Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menjaga Kekhusu’an Sholat

Menjaga Kekhusu’an Sholat

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
Seorang yang khusyuk dalam menjalankan sholat, maka orang tersebut akan menemukan kenikmatan yang tak bisa diuraikan melalui kata-kata. Sebab hanya dia dan Allah sajalah yang mengetahui hal tersebut. Karena sholat mampu menyejukkan hati bagi mereka yang mencintai Allah dengan sungguh-sungguh dan menjahui segala laranganya. Yaitu bagi mereka ketika melakukan sholat dengan penuh ke khusyukan. Lebih dari itu, sholat merupakan hadiah dari Allah bagi mereka(hamba). Dia menunjukkan dan mengenalkannya kepada mereka melalui Rasul-Nya yang mulia. Sholat merupakan wujud dan bukti kasih sayang Allah serta penghormatan dari-Nya untuk mereka. Berkat sholat seorang hamba dapat meraih kehormatan mulia dari Allah dan menjadi orang yang di dekatkan kepada-Nya.(hlm 66).
Sholat bukan hanya gerakan anggota tubuh semata, akan tetapi seseorang yang melakukan sholat dengan penuh kekhusyukan akan menemukan berbagai rahasia. Yang mana rahasia tersebut untuk lebih mendekatkan kepada Allah semata.  Rahasia dan inti sholat ialah menghadapkan hati kepada Allah dan menghadirkan diri secara penuh di hadapan-Nya.(hlm 85)
Rahasia bacaan dan gerakan sholat salah satunya yaitu penghambaan diri melalui takbir. Seorang hamba diperintahkan untuk menghadapkan wajahnya ke kiblat (rumah-Nya) yang suci dan menghadapkan hatinya kepada Allah agar terbebas dari sikapnya selama ini yang lalai dan berpaling dari-Nya. Ia letakkan kedua tanganya dengan penuh kepatuhan sebagai seorang hamba yang mengiba dan berpasrah kepada yang Esa dan mengakui segala kesalahan yang pernah di perbuat dan minta pengampunan-Nya.
Rahasia selanjutnya yaitu doa iftitah; dengan ucapan, gerak tubuh dan pengakuan hati, seorang hamba mengucapkan doa iftitah yang diantaranya juga menegaskan kesucian Allah “Mahasuci Engkau Ya Allah dan  dengan pujian kepada-Mu. Dan kemudian ia memanjatkan pujian kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya. Dengan begitu, ia keluar dari sikap lalai dan menjauhi laku serta keadaan orang yang lalai. Sebab kelalaian merupakan tirai, bahkan dinding tebal yang menghalangi seorang hamba dari Allah.(hlm 100).
Masih banyak rahasia sholat yang mungkin belum banyak kita ketahui. Akan tetapi yang paling penting yaitu bagaimana kita bisa berusaha untuk menjadi khusyuk ketika sholat, meninggalkan segala pikiran-pikiran yang menggagu saat kita sedang menyembah pada Allah yang maha Esa. Yang memberi kehidupan bagi seluruh alam semesta. Tugas seorang hamba tidak lain yaitu hanya menyembah dan meminta pengampunan apabila melakukan kesalahan.
Dalam buku ini telah diuraikan banyak sekali seluk beluk tentang ke khusyukan sholat dan rahasia-rahasianya untuk itu, sepatutnya bagi siapa saja untuk menambah wawasan, buku ini sangat bermanfaat dan layak untuk di baca. (Penulis adalah Perintis Rumah Buku Kita)
Judul Buku      : Belajar Khusyuk
Penulis             : Izzuddin ibn Abdussalam& Ibn Qayyim al-Jauziyah
Penerbit           : Zaman
Tahun Terbit    : Pertama 2013
Tebal               : 203 hlm
ISBN               : 978-602-1687-00-0
Peresensi         : Khoirun Niam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Gus Nadhif tampak serius memaparkan materi dalam acara PKD GP Ansor Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Trangkil menggelar Pelatihan Kader Dasar yang Pesertanya berasal dari Ranting-ranting se-Kecamatan Trangkil. Dalam acara pembukaan turut hadir, ketua Pimpinan Cabang GP Ansor, Itqonul Hakim, Ketua MWC NU Kecamatan Trangkil, KH Thoifur Alam, dan ketua […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • Penutupan, Ma’arif NU Kudus Juara Umum Porsema XIII 2025

    Penutupan, Ma’arif NU Kudus Juara Umum Porsema XIII 2025

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Kontingen LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kudus akhirnya resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Tahun 2025. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Penyelenggara Porsema XIII Nomor: 137/PJ.W.11/IX/2025, yang diumumkan pada penutupan Porsema XIII di Gedung Sasana Adipura Kencana, Wonosobo, Sabtu […]

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

expand_less