkaian acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. dan Haul Masyayikh PIM Mujahidin tahun 1445 H/2023. Ketua […]

  • Fatayat NU Gunungwungkal Adakan Vaksinasi Covid

    Fatayat NU Gunungwungkal Adakan Vaksinasi Covid

    • calendar_month Ming, 21 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Beberapa elemen yang turut ambil bagian dalam kegiatan vaksinasi PAC Fatayat Nu Gunungwungkal usai pelaksanaan kegiatan tersebut. GUNUNGWUNGKAL – Gerakan vaksinasi Covid-19 sedang marak-maraknya dilakukan oleh pemerintah. PAC Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkal tak mau ketinggalan untuk ambil peran dalam kegiatan ini.  Dengan menggandeng Dinas Kesehatan Gunungwungkal dan LKK NU Pati, pihak Fatayat NU menyelenggarakan vaksinasi […]

  • img-20220322-wa0000-jpg-2

    Akatiga – PP Fatayat NU Adakan Lokarya di Bandung

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Para delegadi Fatayat NU Pati dalam acara Lokakarya nasional buah sinergi antara PP Fatayat NU dan Akatiga. BANDUNG – Akatiga bersama PP Farayat NU baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan tingkat nasional di Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari sejak Kamis (17/3) hingga Minggu (20/3) lalu ini diselenggarakan dengan target BPJS.  Kegiatan bertajuk Lokakarya Nasional Program […]

  • PCNU-PATI

    MA As-Salafiyah Lahar Tlogowungu Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Desa Godo

    • calendar_month Sel, 13 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 143
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Hingga saat ini, bantuan masih terus berdatangan di Desa Godo, Kecamatan Winong.  Sebagaimana diketahui, Desa Godo merupakan salah satu desa terdampak banjir bandang cukup parah, pada 30 November 2022 lalu.  Masyarakat di Desa Godo kini dalam masa pemulihan pascabanjir. Warga sudah mulai memperbaiki rumah-rumah mereka yang sebelumnya rusak diterjang banjir bandang.  Meskipun demikian, bantuan […]

  • Pesantren Sebagai The Great Tradition

    Pesantren Sebagai The Great Tradition

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, M.A Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang mendalam di Indonesia. Peranannya tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting dalam aspek intelektual, sosial, ekonomi, politik, dan budaya bangsa. Nilai-nilai yang ada di pesantren turut membentuk serta menjadi bagian dari identitas keindonesiaan. […]

  • a close up of a clock on a wall

    Muru’ah

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya […]

expand_less