Iklan
Berita

GP Ansor Pati Minta Bangungan di LI Segera Dirobohkan

 

Koordinasi Pengurus GP Ansor Pati dengan Satpol PP Pati. Ansor meminta bangunan LI segera dirobohkan 

PATI – Belum lama ini Pemerintah Kabupaten Pati menutup beberapa tempat prostitusi, salah satunya Lorok Indah / Lorong Indah (LI) yang berada di Kecamatan Margorejo.

Iklan

Di LI sendiri, para penghuni sudah mengosongkan lokasi. Mereka telah kembali ke kampung halaman masing -masing. 

Namun demikian, bangunan yang berada di lokalisasi LI masih berdiri. Hal itu mendapat respon dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati. 

Ansor Pati meminta kepada Tim Pencegahan dan Penanggulangan prostitusi untuk segera merobohkan bangunan yang ada di lokalisasi tersebut. Menurutnya, apabila tidak segera dirobohkan, dikhawatirkan para penghuni akan kembali lagi ke tempat tersebut.

“Kami koordinasi dengan Kasatpol PP Pati agar bangunan yang ada di LI itu segera dirobohkan. Sudah jelas melanggar Perda RTRW, tidak ada alasan untuk ditunda. Kalau ditunda-tunda terus, nantinya malah ditempati lagi,” kata ketua GP Ansor Pati Itqonul Hakim, Kamis (26/8).

Bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor dan Lembaga Ekonomi Ansor, dirinya juga mendorong agar tempat karaoke juga ditindak secara tegas. Terlebih, pada karaoke yang tidak berizin.

Mereka menilai, apabila pekerja seks komersial (PSK) merangkap pemandu Karaoke (PK) yang ada di LI kemudian beralih ke tempat karaoke, justru hal ini akan menjadi lahan baru bagi mereka. Sehingga, keberadaan karaoke juga harus ditertibkan oleh petugas.

“Karena itu, kami mendorong Satpol PP agar menertibkan juga tempat-tempat karaoke, kos-kosan yang sering digunakan mesum dan salon plus-plus di Pati. Hal ini agar pati bersih dari kemaksiatan,” kata dia.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pati Sugiyono mengucapkan terimakasih atas dukungan yang diberikan oleh GP Ansor tersebut. Terlebih, pihaknya juga mengaku siap apabila nantinya dibutuhkan untuk bergerak bersama memberantas tempat-tempat prostitusi.

Terkait perobohan bangunan di LI, pihaknya mengaku masih perlu berkoordinasi dengan Tim Pencegahan dan penanggulangan prostitusi. Sebab, sejauh ini tindakan yang dilakukan baru sebatas edukasi kepada para pemilik. Termasuk untuk mengambil semua barang-barangnya yang ada di sana.

“Tadi kami cek lokasi, kesadaran mereka sudah mulai ada. Barang-barangnya yang ada di dalam sudah mulai diambil. Bahkan kemarin sudah ada truk yang mengambil barang-barang. Sementara ini, kami edukasi dulu lah,” tandas dia.(angga/ltn) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button